Kementerian Desa Disebut Biang Aksi Pembakaran dan Perusakan Sejumlah Kantor di Puncak

Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Republik Indonesia, Jalan Taman Makam Pahlawan, Kalibata, Rawajati, Pancoran, Jakarta Selatan. Sumber foto: Akun Facebook: Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal

JAKARTA, ODIYAIWUU.com — Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Republik Indonesia yang dipimpin Menteri Yandri Susanto dituding sebagai biang aksi pembakaran dan perusakan tiga belas kantor pemerintah di Distrik Ilaga, Kabupaten Puncak, Provinsi Papua Tengah, Senin (11/8) sekitar pukul 17.40 WIT.

“Aksi pembakaran dan perusakan belasan kantor pemerintah oleh massa karena kurangnya sosialisasi oleh Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal kepada para kepala kampung melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (PMK) Pucak terkait efisiensi secara nasional,” ujar anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia Eka Kristina Yeimo, S.Pd, M.Si di Jakarta, Kamis (13/8).

Menurut Eka, anggota DPD RI Dapil Papua Tengah, sosialisasi dari Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal melalui Dinas PMK kepada 206 kepala kampung terkait kebijakan efisiensi secara nasional masih kurang. Kementerian melalui dinas setempat perlu melakukan sosialisasi bahwa dana desa atau dana kampung terkena efisiensi atau terjadi pemotongan secara nasional di seluruh Indonesia.

“Seharusnya sebelum pembagaian (dana desa atau dana kampung) jauh-jauh hari harus dilakukan sosialisasi secara transparan kepada kepala kampung mengingat mereka berasal dari berbagai latar belakang. Ada kepala kampung yang paham dan ada juga yang tidak paham sehingga kementerian melalui dinas setempat melakukan sosialisasi terkait adanya pemotongan tersebut,” kata Eka.

Eka menambahkan, sosialisasi tersebut harus dilakukan jauh-jauh sebelum dilakukan pembagian dana kampung. Sosialisasi jangan dilakukan saat hendak melakukan pembagian seperti yang telah dilakukan yang akhirnya berdampak sangat fatal di mana belasan kantor pemerintah dibakar dan dirusak massa.

Sebelumnya, media ini memberitakan, kantor Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Puncak, Dinas Kesehatan, dan Gudang Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Senin (11/8) sekitar pukul 17.40 WIT ludes dibakar massa di Ilaga, kota Kabupaten Puncak, Papua Tengah.

Kepala Kepolisian Resor Puncak AKBP Domingos De F Ximenes, SH, SIK, MH mengatakan, selain tiga gedung ludes dibakar massa, sejumlah kantor dinas lain juga terbakar sebagiannya.

Sebagian kantor yang terbakar sebagian antara lain Kantor Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (PMK), Dinas Sosial, Kantor Bupati dan Wakil Bupati, Kantor Sekretariat Daerah, Kantor Keuangan, Kantor Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, dan Kantor Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Puncak.

“Ada tiga kantor dinas yang ikut dirusak massa yaitu Kantor Dinas Komunikasi dan Informatika, Kantor Badan Kesatuan Bangsa dan Politik, dan Kantor Inspektorat,” ujar Domingos Ximenes di Ilaga, Puncak, Papua Tengah, Rabu (12/8).

Menurut Ximenes, saat ini situasi di lokasi kejadian sudah kondusif. Pihak Polres Puncak sudah mendapat tambahan Brimob 1 SST dari Batalyon B Polda Papua Tengah dan sementara melakukan patroli. Kegiatan dan aktivitas masyarakat diakuinya sudah berjalan normal.

Berdasarkan informasi yang diperoleh, sejumlah kantor pemerintahan di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Puncak di Ilaga dibakar massa. Aksi tersebut terjadi sesaat sebelum proses penyaluran dana desa tahap I reguler tahun 2026.

Ximenes membenarkan adanya aksi pembakaran sejumlah fasilitas pemerintahan tersebut. Namun, pihaknya menyebut masih didalami motifnya kericuhan.

Namun, Ximenes mengatakan, sebelum kejadian tengah berlangsung penyaluran dana desa tahap I reguler. Situasi mulai memanas setelah proses penyaluran dana desa berlangsung.

Sekitar (Selasa, 11/8) pukul 17.40 WIT, sekelompok massa mendatangi Kantor Pemberdayaan Masyarakat Kampung (PMK). “Setelah pembagian berlangsung, sekelompok massa kemudian mendatangi Kantor PMK sekitar pukul 17.40 WIT,” katanya.

Tidak lama kemudian, Bupati Puncak Elvis Tabuni tiba di Kantor PMK untuk menemui massa dan berupaya melakukan komunikasi. Namun, situasi kembali memanas.

Sekitar (Selasa, 11/8) pukul 18.45 WIT, massa yang diduga tidak puas kemudian melakukan pembakaran terhadap Kantor PMK. “Sekitar pukul 18.45 WIT, massa aksi tidak puas sehingga melakukan aksi pembakaran Kantor PMK,” ujar Ximenes. (*)