Puisi: Altar Honai, Negara Suci, dan Utusan Langit Karya Siswa dan Siswi SMA Negeri 1 Dogiyai

Foto ilustrasi rumah khas Papua (honai). Sumber foto: Kompas.com, 4 September 2021

Selamatkan Sakralitas

 

Tanah sakral menyimpan kekuatan rohani ilahi

Keheningan rimba menghadirkan perjumpaan dengan Allah

Leluhur menjaga kesucian martabat ruang kehidupan

Iman menghormati setiap tanda kebesaran Ciptaan

 

Ritual adat membuka kedalaman iman sejati

Doa menyatukan jiwa manusia dengan semesta

Pertobatan ekologis melahirkan tanggung jawab moral

Kehidupan dipelihara melalui penghormatan rasa syukur

 

Tanah adalah sakramen ruang perjumpaan suci

Jiwa manusia menemukan makna panggilannya di sini

Warisan iman dijaga dengan ketulusan hati

Demi kemuliaan Allah dan kebaikan bersama

Bomomani, Dogiyai, 5 Agustus 2026

Yohanes Magai

Siswa Kelas X SMAN 1 Dogiyai

Mana Duluan Diselamatkan

 

Manusia sering keliru memilih apa yang harus diselamatkan

Mereka berjuang menyelamatkan diri sendiri sambil menghancurkan bumi

Padahal manusia tidak bisa selamat di atas tanah yang mati

Maka keselamatan tanah sakral harus menjadi prioritas utama

 

Tanah sakral adalah rahim yang memberi napas bagi kehidupan

Jika rahim kehidupan ini binasa, seluruh bangsa ikut musnah

Menyelamatkan tanah Papua berarti menyediakan ruang hidup sejati

Bagi manusia untuk hidup dalam keselamatan dan damai sejati

Sebab pemulihan bumi adalah syarat mutlak bagi keselamatan jiwa

 

Pertobatan ekologis menuntut manusia tunduk pada hukum Ciptaan

Manusia harus berhenti memeras tanah demi menyelamatkan usianya sendiri

Ketika tanah sakral dilindungi, daya ilahi kembali memulihkan semesta

Dari bumi yang pulih inilah keselamatan manusia dapat terwujud

 

Penguasa dan seluruh bangsa harus menyadari urutan kodrat ini

Selamatkan tanah sakral lebih dahulu agar manusia bisa selamat

Inilah jalan keselamatan sejati yang dikehendaki Sang Pencipta

Demi kemuliaan Bapa, kesucian Papua terjaga utuh selamanya

Bomomani, Dogiyai, 5 Agustus 2026

Yohanes Magai

Siswa Kelas X SMAN 1 Dogiyai

Rahim Sorong Merauke

 

Anak-anak rahim hitam memeluk tanah suci mereka

Pasukan Agung dari tanah suci berbaris mengawal rimba

Pemilik Napas Utama menumpahkan daya Ilahi buat Papua

Sorong sampai Merauke adalah kesucian altar abadi bagi-Nya

 

Kawanan serigala besi datang membawa niat benalu

Penguasa tahta kertas merancang perampasan Kerajaan sakralitas adat

Serdadu berbaju perunggu mengawal mesin perusak Kerajaan Suci kita

Mereka mencuri kesucian bumi demi emas

 

Topeng pembangunan dipakai menutupi niat jahat

Roda-roda baja merobek kulit ibu tanah

Hukum kodrat menolak kesombongan para perusak

Penjaga Honai berdiri bersama benteng langit

Kekuatan rohani menumbangkan ketakakhlakan penoda bumi

Tanah sakral Papua tetap milik Nagawan

Bomomani, Dogiyai, 5 Agustus,

Amandus Magai

Siswa Kelas X SMAN 1 Dogiyai

Altar Honai

 

Ahli waris Cenderawasih berdoa bagai aliran sungai di honai

Sayap-sayap bening hadir merawat keheningan malam suci

Bapa segalanya menyatukan kita dalam cawan doa dan kemuliaan

Untuk mau menyempurnakan kesakralitas tanah adat kita

Dan untuk mewarisi altar perjumpaan suci kita dengan-Nya

 

Kini penguasa jauh menerbitkan surat pemaksaan hak leluhur kita

Saudagar berjubah uang membeli hukum dunia

Serdadu bertopeng baja mengancam kesucian tanah

Pengunyah rimba menggali bumi dengan rakus

Kebijakan licik dipakai merusak tatanan adat

 

Tapi kita ingat pembalasan hukum kodrat

Hukum kodrat mencatat setiap noda keserakahan

Penjaga bertulang es kepemilikan berdiri mengawal batas

Pewaris negeri mempertahankan martabat tanah suci.

Kekuatan ilahi menghancurkan tipu daya para perusak

Bomomani, Dogiyai, 5 Agustus, 2026

Elizabeth Butu

Siswi Kelas X SMAN 1 Dogiyai

Penjaga Keseimbangan

 

Pewaris rahim bumi memeluk pohon sagu

Pelindung tak kasat mata mengepakan benteng

Sang Maha Ada memberi napas kehidupan bagi kita

Selama sakralitas tanah dijaga oleh kita sesuai hukum kodrat

 

Di sana, ada penguasa tahta kertas bersekutu dengan saudagar

Tumpukan uang dipakai menindas kita para pemilik tanah sakral

Tangan-tangan pembawa api neraka mengawal para pencurian kayu

Mesin-mesin tajam menebang kesucian hutan Papua

Pembangunan kematian makin merusak tatanan alam sakral kita

 

Kita senanitasa menatap Jutaan Malaikat bertulang cahaya

Untuk mereka datang menagih janji suci yang dirusak para penyamun

Anak-anak bumi berdiri melintasi garis batas

Kita biasa hidupi bahwa Tanah sakral tidak bisa dibeli uang

Sebab di dalam tanah sacral ada kepemilikan abadi dan hidup kekal

Bagi keselamatan generasa bangsa kita yang belum lahir di sini

Bomomani, Dogiyai, 5 Agustus, 2026

Gerpasius Magai

Siswa Kelas X SMAN 1 Dogiyai

Utusan Langit

 

Sayap-sayap bening menari di atas kanopi

Anak-anak rahim hitam menyembah Sang Pencipta

Kesucian rimba dipelihara oleh doa murni para raja adat

Bumi Papua memancarkan tanda kebesaran Ilahi

 

Kawanan gagak besi datang dari jauh

Saudagar berjubah uang membawa mesin perusak segalanya

Serdadu bedil mengawal pemaksaan kebijakan jahat dari neraka dunia

Mereka mencuri tanah sakral dengan kesombongan dan gelombang bedil

 

Rawa dan gunung dihancurkan demi emas dan raja neraka

Penguasa tahta kertas merobek hukum adat dan tatanan Ilahi

Penjaga honai tidak pernah bertekuk lutut dan menyembah

Kekuatan rohani memukul balik para perusak

Tanah sakral dilindungi oleh surga abadi

Bomomani, Dogiyai, 5 Agustus, 2026

Hanna Magai

Siswi Kelas X SMAN 1 Dogiyai

Noken Kehidupan

 

Penjaga rahim tua merajut noken suci

Pasukan Kerajaan Abadi menenun benang rohani

Pemilik nafas utama merestui warisan kudus ini

Noken adalah kesucian hidup tanah adat Papua

 

Saudagar berjubah uang berniat menggusur rahim

Pembuat janji palsu menerbitkan izin merusak dari kerajaan gelap

Laras perunggu menakuti ahli waris tanah

Pengunyah rimba merampas tanah memakai mesin

 

Uang haram dipakai membungkam kebenaran suci

Kebijakan perusak alam menabrak kesucian hukum kodrat

Noken kita terikat erat di dahi pelindung

Saksi kanopi mengutuk para pencuri tanah penuh berkat

Kesucian tanah adat berdiri tak tergoyahkan.

Untuk menguburkan para iblis di dasar lautan api neraka

Bomomani, Dogiyai, 5 Agustus, 2026

Beatus Kegiye

Siswa Kelas X SMAN 1 Dogiyai

Bisikan Purba

 

Pelindung tak kasat mata mendiami Kerajaan 77

Anak-anak titisan leluhur mendengarkan suara purba

Keluarga kudus hadir dalam keheningan tanah sakral

Kesucian bumi dijaga oleh garis darah dan suku

Walau kawanan serigala besi datang membawa mesin

 

Penguasa jauh merancang perampasan tanah adat

Serdadu bertopeng baja menjaga keserakahan asing

Perusak bumi mencuri tanah demi materi

Teknologi canggih digunakan menindas rakyat kecil

Uang melimpah membakar nurani mereka sendiri

 

Suara purba membangkitkan perlawanan ahli waris

Benteng langit berdiri membela tanah sakral

Hukum kodrat menumbangkan para penjahat bumi

Membuat mapas mereka terengah di hadapan Ke-Mahakuasa-an
Bomomani, Dogiyai, 5 Agustus, 2026

Yulita Pokuai

Siswi Kelas X SMAN 1 Dogiyai

Hukum Kodrat

 

Pemilik Napas Utama menetapkan kesucian tanah Papua

Sayap-sayap bening-suci menjaga tatanan alam leluhur kita

Anak-anak rahim bumi melaksanakan kesucian hukum kodrat adat

Tanah adalah ibu yang tak pernah menjual dan dibeli

 

Penguasa tahta kertas menjual izin tanah sakral Papua

Saudagar berjubah uang mengeruk isi bumi

Serdadu perunggu memagari kejahatan mereka semua

Perusak merampas tanah adat dengan kekerasan

 

Topeng pembangunan menghancurkan ruang hidup suci

Pencuri tanah mengabaikan murka ilahi abadi

Hukum kodrat suci menagih utang dosa negara atas tanah

Penjaga bertulang es melindungi pemilik asli

Kesucian bumi Papua merebut kemenangan atas keserakahan
Bomomani, Dogiyai, 5 Agustus, 2026

Petrus Dogomo

Siswa Kelas X SMAN 1 Dogiyai

Mahkota Sunyi

 

Puncak es adalah takhta bapa segalanya

Pasukan kerajaan abadi berbaris rapi mengawal

Ahli waris Cenderawasih bersujud menyembah Ilahi

Sehingga kesucian gunung menolak dosa perusak

 

Namun serdadu perunggu mengepung puncak Nemangkawi

Raja neraka dunia menguasai mahkota suci

Emas dirampas sejak tahun 1967 silam

Bahkan hingga tahun 2026 belum berhenti

 

Lalu pengunyah rimba mencemari tanah sampai laut

Sebab mereka mengagungkan uang dan teknologi fana

Pembuat janji palsu mempermudah perampasan hak

Padahal perusak lupa akan kuasa suci Pencipta

 

Meskipun mahkota sunyi memancarkan hukuman rohani

Sampai napas para perusak terengah di hadapan Ke-Maha-Mulia

Tapi keadaan kita Papua lebih dari kehidupan tidak baik-baik saja

Penjaga Honai mulai bangkit dan berdiri teguh membela Nemangkawi

Karena tanah sakral Papua tetap suci selamanya

Dialah Kerajaan Suci Papua yang dirajai oleh Pencipta sendiri

Bomomani, Dogiyai, 5 Agustus, 2026

Kristina Dogomo

Siswi Kelas X SMAN 1 Dogiyai

Sumpah Abadi

 

Penjaga Kerajaan Suci bersumpah kepada Pencipta

Pelindung tak kasat mata menjadi saksi kesucian iman adat

Darah dan batu mengikat kesucian sumpah tanah Ilahi.

Sorong sampai Merauke adalah Kerajaan-Kerajaan sakralitas abadi

 

Kawanan serigala besi datang membawa ancaman

Serdadu bertopeng baja mengawal perampasan tanah surga

Mesin canggih dipakai menghancurkan rumah suci Pencipta

Mereka mengira uang bisa membungkam kebenaran dan kerajan-Nya

 

Pencurian tanah disembunyikan di balik kebijakan bejat

Namun sakralitas Papua tak dapat dihancurkan

Malaikat bertulang Cahaya Kerajaan abadi berdiri membela negeri

Hukum kodrat Kerajaan-Nya menumbangkan semua penoda bumi

Tanah sakral Papua milik Kerajaan-Kerajaan Ilahi selamanya

Bomomani, Dogiyai, 5 Agustus, 2026

Otovina Tagi

Siswa Kelas X SMAN 1 Dogiyai

Hukum Tabu Abadi

 

Penjaga rahim Raja Abadi menahan napas keheningan

Jutaan malaikat Agung Papua memagari batas sakral.

Pemilik nafas utama melarang segala pemerintahan nerakawi

Tanah ini adalah persemayaman murni Ilahi-suci dari honai Papua

Untuk generasa bangsa nanti dalam Kerajaan-Kerajaan Allah Papua

 

Hukum kodrat menetapkan pantangan abadi bumi

Tiada aktivitas boleh menyentuh kesucian tanah Papua

Batu dan akar kayu tak boleh diganggu oleh negara kolonial

Mengusir penguasa tahta kertas dan kawanan besi kerajaan neraka

Yang mau mencoba melanggar tabu dengan mesin perusak surga Papua

 

Serdadu Raja Iblis mengawal langkah-langkah jahat mereka

Namun larangan sakral tak bisa ditawar

Siapa memberanikan diri menodai keheningan bumi

Dia tentu akan berhadapan dengan hukuman rohani abadi

Keheningan tanah sakral terjaga selamanya

Raja-Raja damai dari Surga Papua menghantar kamu pulang neraka

Bomomani, Dogiyai, 5 Agustus, 2026

Gllara Dogomo

Siswa Kelas X SMAN 1 Dogiyai

Tuaian Air Mata

 

Para duta suci menatap langit sunyi

Keluarga Kudus Papua mencatat setiap luka

Pemilik Napas Utama kita menimbang keadilan kosmis

Karma adalah jiwa dari hukum kodrat suci

 

Kawanan serigala besi mengeruk perut bumi

Para monster tahta kertas tertawa di atas uang

Para algojo berdarah Iblis mengawal perampasan tanah sakral

Merekam jejak kejahatan di atas tanah

 

Mereka mengira kesombongan tak berbalas waktu

Mesin-mesin perusak menghancurkan rumah suci kita

Uang haram dipakai membungkam suara kebenaran

Namun tatanan kosmis tak bisa ditipu

 

Hukum karma merayap dalam senyap malam

Setiap tetes keringat ibu menjadi kutukan bagimu

Para pencuri tanah sakral menelan buah kebinasaan

Bumi menagih bayaran atas setiap noda pusat kuasa

 

Tangan perusak memanen badai penderitaan abadi

Kekayaan fana berubah menjadi debu sia-sia

Penjahat tanah hancur dan dikutuk oleh karma sendiri

Keadilan alam berdiri tak tergoyahkan lagi

 

Kesucian tanah Papua akan menang atas kejahatan pusat

Penjaga honai menyaksikan pemulihan tanah suci

Hukum kodrat adat menegakkan martabat bumi abadi

Tanah sakral Papua milik Kerajaan-Kerajan Ilahi selamanya

Bomomani, Dogiyai, 5 Agustus, 2026

Meri Christian Iyai

Siswi Kelas X SMAN 1 Dogiyai

Timbangan Alam

 

Karma adalah napas dari hukum kodrat

Daya rohani bumi membalas setiap kejahatan

Ahli waris Cenderawasih menjaga keheningan malam

Raja-rajat adat Papua menegakkan keselamatan atas tanah sakral

 

Pembuat janji palsu merancang kebijakan perusak

Saudagar berjubah uang merampas hak adat

Pengunyah rimba merobek kesucian hutan Papua

Mereka menodai tanah yang dilarang disentuh

 

Siapa menanam kehancuran dia memanen kehampaan abadi

Perusak bumi selalu lupa akan kuasa Pencipta

Mereka mengagungkan harta dan teknologi fana

Namun hukum alam bekerja tanpa suara

 

Para algojo dan monster tak mampu menahan murka

Benteng senjata runtuh oleh getaran karma

Keserakahan berujung pada penyesalan tanpa akhir

Pencuri tanah menanggung akibat dosa sendiri

 

Karma menagih bayaran atas tiap jengkal

Darah dan air mata memanggil pembalasan

Kekuatan rohani menumbangkan semua penoda bumi

Alam Papua menyucikan diri dari kejahatan

 

Tanah sakral kembali dalam keheningan murni

Pasukan bertulang cahaya mengawal batas negeri

Jiwa hukum kodrat hidup dalam keabadian

Untuk memelihara Bumi Sorong-Merauke suci selamanya

Bomomani, Dogiyai, 5 Agustus, 2026

Ananias Iyai

Siswa Kelas X SMAN 1 Dogiyai

Rahim yang Bernafas

 

Tanah Papua adalah ruang perjumpaan suci

Bumi menyimpan daya ilahi dari Sang Pencipta

Keheningan rimba menghadirkan wujud kehadiran Allah

Setiap jengkal tanah dipenuhi kekuatan rohani

Sebab leluhur menjaga kesucian ruang hidup kita

 

Bumi ini melahirkan dan menyusui manusia

Dia membuat kita menjadi pemimpin sejati dan mandiri

Batu dan kali memancarkan tanda kebesaran untuk kita hidup kudus

Hukum-hukum adat menuntun kita untuk hanya hidup dari kerja

Dengan ada bersama tanah sakral, kita mampu memimpin dirinya sendiri

Sebab merusak bumi sama dengan melukai jiwa dan iman kita

 

Sakralitas tanah Papua berdiri teguh selamanya

Kita punya orang tua bilang ada banyak warisan abadi

Segalanya berasal jutaan leluhur dan diwariskan dari lintas generasi

Kini kita semua ada untuk menjaga dan mewarisi rahim suci ini

Agar kehidupan abadi tetap bernapas dan merajai bagi kita di sini

Demi menyelamatkan diri dan generasi yang akan lahir setelah kita

Untuk memelihara segala kemuliaan Bapa di Surga

Bomomani, Dogiyai, 5 Agustus, 2026

Yatri Dogomo

Siswi Kelas X SMAN 1 Dogiyai

Makam Ciptaan

 

Paus Fransiskus meratap melihat Ibu Bumi terluka

Santo Yohanes Paulus II menegaskan pertobatan ekologis

Benediktus XVI menyebut alam adalah buku ciptaan

Merusak tanah sakral adalah dosa ekologis berat

 

Jika ciptaan Allah dibunuh oleh keserakahan

penciptanya sendiri tak bisa mengubur dosanya

Maka para malaikat Bapa membalut luka bumi

Kristus merangkul jeritan tanah yang teraniaya

 

Penguasa fana lupa bumi adalah Sakramen

Saudagar uang menolak rahim yang memberi hidup

Namun Gereja Abadi mencatat setiap tetes air mata

Rahim Papua yang mati akan dibangkitkan Allah

 

Sebab kebenaran Pencipta tak pernah dapat dikubur

Tanah sakral hidup kembali dalam keabadian Kristus

Bomomani, Dogiyai, 5 Agustus, 2026

Yustina Tagi

Siswi Kelas X SMAN 1 Dogiyai

Tuhan Tanah Sakral

 

Sang Pencipta adalah Pemilik Utama tanah sakral

Raja Abadi Papua bertakhta di atas kesucian puncak bumi

Dialah yang meniupkan napas kehidupan pada rimba

Bapa di Surga menetapkan batas hukum kodrat adat Papua

 

Daya ilahi-Nya mengalir di Sorong sampai Merauke

Setiap jengkal tanah dipagari kesucian maha tinggi

Pasukan kerajaan abadi tunduk pada perintah-Nya

Pencipta mempin rakyat untuk menjaga tanah sucinya

 

Penguasa tahta kertas dan serdadu perunggu lupa

Saudagar berjubah uang mengira tanah tak bertuhan

Namun Ke-Mahakuasaan Allah tak bisa dikalahkan manusia

Tuhan tanah sakral membela anak-anak rahim hitam

 

Setiap doa Penjaga Honai didengar di surga

Kemuliaan-Nya menjaga kesucian Papua abadi selamanya

Bomomani, Dogiyai, 5 Agustus, 2026

Rupina Dogomo

Siswi Kelas X SMAN 1 Dogiyai

Siapa Bertobat

 

Pertobatan ekologis ditujukan kepada para pimpinan

Menteri dan gubernur memegang kekuasaan negara

Pemilik korporasi mengeruk kekayaan tanah sakral

Merekalah yang wajib segera melakukan pertobatan

 

Kebijakan izin tambang melukai rahim bumi

Keserakahan modal merusak ruang hidup rakyat

Pemerintah dan pengusaha menutup mata hati

Kehancuran alam mengancam seluruh kehidupan bangsa

 

Bertobat berarti menghentikan izin perusakan lingkungan

Para pimpinan tunduk pada hukum Pencipta

Korporasi wajib memulihkan luka tanah Papua

Kesadaran penguasa menjadi kunci keselamatan bersama

 

Sebelum murka alam menggulung keselamatan manusia

para penguasa merendahkan hati melakukan pertobatan

Penyelamatan tanah sakral bermula dari kebijakan

Demi kemuliaan Bapa, keadilan ekologis ditegakkan

Bomomani, Dogiyai, 5 Agustus, 2026

Rupina Dogomo

Siswi Kelas X SMAN 1 Dogiyai

Negara Suci

 

Pertobatan ekologis bertujuan mewujudkan Negara Suci

Negara Suci menghormati kesucian rahim bumi

Pemerintah menjalankan kekuasaan sesuai hukum Ilahi adat

Penguasa menjaga tanah sakral dari kerusakan

 

Menteri dan gubernur memimpin dengan keadilan

Korporasi menghentikan pemerasan kekayaan alam fana

Seluruh kebijakan berfokus melindungi kehidupan rakyat

Tanah Papua menjadi pusat kehadiran rahmat.

 

Negara Suci menegakkan kebenaran bagi semesta

Rakyat hidup damai dalam ketenteraman sejati

Kerusakan alam berganti pemulihan ruang hidup

Keadilan ekologis terpancar ke seluruh bangsa

 

Inilah wujud pertobatan sejati para pimpinan

Negara Suci berdiri teguh memuliakan Ciptaan

Tanah sakral terjaga utuh sampai selamanya

Demi kemuliaan Bapa di Surga abadi

Bomomani, Dogiyai, 5 Agustus, 2026

Yatri Dogomo

Siswi Kelas X SMAN 1 Dogiyai