Staf Ahli Panglima Kodam Cenderawasih I Wayan Suryanto Akan Mengikuti Pendidikan di Thailand

Staf Ahli Panglima Kodam Cenderawasih Kol Inf I Wayan Dedi Suryanto, SE didampingi istri foto bersama Wakil Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Dr Ribka Haluk, S.Sos, M.M. sebelum berangkat menempuh pendidikan militer strategis Joint War College di Thailand. Foto: Istimewa

JAKARTA, ODIYAIWUU.com — Staf Ahli Panglima Komando Daerah Militer (Kodam) XVII/Cenderawasih Bidang Operasi Militer Selain Perang (OMSP) Kol Inf I Wayan Dedi Suryanto, SE akan mengikuti 68th Joint War College di Thailand.

I Wayan, mantan Komandan Komando Distrik Militer (Kodim) 1703/Deiyai, bersama puluhan prajurit akan mengikuti pendidikan selama setahun di Thailand, negara bertajuk Negeri Gajah Putih.

“Mohon doa restunya. Mulai 1 Agustus ini saya akan berangkat ke Thailand untuk mengikuti pendidikan 68th Joint War College di Thailand selama satu tahun. Sampai jumpa tahun depan,” ujar I Wayan Dedi Suryanto melalui layanan pesan singkat, short message service (SMS) di Jakarta, Sabtu (1/8).

68th Joint War College merupakan pendidikan bergengsi yang ditujukan bagi para perwira menengah dan senior guna memperkuat kepemimpinan strategis bersama. Program ini diakuinya sangat penting dalam meningkatkan wawasan kepemimpinan serta profesionalisme prajurit.

Menurut I Wayan, prajurit berdarah Bali, materi yang dipelajari mencakup perencanaan operasi gabungan, keamanan nasional, hubungan internasional hingga pertahanan multinasional.

“Program ini bertujuan meningkatkan kemampuan kepemimpinan strategis, perencanaan operasi gabungan, keamanan nasional, hubungan internasional serta kerja sama multinasional,” kata I Wayan, mantan Kepala Seksi Teritorial Komando Resor Militer (Korem) 172/Praja Wira Yakthi (PWY) Kodam Cenderawasih.

I Wayan juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kepercayaan pimpinan mengikuti pendidikan di level dunia. Karena itu, lanjut I Wayan, ia juga selalu berusaha, berdoa dan berharap agar dapat mengikuti pendidikan dengan baik dan penuh tanggung jawab.

Dengan demikian, ilmu dan pengalaman yang diperoleh selama mengikuti pendidikan nanti dapat diterapkan guna mendukung pelaksanaan tugas di kesatuan di mana ia ditugaskan.

I Wayan Dedi Suryanto lahir di Makassar, kota Anging Mammiri pada 3 Oktober 1975. Ia memiliki rekam jejak (track record) pengabdian panjang di wilayah tanah Papua. Ia pernah mendapat tugas sebagai Komandan Kodim 1703/Deiyai, Papua Tengah.

Selama mengemban tugas di Deiyai yang meliputi juga Kabupaten Paniai, I Wayan bersama anggotanya menyatu dengan masyarakat setempat dalam berbagai kegiatan kolaboratif. Baik di bidang pertanian, olahraga, sosial kemasyarakatan hingga pendidikan dan latihan bersama kalangan media massa.

“Selama mengabdi di Kodim 1703/Deiyai saya dijuluki ‘Dandim Lahan Kering’. Sematan ini beralasan karena saat itu saya bersama para prajurit dan masyarakat setempat itu mengolah lahan milik warga untuk ditanami sayur-mayur. Hasilnya kami panen lalu bagi bersama untuk kebutuhan sehari-hari,” kata I Wayan mengenang.

Selain itu, semasa bertugas di Kodim Deiyai ia juga menggagas lomba penulisan artikel terkait kemajuan daerah yang menyertakan para wartawan media online di Papua Tengah dan tanah Papua umumnya.

“Saat itu saya berpikir wartawan memiliki peran penting dalam menyebarluaskan berbagai informasi positif yang dilakukan pemerintah maupun TNI demi kemajuan masyarakat dan daerah. Di manapun pemerintah dan TNI berada di tengah masyarakat, saya memandang peran media sangat penting. Tanpa media tentu publik belum tentu tahu apa yang dikerjakan para pemimpinnya,” kata I Wayan.

Usai menunaikan tugas di Kodim 1703/Deiyai I Wayan mendapat promosi sebagai WaAster Kasdam Cenderawasih, kemudian lanjut menjadi Kepala Seksi Teritorial Korem Praja Wira Yakthi di wilayah tugas Kodam Cenderawasih. Tak lama berselang ia mendapat promosi sebagai Staf Ahli Pangdam Cenderawasih Bidang Operasi Militer Selain Perang.

Pengalaman penugasan yang matang di bumi Cenderawasih menjadi landasan penting bagi I Wayan Dedi Suryanto dalam mengemban posisinya saat ini sebagai peserta 68th Joint War College di negeri Gajah Putih.

Tanggung jawab besar diakuinya tetap dijalankan untuk memperkuat pembinaan teritorial, meningkatkan kemanunggalan bersama rakyat serta membangun sinergi yang berkelanjutan (sustainable) dengan pemerintah daerah.

Kepemimpinan bertaraf global ini diharapkan semakin memperkuat kapasitas kepemimpinan I Wayan dalam menghadapi tantangan pertahanan masa depan. Kombinasi antara pengalaman lapangan penugasan di tanah Papua, wilayah paling timur Indonesia.

Selain itu, pendidikan strategis di Thailand diharapkan menjadi modal utama dalam mendukung tugas serta pengabdian terbaik kepada bangsa dan negara melalui Kodam Cenderawasih.

I Wayan juga pernah ditunjuk langsung pihak Universitas Pertahanan (Unhan) Republik Indonesia Jakarta menjadi Danyon Pembina Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI).

Tugasnya yaitu menyiapkan para kader Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi atau SPPG yang merupakan salah satu bagian dari Program Strategis Nasional Pemerintahan Bapak Presiden Prabowo. Tugas ini dapat diemban I Wayan, prajurit murah senyum ini dengan aman dan lancar.

Sekadar tambahan, Joint War College (JWC) adalah lembaga pendidikan tinggi militer strategis di bawah naungan National Defence Studies Institute (NDSI). Institusi ini melatih perwira senior untuk merancang operasi gabungan, baik dari angkatan darat, laut, dan udara serta strategi keamanan nasional tingkat tinggi.

Selama pendidikan di Thailand, para peserta akan fokus mengikuti materi seperti integrasi taktik dan strategi lintas matra: TNI Angkatan Darat, Laut, dan Udara. Berikut, materi soal keamanan nasional terutama soal pembekalan manajemen strategis, geopolitik, dan ancaman keamanan modern. (*)