WAMENA, ODIYAIWUU.com — Gubernur Papua Pegunungan Dr John Tabo, SE, MBA, Jumat (15/5) meminta warga pengungsi konflik Wouma menjaga persaudaraan saat mengunjungi Posko Markas Kepolisian Resor (Polres) Jayawijaya.
Dalam pertemuan tersebut, Gubernur John Tabo juga menyalurkan bantuan kemanusiaan berupa 490 kasur dan selimut bagi warga pengungsi konflik. Bantuan diberikan kepada warga yang sedang mengungsi akibat pertikaian dua kelompok warga di Distrik Wouma.
Saat bertemu pengungsi, John Tabo meminta seluruh warga menjaga sikap dan tidak mengeluarkan kata-kata yang dapat memicu emosi bersama. “Kita pengungsi ini nasibnya sama. Tidak boleh bicara kata-kata yang tidak menyenangkan hati orang lain di ruangan ini,” ujar Gubernur John Tabo di Jayawijaya, Papua Pegunungan, Jumat (15/5).
John Tabo meminta agar seluruh warga yang berada di lokasi pengungsian harus saling menerima karena kini hidup bersama dalam situasi sulit tersebut. Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan, lanjut John Tabo, terus berupaya menyelesaikan konflik agar masyarakat dapat kembali tinggal dengan aman di kampung masing-masing nantinya.
Gubernur John Tabo juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada jajaran Kepolisian Resor (Polres) Jayawijaya yang telah menerima dan menampung warga pengungsi selama konflik berlangsung.
Selain itu, Pemprov Papua Pegunungan bersama pemerintah kabupaten terus menyiapkan kebutuhan makanan dan bantuan dasar bagi seluruh pengungsi di lokasi. Dalam pertemuan tersebut, perwakilan pengungsi menyebut jumlah warga yang berada di lokasi pengungsian mencapai sekitar 609 orang hingga sekarang ini.
Gubernur John Tabo berharap pemerintah segera menyelesaikan konflik agar tidak lagi terjadi korban jiwa maupun aksi saling serang sesama masyarakat Papua tersebut. “Kami berharap penyelesaian masalah ini segera diputuskan sehingga tidak terjadi konflik sesama kita lagi,” ujar John Tabo.
John mengatakan, konflik yang terus berlangsung hanya membawa kerugian besar karena jumlah masyarakat Papua semakin sedikit akibat pertikaian berkepanjangan tersebut.
Pengungsi juga mengaku memilih tetap berada di dalam kota untuk membantu warga lain yang membutuhkan perlindungan selama situasi keamanan belum kondusif.
Pemprov Papua Pegunungan menegaskan, proses mediasi dan penyelesaian konflik masih terus dilakukan bersama aparat keamanan serta tokoh masyarakat setempat. (*)










