TIMIKA, ODIYAIWUU.com — Peringatan Hari Pattimura ke-209 Tahun 2026, Jumat (15/5) dirayakan dengan meriah dan penuh persaudaraan masyarakat asal Maluku di pelataran Gedung Eme Neme Yauware, Timika, kota Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah.
Thomas Matulessy atau Kapitan Pattimura adalah Pahlawan Nasional asal Maluku. Pattimura lahir 8 Juni 1783 di Haria, Saparua, pernah memimpin perlawanan rakyat melawan penjajahan Belanda melalui Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC), perusahaan multinasional pertama di dunia.
Bupati Kabupaten Mimika Johannes Rettob dalam sambutannya pada Peringatan Hari Pattimura ke- ke-209 tahun 2026 mengajak seluruh masyarakat Maluku di Mimika terus menjaga dan merawat nilai hidup orang basudara.
Nilai hidup orang basudara merupakan warisan luhur yang mampu mempersatukan di tengah hetergenitas, keberagaman masyarakat. Dalam kesempatan itu, semangat perjuangan Pattimura atau Thomas Matulessy kembali digaungkan.
Menurut Bupati John Rettob, falsafah hidup orang basudara bukan sekadar slogan, melainkan nilai persaudaraan sejati yang mampu melampaui perbedaan suku, agama, ras maupun budaya.
“Peringatan Pattimura jangan hanya menjadi seremoni tahunan, tetapi harus menjadi pengingat akan perjuangan, keberanian, persatuan dan pengorbanan Pattimura dalam mempertahankan martabat bangsa,” ujar John Rettob di Timika, Papua Tengah, Jumat (15/5).
John menegaskan, semangat perjuangan pahlawan nasional Pattimura harus terus diwariskan kepada generasi muda Maluku agar memiliki jiwa patriotisme, kreativitas serta semangat membangun daerah.
Peringatan Hari Pattimura bertajuk Dari Pedang ke Inovasi, Dari Obor ke Digital Menuju Mimika Gerbang Emas John Rettob menilai tema tersebut memiliki pesan kuat agar masyarakat Maluku mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa melupakan nilai perjuangan para leluhur.
“Anak-anak Maluku harus terus berkarya, berinovasi dan ikut membantu pemerintah dalam membangun Mimika yang lebih baik,” kata John Rettob, cucu Cristian Rettob dan putra Caspar Rettob, guru perintis pendidikan serta agama di tanah Papua.
Bupati John juga menegaskan, Mimika merupakan daerah yang dihuni berbagai suku, budaya dan bahasa. Namun di tengah keberagaman itu, seluruh masyarakat harus tetap hidup berdampingan dalam semangat persatuan dan menjaga keutuhan NKRI.
John menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Ikatan Keluarga Maluku Kabupaten Mimika yang dinilai terus menjaga toleransi, kebersamaan serta keharmonisan sosial di Mimika.
“Orang Maluku sudah banyak berkontribusi dalam pembangunan Mimika, baik di bidang pemerintahan, pendidikan, ekonomi, budaya maupun sosial kemasyarakatan,” kata John Rettob, mantan birokrat Mimika yang mengabdi kurang lebih 25 tahun sebagai ASN di Kementerian Perhubungan Republik Indonesia.
Dalam kesempatan itu, John juga mengajak masyarakat Maluku untuk terus merawat semangat pela gandong sebagai simbol persaudaraan dan kebersamaan yang diwariskan para leluhur.
Ketua Ikatan Keluarga Maluku Kabupaten Mimika Markus Samaran dalam kesempatan tersebut mengaku bangga melihat antusiasme masyarakat Maluku yang hadir dan terlibat dalam rangkaian peringatan Hari Pattimura setiap tahunnya.
Menurut Markus Samaran, berbagai kegiatan sosial dan perlombaan yang digelar menjadi bukti bahwa masyarakat Maluku tidak hanya hadir untuk bekerja di Mimika, tetapi juga ikut membangun persaudaraan dan mendukung pembangunan daerah.
“Tunjukkan bahwa generasi Maluku adalah generasi yang bermartabat dan membawa damai. Pattimura reborn membangun Mimika, beta Maluku beta Indonesia,” ujar Markus Samaran. (*)










