DAERAH  

Rencana Nobar Film Pesta Babi di Flores Dibatalkan Komunitas Baca Isi Langa Setelah Didatangi Tentara

Dua anggota Babinsa Kodim 1625/Ngada saat mendatangi rumah Mertin Lusi di Langa, Desa Bomari, Kecamatan Bajawa, Kabupaten Ngada, Pulau Flores, NTT, Kamis (14/5) pukul 20.30 WITA. Dua prajurit TNI itu meminta agar nobar film Pesta Babi yang akan diselenggarakan Jumat (15/5) malam dibatalkan. Sumber foto: Tribunflores.com, Jumat, 15/5

BAJAWA, ODIYAIWUU.com — Rencana nonton bareng (nobar) film dokumenter Pesta Babi yang sedianya digelar Jumat (15/5) pukul 20.00 WITA oleh Rumah Baca Isi Langa dan Ide Kreatif Bajawa, Kabupaten Ngada, Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur kandas.

Rencana nobar di Rumah Baca Langa kandas setelah dua anggota Bintara Pembina Desa (Babinsa) Komando Distrik Militer (Kodim) 1625/Ngada menyambangi rumah pendiri Komunitas Rumah Baca Isi Langa Mertin Lusi, penanggung jawab kegiatan nobar.

Menurut Lusi, sebelum pemutaran film dua tentara anggota Babinsa Kodim 1625/Ngada mendatangi rumahnya pada Kamis (14/5) sekitar pukul 20.30 WITA. Mengenakan pakaian bebas kedua prajurit itu meminta melalui pendekatan kekeluargaan agar kegiatan nobar tidak dilaksanakan.

Lusi mengatakan, pihaknya lalu memutuskan untuk membatalkan kegiatan nobar dan diskusi film yang semula dijadwalkan berlangsung pada Jumat malam. Kedua prajurit itu menyampaikan bahwa film Pesta Babi tidak diperbolehkan untuk ditonton.

“Hal ini atas perintah atasan dengan alasan bahwa film tersebut bersifat provokatif dan dapat memicu perpecahan bangsa,” ujar Lusi mengutip Tribunflores.com di Bajawa, kota Kabupaten Ngada, Flores, NTT, Kamis (14/5) malam.

Kedua Babinsa tersebut juga menyampaikan akan ada tim lain yang turun apabila pemutaran film tetap dilaksanakan.

“Mereka juga menyampaikan bahwa malam ini disampaikan secara kekeluargaan. Apabila besok (Jumat, malam ini-Red) tetap dilaksanakan, akan ada tim lain yang turun,” kata Lusi lebih lanjut.

Lusi mengatakan, demi menjaga kenyamanan dan menghindari hal-hal yang tidak diinginkan pihak penyelenggara akhirnya membatalkan pemutaran film tersebut. “Untuk menjaga situasi yang tidak diinginkan, mohon maaf, kami tiadakan dulu kegiatan besok,” ujarnya.

Sementara itu, Komandan Kodim 1625/Ngada Letkol Inf Imam Subekti mengatakan, langkah tersebut dilakukan sebagai upaya menghindari munculnya persepsi negatif di tengah masyarakat.

“Ini pencegahan dan antisipasi untuk menjaga kondusivitas wilayah sehingga tidak menimbulkan hal-hal negatif di kalangan penonton,” kata Imam.

Imam juga mengatakan, pihaknya mengimbau kegiatan nobar film Pesta Babi ditiadakan. Meski belum ada instruksi resmi, katanya, imbauan tersebut diberikan untuk menghindari munculnya multitafsir di tengah masyarakat.

“Kami diimbau dari atas untuk tidak mengadakan nobar. Dalam nobar biasanya ada diskusi, dan kami mengantisipasi hal tersebut agar tidak berkembang ke arah yang tidak diinginkan,” ujar Imam. (*)