ILAGA, ODIYAIWUU.com — Pasukan TNI terpaksa menembak mati Jeki Murib, salah satu tokoh sentral kelompok kriminal bersentara atau Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat, sayap militer Organisasi Papua Merdeka (TPNPB OPM).
Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) III Letjen TNI Lucky Avianto mengatakan, pasukan TNI terpaksa menembak mati Jeki Murib, Senin (20/4) di sekitar Desa Pinapa, Distrik Omukia, Kabupaten Puncak, Provinsi Papua Tengah.
“Tindakan tegas terukur tersebut terpaksa kami lakukan, karena pasukan TNI yang sedang melaksanakan kegiatan taktis, tiba-tiba diserang kelompok kriminal bersenjata atau TPNPB OPM dengan senjata api hingga melukai prajurit TNI,” ujar Lucky Avianto melalui keterangan tertulis yang diterima Selasa (28/4).
Jeki Murib diduga menjadi otak sekaligus eksekutor karyawan PT Freeport Indonesia, Simpson Mulia di Areal Grasberg, Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Rabu (11/3).
Menurut Lucky, akibat serangan brutal dan membabibuta TPNPB OPM di sekitar Desa Pinapa, Omukia tersebut, satu prajurit TNI mengalami luka.
“Dalam situasi genting ini, prajurit TNI mengambil langkah tegas dan terukur berdasarkan rules of engagement (ROE) dengan tetap menjunjung tinggi hukum, hak asasi manusia serta norma kemanusiaan,” kata Lucky lebih lanjut.
Lucky menambahkan, tindakan tegas yang dilakukan prajurit di lapangan, dipastikan mengedepankan profesionalisme prajurit. Yakni memilah dan memilih kombat dan non kombatan mengingat TPNPB OPM pimpinan Jeki Murib seringkali menyandera dan menggunakan anak kecil hingga mama-mama sebagai tameng hidup saat berhadapan dengan TNI.
“Saya menekankan kepada seluruh prajurit untuk selalu memegang tuguh role of injudgement kemudian jangan melanggar HAM, menembak di ujung laras sehingga mereka bisa menembak kepada sasaran yang terpilih dan yakin bahwa itu kelompok kriminal atau TPNPB OPM bersenjata,” kata Lucky.
Lucky menegaskan, TNI juga senantiasa menempatkan keselamatan rakyat sebagai hukum tertinggi atau salus populi suprema lex esto. Dengan demikian, dalam peristiwa di Desa Pinapa, personil TNI sangat berhati-hati mengingat mereka meminggul tanggung jawab besar. “Syukur Alhamdulillah, prajurit kita tetap mampu bertindak tepat sasaran,” ujarnya.
Jeki Murib berhasil dilumpuhkan dengan dua tembakan, meski situasi saat itu sangat terjepit. Adapun, informasi tewasnya Jeki Murib diunggah TPNPB OPM melalui media simpatisan dan berbagai platform media sosial.
“Dari hasil pemantauan di lokasi, terlihat Jeki Murib yang tertembak sempat diseret oleh anggota kelompoknya menjauh dari titik persembunyian,” kata Lucky.
Sementara itu, lanjut Lucky, anggota kelompok kriminal bersenjata atau TPNPB OPM lainnya melarikan diri ke dalam hutan. Informasi sementara menyebutkan jasad Jeki Murib kemudian dibakar oleh kelompoknya.
Selain kasus pembunuhan karyawan PT Freeport Indonesia, Murib dan kelompoknya diduga terlibat dalam sejumlah aksi teror lain. Misalnya, pembunuhan pekerja pembangunan Puskesmas di Desa Eromaga.
Begitu pula penembakan di Bandara Amingaru, pembakaran gereja di Desa Pinapa, pembakaran sekolah di Desa Pinggil serta perusakan dua unit rumah bupati dan kantor Pemerintah Kabupaten Puncak pada pertengahan 2025.
“Ini menjadi bukti nyata komitmen TNI dalam menjaga kedaulatan negara sekaligus melindungi masyarakat Papua dari ancaman kekerasan bersenjata. Negara hadir untuk memastikan keamanan, kedamaian, dan keberlanjutan pembangunan di tanah Papua,” ujar Lucky.
Langkah tegas tersebut, kata Lucky, diharapkan membawa harapan baru bagi masyarakat yang tinggal di ufuk timur Indonesia untuk hidup lebih aman, damai, dan sejahtera dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia. (*)










