BIAK KOTA, ODIYAIWUU.com — Keluarga besar marga Rejauw secara resmi menyerahkan tanah ulayat seluas 56 hektare untuk pembangunan Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) 858/Mambri Sopani Bemgakba (MSB).
Prosesi penyerahan berlangsung di Kampung Makmakerbo, Distrik Biak Timur, Sabtu (22/11/2025). Dukungan masyarakat adat terhadap pembangunan daerah kembali terlihat di Kabupaten Biak Numfor, Provinsi Papua.
Acara dimulai dengan pelaksanaan ritual adat Kakes yang disertai pemotongan ayam putih. Ritual ini menjadi simbol permohonan restu kepada leluhur agar proses penyerahan lahan dan rencana pembangunan dapat berjalan dengan baik, aman, dan membawa manfaat bagi seluruh masyarakat.
Setelah prosesi adat, kegiatan dilanjutkan dengan penandatanganan Surat Pelepasan Lahan Batalyon TP 858/MSB. Penandatanganan dilakukan oleh Komandan Komando Distrik Militer (Kodim) 1708/Biak Numfor (BN) Letkol Kav John Alberth Suweny, SH bersama perwakilan pemilik hak ulayat Bernard Fredik Rejauw serta disaksikan tokoh adat dan masyarakat Kampung Makmakerbo.
Sebagai ungkapan syukur atas terlaksananya penyerahan lahan tersebut, masyarakat bersama keluarga besar Rejauw menggelar upacara adat bakar batu atau barapen. Satu ekor babi, ayam, dan ikan disiapkan untuk dimasak secara tradisional dan dinikmati bersama sebagai simbol persatuan dan kebersamaan.
Perwakilan pemilik hak ulayat Bernard Fredik Rejauw dalam sambutannya menyampaikan bahwa masyarakat tidak perlu khawatir dengan kehadiran TNI.
“Pemerintah hadir lewat berbagai elemen termasuk TNI-Polri untuk membangun daerah serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Bernard Rejauw di Biak, kota Kabupaten Biak Numfor, Papua, Jumat (17/4).
Bernard Rejauw juga menegaskan, penyerahan tanah tersebut merupakan jawaban atas pergumulan panjang sejak Juli lalu dan bentuk dukungan tulus keluarga Rejauw terhadap pembangunan.
“Tanah yang diberikan ini merupakan bentuk ketulusan hati keluarga besar Marga Rejauw demi kemajuan wilayah,” kata Bernard Rejauw lebih lanjut.
Sementara itu John Suweny menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada masyarakat adat. Ia menyebutkan bahwa proses ini merupakan kehendak Tuhan, dan apa yang dilakukan masyarakat setempat akan menjadi berkat bagi pembangunan dan kesejahteraan bersama.
“TNI akan mengawal dan mempertanggungjawabkan harapan masyarakat. TNI juga memastikan bahwa pembangunan Batalyon TP 858/SSB di Biak Timur tidak hanya berfungsi untuk memperkuat pertahanan wilayah, tetapi juga mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat,” ujar John.
John menjelaskan, Satuan Batalyon Teritorial Pembangunan memiliki tugas untuk membantu percepatan pembangunan daerah. Anggota satuan nantinya diharapkan dapat terlibat dalam peningkatan sektor perkebunan, peternakan, perikanan serta berbagai bidang lain demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar.
John juga menambahkan, pembangunan akan dimulai dalam waktu dekat. TNI berkomitmen melaksanakan pembangunan yang ramah lingkungan dengan tetap menjaga kelestarian alam serta menghormati kearifan lokal yang ada di Kampung Makmakerbo.
Panglima Kodam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Febriel Buyung Sikumbang melalui Kepala Penerangan Kodam Kolonel Inf Tri Purwanto, SIP menyambut baik keputusan dari hasil sidang adat. Hal tersebut merupakan hasil dari koordinasi antara TNI, pemerintah daerah, dan pemilik hak ulayat.
“Hasil rapat adat tersebut menjadi dasar kuat percepatan pembangunan Yonif TP 858/MSB sekaligus mencerminkan sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat adat dalam membangun Papua,” ujar Tri Purwanto.
Acara penyerahan lahan diakhiri dengan makan bersama antara masyarakat, tokoh adat, dan jajaran TNI sebagai simbol persaudaraan serta komitmen bersama membangun wilayah Biak Timur.
Penyerahan tanah seluas 56 hektare oleh Marga Rejauw ini menjadi langkah penting dalam mendukung pembangunan daerah dan membuka peluang kesejahteraan baru bagi masyarakat Biak Numfor. (*)










