KARUBAGA, ODIYAIWUU.com — Pihak Manajemen Markas Pusat Komando Nasional (Komnas) Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat, sayap militer Organisasi Papua Merdeka (TPNPB OPM) mengklaim, Botak Wanimbo merampas satu pucuk senjata api SS 1 milik aparat keamanan di Tolikara, Provinsi Papua Pegunungan pada Rabu (4/3) sekitar pukul 12.00 WIT.
Juru Bicara Komnas TPNPB OPM Sebby Sambom mengatakan, pihaknya menerima laporan resmi dari Komandan Operasi Umum TPNPB Mayor Jenderal Lekagak Telenggen bahwa Botak merampas satu pucuk senjata api tersebut atas perintah Telenggen dan Panglima Tinggi TPNPB OPM Jenderal Goliath Tabuni.
“Perampasan senjata yang dilakukan Botak Wanimbo, pasukan TPNPB atas perintah saya dan Jenderal Goliath Tabuni. Kami siap bertanggung jawab penuh,” ujar Sebby menirukan Telenggen melalui keterangan tertulis yang diperoleh dari Papua Pegunungan, Kamis (5/3).
Telenggen juga mengingatkan aparat keamanan Indonesia untuk tidak melakukan penangkapan, penembakan, dan operasi militer di pemukiman warga sipil. Jika mau mengejar silahkan datang ke markas TPNPB dan pasukannya siap mati.
“Botak Wanimbo juga melaporkan bahwa satu pucuk senjata api SS 1 hasil rampasan sudah berada di Markas TPNPB sehingga aparat keamanan Indonesia tidak melakukan penangkapan dan operasi militer di pemukiman warga sipil yang dapat mengorbankan warga sipil serta harta benda,” kata Telenggen.
Menurut Sebby, pihak Komnas TPNPB mengimbau kepada Presiden Prabowo Subianto, Menteri Pertahanan dan Keamanan, Pangkogapwilhan III serta seluruh Satgas militer Indonesia yang sedang melakukan operasi militer di atas tanah Papua untuk tidak melakukan operasi di pemukiman warga sipil selama melakukan pengejaran terhadap pasukan TPNPB setelah berhasil merampas satu unit senjata SS 1 di Tolikara.
Sebby menambahkan, seluruh senjata yang dirampas pasukan TPNPB di 36 Komando Daerah Pertahanan di seluruh tanah Papua, Telenggen dan Tabuni siap bertanggung jawab. Seluruh senjata hasil rampasan menjadi aset TPNPB yang akan digunakan dalam medan perang melawan aparat keamanan Indonesia di atas tanah Papua demi merebut kembali kemerdekaan bangsa Papua dari jajahan kolonial Indonesia. (*)










