JAKARTA, ODIYAIWUU.com — Sejumlah alumni dan anggota Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) wilayah Jakarta, Sabtu (28/2) bertemu dalam acara Sharing Session II Alumni PMKRI bertajuk Peran Pemerintah dan Masyarakat Sipil dalam Mewujudkan Pembangunan Inklusif dan Ramah Disabilitas di Jakarta Barat.
Alumni PMKRI Cabang Jakarta selaku penggagas sharing session, Christopher Nugroho, mengatakan, pertemuan tersebut merupakan wujud kepedulian sosial sesama alumni dan anggota aktif. Tujuannya untuk memperkuat peran intelektual kader dalam mengawal kebijakan publik yang berkeadilan.
“Pembangunan sejati harus menghapus sekat eksklusi dan tidak meninggalkan siapapun (leave no one behind). Isu disabilitas ditegaskan sebagai pemenuhan hak asasi, bukan sekadar bantuan sosial,” ujar Christopher yang juga Tenaga Ahli Kantor Staf Presiden (KSP) di Jakarta, Minggu (1/3).
Komisioner Komisi Nasional Disabilitas (KND) Kikin Purnawirawan Tarigan Sibero saat tampil sebagai narasumber, menyoroti pentingnya perubahan paradigma dari hambatan fisik menuju aksesibilitas lingkungan.
“Saya mengajak masyarakat sipil untuk aktif beradvokasi demi mewujudkan ekosistem yang inklusif,” kata Kikin Tarigan, mantan Ketua Presidium Pengurus Pusat PMKRI dalam diskusi dipandu moderator Robertus Juan Pratama.
Ketua Dewan Pimpinnan Cabang (DPC) PMKRI Jakarta Barat Ruben Nabu menyampaikan apresiasi atas sharing session yang digagas Christofer. DPC PMKRI Jakarta Barat, kata Ruben, berkomitmen mengintegrasikan nilai keberpihakan ini dalam program kerja mereka.
Acara berlangsung sukses dalam semangat kekeluargaan dan diakhiri dengan aksi simbolis penyerahan bibit pohon, melambangkan harapan agar gagasan inklusivitas ini terus tumbuh dan berakar kuat di tengah masyarakat. (*)










