TIMIKA, ODIYAIWUU.com — Pihak Yayasan Lembaga Bantuan Hukum (YLBH) Papua Tengah mengecam keras insiden penembakan brutal terhadap tiga warga sipil terkait penutupan tokoh emas di di Gorong-Gorong, Timika, kota Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah.
YLBH juga meminta Kepala Kepolisian Republik Indonesia Jenderal Pol Drs Listyo Sigit Prabowo, M.Si turun tangan menyelesaikan kasus penembakan yang diduga dilakukan aparat Kepolisian Resor (Polres) Mimika yang berujung tiga warga sipil menjadi korban pada Senin (23/3) malam.
“Kami meminta Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan Kapolda Papua Tengah turun tangan terkait aksi penembakan yang diduga dilakukan aparat Polres Mimika,” ujar Direktur YLBH Papua Tengah Yoseph Temorubun di Timika, Papua Tengah, Selasa (25/2).
Menurut Temorubun, penembakan yang diduga dilakukan anggota Polri dari Polres Mimika itu berujung tiga warga sipil yaitu Antonia Theresia Matakohi, Goffrin Waramori, dan Deky Gobay jadi korban. Kini korban sedang menjalani operasi di RSUD Mimika,” kata Temorubun, praktisi hukum jebolan Fakultas Hukum Universitas Pattimura, Ambon, Maluku.
Temorubun juga menambahkan, pihak YLBH Papua Tengah mengecam penggunaan kekuatan berlebihan oleh apparat Polres Mimika berupa pengejaran dan penembakan secara tidak profesional terhadap aksi massa terhadap penutupan tokoh emas.
“Kami juga sedang berupaya meminta pihak tokoh emas terbuka dan menyampaikan ke publik apa benar para pembeli tokoh emas tidak ada uang atau ada sesuatu yang disembunyikan di balik itu selama ini,” kata Temorubun lebih lanjut.
Menurutnya, selama pihak YLBH Papua Tengah menduga ada sesuatu yang tidak dibuka ke publik mengapa pihak toko emas tiba-tiba menutupi tokohnya dengan alasan yang tidak masuk akal. Padahal salah satu pertumbuhan ekonomi di Mimika bersumber dari pendulangan tradisional yang dapat membantu masyarakat ekonomi kecil.
Selain itu, lanjut Temorubun, guna memastikan bahwa ke depan toko emas tidak lagi ditutup dengan alasan yang tidak jelas pihaknya meminta dibentuk tim endependen untuk mengusut tuntas sekaligus memastikan proses jual emas tetap berjalan dan menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban (kamtibmas) di wilayah Mimika.
“Kami sedang berkoordinasi guna meminta keluarga korban menempuh jalur hukum denganq melaporkan kasus penembakan ke Propam jika memang mengalami kendala. Prinsipnya, kami siap mendampingi keluarga korban penembakan. Warga masyarakat kecil tidak boleh menjadi korban saat mencari rejeki menghidupi keluarganya,” ujar Temorubun. (*)










