JAKARTA, ODIYAIWUU.com — Direktur Utama (Dirut) Lembaga Penyiaran Publik Televisi Republik Indonesia (LPP TVRI) Iman Brotoseno, Senin (23/2) secara resmi mengajukan pengunduran diri. Ihwal pengunduran diri Brotoseno karena alasan kesehatan.
Pengunduran diri tersebut disampaikan Iman dalam rapat mingguan yang digelar bersama seluruh jajaran direksi TVRI, Kepala Satuan Kerja (Satker), dan Kepala TVRI Stasiun Penyiaran seluruh Indonesia serta jajaran secara hybrid di Gedung Penunjang Operasional (GPO) LPP TVRI, Jakarta, Senin (23/2).
“Saya memutuskan mengundurkan diri agar dapat fokus pada keadaan kesehatan saya. Tidak ada tekanan politik atau ancaman kekerasan terhadap diri saya. Saya mundur murni karena alasan kesehatan,” ujar Iman Brotoseno melalui keterangan tertulis kepada wartawan di Jakarta, Senin (23/2).
Jajaran Dewan Pengawas (Dewas) TVRI juga turut hadir dalam rapat tersebut. Ketua Dewas LPP TVRI Agus Sudibyo mengucapkan terima kasih atas kerja-keras dan perjuangan Iman dalam memajukan TVRI selama menjabat sebagai Dirut LPP TVRI.
“Terimakasih Pak Iman atas semua kontribusinya selama ini untuk TVRI. Kepada direksi, kepsta, dan seluruh karyawan TVRI tolong agar tetap tenang, solid, dan fokus pada tugas dan fungsi masing-masing. Bekerja sebaik-baiknya untuk bersama-sama menjalankan fungsi lembaga penyiaran publik,” kata Agus.
Dewan Pengawas LPP TVRI akan segera memproses pengunduran diri Iman merujuk Peraturan Pemerintah Nomor 4 Tahun 2024 Tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 13 tahun 2005 tentang LPP Televisi Republik Indonesia.
Kemudian, Keputusan Dewan Pengawas LPP TVRI Nomor 1 Tahun 2024 tentang Tata Kerja Dewan Pengawas dan Dewan Direksi LPP TVRI. Dalam waktu paling lambat 14 hari setelah surat pengunduran diri tersebut, Dewas TVRI akan melakukan sidang untuk menyetujui atau menolak permohonan tersebut.
TVRI adalah lembaga penyiaran publik dengan jangkauan terluas di 34 provinsi, menyediakan infrastruktur dan sumber daya produksi untuk mendukung kemitraan industri film dan televisi, baik untuk produksi domestik maupun internasional. (*)










