JAKARTA, ODIYAIWUU.com — Presiden Republik Indonesia H, Prabowo Subianto telah menyerahkan 16 nama calon Anggota Dewan Energi Nasional (DEN) dari pemangku kepentingan (APK) periode 2026-2030 kepada Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia.
Dari 16 nama calon tersebut adalah tokoh muda Kawasan timur Indonesia kelahiran Papua Dr Ir Johni Jonatan Numberi, M.Eng, IPM. Penyerahan nama-nama tersebut menjadi awal dari tahapan uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) untuk menentukan APK DEN periode mendatang.
“Nama-nama calon APK DEN telah diserahkan oleh Bapak Presiden Prabowo kepada Ketua DPR RI. Selanjutnya akan dilaksanakan tahapan fit and proper test oleh para anggota DPR,” kata Sekretaris Jenderal DEN Dadan Kusdiana melalui keterangan tertulis di Jakarta, Kamis (30/10).
Dadan mengatakan, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Republik Indonesia berharap pelaksanaan seleksi selanjutnya dapat berjalan dengan baik, hingga diperoleh APK DEN terbaik untuk dapat mengawal kebijakan energi nasional.
Melalui uji kelayakan dan kepatutan di DPR RI, ujar Dadan, akan dipilih delapan nama yang nantinya ditetapkan oleh Presiden sebagai APK DEN periode 2026-2030.
“Proses ini merupakan bagian dari tahapan formal untuk pengisian jabatan pada periode yang bersangkutan,” kata Dadan lebih lanjut.
Nama-nama tersebut memiliki latar belakang yang beragam. Ada yang memang sebelumnya telah menjadi bagian dari DEN, misalnya Agus Puji Prasetyono yang merupakan Anggota DEN dari unsur akademikus.
Kemudian orang yang juga telah lama bergelut di bidang energi, diantaranya yakni Satya Widya Yudha yang menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi Energi Dewan Perwakilan Rakyat. Saleh Abdurrahman sebagai Anggota Komite BPH Migas, dan ada juga ekonom, yakni Mohamad Fadhil Hasan.
Nama-nama calon peserta yang akan menjalani fit and proper test Adalah Agus Puji Prasetyono, Andhika Prastawa, Aris Sanyoto, Johni Jonatan Numberi, Mohamad Fadhil Hasan, Muhammad Kholid Syeirazi, Rachmat Hidayansyah Razak, Riki Firmandha Ibrahim, Saleh Abdurrahman, Sampe L Purba, Satya Widya Yudha, Silviana, Sripeni Inten Cahyani, Surono, Unggul Priyanto, dan Yunus Saefulhak.
Dari 16 nama tersebut menarik mengingat muncul Johni Numberi, salah seorang putra terbaik Kawasan timur Indonesia dari tanah Papua. Johni Numberi lahir di Sorong 26 Agustus 1976. Ia merampungkan Pendidikan dasar di SD YPK 2 Kampung Baru, Sorong, Papua Barat Daya tahun 1989.
Johni kemudian masuk SMP Negeri 2 Rufei, Sorong hingga tamat tahun 1992. Setelah itu, ia melanjutkan studi di Sekolah Teknologi Menengah (STM) Negeri Sorong Jurusan Teknik Mesin hingga lulus tahun 1995. Johni kemudian merampungkan kuliah Strata Satu (S1) Jurusan Teknik Mesin di Universitas Negeri Manado tahun 2000. Tahun 2008, ia lulus S2 konsentrasi Teknologi Industri Kecil Menengah di Fakultas Teknik Jurusan Teknik Mesin, Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta.
Sembari jadi dosen Johni melanjutkan kuliah dan meraih S3 Ilmu Teknik Mesin di Universitas Indonesia tahun 2017. Dosen mud aini juga mengikuti Pendidikan Profesi Insinyur di Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada Yogyakarta tahun 2019-2020 dan berhasil memperoleh Sertifikasi Insinyur Profesional Madya (IPM) dari Badan Kejuruan Teknik Mesin Persatuan Insinyur Indonesia (PII) tahun 2021.
Johni juga aktif melakukan riset di antaranya Penelitian Nasional Hibah Bersaing Riset Teknologi Pendidikan Tinggi (RISTEK-DIKTI) tahun 2015 (Papua Clean Stove berbahan bakar ampas ela sagu), Penelitian internal perguruan tinggi tahun 2018 (Analisis Karakteristik Nyala Api Berbahan Bakar Minyak Jelantah Pada Kompor Bertekanan), penelitian terapan unggulan perguruan tinggi tahun 2019 (Perancangan Honai Burner Berbahan Bakar Bio-etanol) dan masih banyak lagi yang lain.
Johni aktif mengikuti pelatihan dan kursus di luar negeri, seperti Magang Pengecoran Logam Ringan Aluminium di Jepang pada tahun 2003-2006, Magang Energi Terbarukan di Belanda tahun 2010 dan Penelitian Artificial Intelegensi Badang Riset Inovasi Nasional (BRIN RI).
Ia meraih penghargaan Pemakalah The Best Poster International Conference Quality International Research 2013 FT UI. Selain itu, Johni juga aktif menulis jurnal baik nasional maupun internasional kemudian terlibat sebagai narasumber dalam berbagai kesempatan seminar.
Saat ini ia memegang amanah penting di Universitas Cenderawasih (Uncen) sebagai Dekan Fakultas Teknik periode 2020-2024 dan merupakan pendiri Program Studi Magister Energi Terbarukan di Program Pascasarjana Uncen. (*)










