TIMIKA, ODIYAIWUU.com — PT Freeport Indonesia (PTFI), Jumat (8/5) menyetor Rp 2,88 triliun bagian dari keuntungan bersih tahun 2025 kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah, termasuk delapan kabupaten di wilayah itu.
Jumlah keuntungan bersih yang digelontorkan korporasi sebagai tambahan dari setoran sebesar Rp 10,6 trilliun yang sudah dibayarkan sepanjang tahun 2025.
Dengan demikian secara keseluruhan setoran ke daerah mencapai Rp 13,48 triliun dari total Rp 75 triliun setoran Freeport Indonesia kepada negara di mana Rp 16,9 triliun merupakan dividen kepada MIND ID sebagai pemegang saham pemerintah Indonesia.
“Perusahaan senantiasa mengedepankan transparansi dan akuntabilitas dalam menjalankan kewajibannya kepada negara dan daerah dengan harapan agar dapat dimanfaatkan untuk sebesar-besarnya kepentingan rakyat di daerah masing-masing,” kata Presiden Direktur PTFI Tony Wenas melalui keterangan tertulis yang diperoleh di Timika, kota Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Jumat (8/5).
Rincian pembagian Rp 2,88 triliun bagian keuntungan bersih perusahaan yaitu Provinsi Papua Tengah sebesar Rp 720,5 miliar (1,5 persen) dan Kabupaten Mimika menerima sebesar Rp 1,2 triliun (2,5 persen).
Sedangkan kabupaten-kabupaten lain di Papua Tengah yakni Kabupaten Nabire, Paniai, Puncak, Puncak Jaya, Dogiyai, Deiyai, dan Kabupaten Intan Jaya masing-masing menerima Rp 137,2 miliar sehingga totalnya mencapai Rp 960,4 miliar (2 persen).
Tony menambahkan nilai ini dapat terus meningkat seiring dengan harga komoditas mineral yang masih relatif tinggi.
“Saat ini operasional PTFI masih dalam tahap pemulihan setelah insiden tambang bawah tanah Grasberg Block Cave (GBC), dengan tingkat produksi baru mencapai sekitar 40 hingga 50 persen. Perusahaan menargetkan dapat kembali mencapai kapasitas penuh pada awal tahun 2028,” kata Tony.
Selain kontribusi langsung kepada negara, PTFI terus memberikan manfaat berkelanjutan kepada masyarakat di sekitar wilayah operasional melalui berbagai program investasi sosial.
Sepanjang 2025, nilai investasi sosial perusahaan mencapai Rp 2 triliun dan akan terus berlanjut sekitar 100 juta dolar AS atau setara Rp 1,7 triliun per tahun hingga tahun 2041.
“Keberhasilan PTFI sebagai perusahaan adalah ketika masyarakat di sekitar wilayah operasional turut meningkat taraf hidup dan kesejahteraannya. Kami percaya tidak ada perusahaan yang berhasil di tengah masyarakat yang gagal. Karena itu, kami akan terus tumbuh dan berkembang bersama masyarakat hingga selesainya operasi penambangan,” ujar Tony. (*)










