TIMIKA, ODIYAIWUU.com — Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Papua Djimmy Yomaiwi Douw, ST, MM mengatakan, Program Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) tidak hanya bertujuan memenuhi kebutuhan gizi penerima manfaat, tetapi juga mendorong perputaran ekonomi masyarakat di sekitar dapur.
“Pelaksanaan program pemenuhan gizi di sejumlah sekolah menunjukkan perkembangan positif, ditandai meningkatnya partisipasi peserta didik,” ujar Djimmy Douw saat peluncuran (launching) seremonial SPPG di Timika, kota Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Jumat (2/10).
Menurut Dimmy, tingkat partisipasi di sejumlah sekolah meningkat bertahap, mulai sekitar 20 persen, 60 persen, 90 persen hingga mencapai 99 persen. Meski demikian, evaluasi tetap diperlukan untuk memastikan program berjalan optimal.
Djimmy menjelaskan, setiap dapur SPPG melibatkan sejumlah pemasok bahan pangan. Dalam satu dapur, terdapat sekitar 15 pemasok yang diharapkan mendapat kesempatan secara proporsional.
“Kalau ada satu dapur yang didominasi oleh satu supplier, nanti laporkan kepada kami. Semua harus mendapatkan kesempatan,” kata Dimmy lebih lanjut.
Dimmy menambahkan, pengadaan bahan pangan SPPG harus mengutamakan potensi ekonomi masyarakat di sekitar dapur. Bahan pangan yang tersedia di wilayah setempat diupayakan diperoleh dari pemasok dalam radius sekitar 1 hingga 2 kilometer.
“Program ini memang harus berfokus pada daerah. Kalau bahan pangan tersedia di sekitar sini, kita utamakan masyarakat sekitar,” ujar Djimmy.
Besarnya kebutuhan bahan pangan membuat SPPG dinilai Djimmy memiliki potensi menggerakkan rantai ekonomi lokal. Salah satunya kebutuhan telur yang dalam satu dapur dapat mencapai sekitar 100 rak per hari, tergantung jumlah penerima manfaat dan menu yang disiapkan.
Djimmy mengatakan, kebutuhan tersebut dapat melibatkan petani, peternak, pedagang, dan pelaku usaha lokal sebagai pemasok bahan pangan.
“Kalau kita mengambil bahan dari masyarakat di sekitar sini, artinya orang-orang tua bisa membawa sayur, lauk dan bahan pangan lainnya untuk memenuhi kebutuhan dapur. Dengan begitu, rantai ekonomi masyarakat juga dapat berjalan dengan baik,” katanya.
Djimmy berharap seluruh pihak yang terlibat dapat menjalankan program secara bersama-sama sehingga manfaat SPPG tidak hanya dirasakan penerima manfaat, tetapi juga masyarakat yang berada di sekitar dapur.
Djimmy juga mengatakan, evaluasi dan pengawasan akan terus dilakukan agar pelaksanaan SPPG berjalan sesuai ketentuan dan memberikan manfaat optimal bagi masyarakat. (*)










