TANGERANG, ODIYAIWUU.com — Sejumlah intelektual dan tokoh Papua, Jumat-Sabtu (28-29/8) tampil sebagai pembicara dalam dialog kebangsaan di World Harvest Center Dome Karawaci, Jalan Gunung Rinjani, Taman Himalaya, Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten.
Para pembicara dimaksud yaitu Anggota Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua Dr (Cand) Gracia Billy Yosaphat Y Mambrasar, ST, B.Sc, M.Sc, MBA, EDM dan Anggota DPD RI Daerah Pemilihan (Dapil) Papua Barat Dr Filep Wamafwa, SH, M.Hum.
Kemudian, Anggota Dewan Energi Nasional (DEN) RI Prof Dr Ir Johni Jonatan Numberi, M.Eng, IPM, ASEAN Eng dan Ketua Umum Cendekiawan Perempuan Papua Dr Rosaline Irene Rumaseuw, M.Kes.
Selain itu, tampil juga Wakil Ketua I DPRD Provinsi Papua Tengah Diden Elaby, ST. Dialog dipandu host Unsur Pengarah V Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Pendeta Drs Jonathan Victor Rembeth, M.Div, M.Arts.
Para pembicara dari beragam latar belakang tersebut akan menyampaikan suara kebangsaan dari timur dalam perspektif Papua dan Indonesia Timur dari berbagai bidang. Dialog kebangsaan bertajuk Indonesia yang Kita Yakini: Suara Indonesia dari Timur.
Tema dialog kebangsaan tersebut beralasan mengingat Indonesia dibangun dari keberagaman suara, pengalaman, dan perspektif dari seluruh penjuru negeri. Suara dari timur adalah bagian penting dari cerita dan masa depan Indonesia.
Billy Mambrasar misalnya adalah salah seorang tokoh muda nasional tanah Papua. Ia terlibat aktif dalam mendorong percepatan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat Papua.
Sedangkan Filep Wamafwa dikenal sebagai salah seorang senator muda tanah Papua yang membawa aspirasi dan perspektif masyarakat Papua Barat dalam ruang kebijakan nasional di DPD RI.
Begitu pula Jonatan Numberi, Guru Besar Universitas Cenderawasih, yang berperan dalam melihat isu energi sebagai bagian penting dari pembangunan dan masa depan Indonesia.
Berikut Irene Rumaseuw, yang akan tampil menyajikan materi perspektif perempuan, kesehatan, pendidikan, dan pemberdayaan dalam pembangunan masyarakat Papua.
Sedangkan Diben Elaby, yang membawa perspektif pemerintahan daerah dan aspirasi masyarakat Papua Tengah dalam pembangunan daerah. Kemudian, Jonathan Rembeth, yang memiliki pengalaman dalam pelayanan masyarakat serta isu kebencanaan dan kemanusiaan di Indonesia.
Para pembicara akan membedah suara dari timur melalui enam perspektif dalam satu ruang dialog dan satu pertanyaan besar. Pertanyaan dimaksud yaitu bagaimana suara dari timur dapat menjadi bagian penting dalam membentuk Indonesia yang diyakini seluruh elemen bangsa. (*)










