MOWANEMANI, ODIYAIWUU.com — Pria yang ditemukan meninggal dalam keadaan Tergantung di samping tempat tinggalnya di Sentani diketahui bernama Totarius Dumupa, pria berusia 20 tahun.
Totarius Dumupa berasal dari Kabupaten Dogiyai dan sebelum diketahui tak bernyawa tercatat sebagai mahasiswa Umel Mandiri, Jayapura. Totarous diketahui tak bernyawa di area pembatas lantai dua di samping tempat tinggalnya, kawasan Jalan Tabita, Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura, Selasa (25/8).
“Kabar yang kami terima jenazah adik kami Totarius Dumupa tiba Rabu (26/8) siang di Nabire. Jenazah selanjutnya akan dibawa ke kampung halamannya di Dogiyai,” ujar kerabat korban, Yanuarius Goo di Mowanemani, kota Kabupaten Dogiyai, Papua Tengah, Rabu (26/8).
Menurut Yanuarius, kematian Totarius menyisakan duka mendalam bagi orangtua, saudara dan saudari serta keluarga besar di kampung halaman. Keluarga tak menyangka korban meninggal dengan cara tragis.
”Kami keluarga sungguh tidak percaya adik saya gantung diri dengan kain sarung. Apakah korban mengikat sendiri kain di lehernya untuk mengakhiri hidupnya masih jadi tanda tanya,” kata Yanuarius lebih lanjut.
Pihak keluarga juga berharap agar aparat Kepolisian Resor (Polres) Jayapura mengungkap motif di balik kematian Totarius. Langkah kepolisian itu penting guna memastikan apakah motif kematian itu murni tindakan korban sendiri atau ada motif lain.
Yanuarius menambahkan, kabar kematian Totarius diketahu keluarga pada Selasa (25/8) sekitar pukul 10.00 WIT. Ayah korban, lanjut Yanuarius, kaget mendengar kabar sang putra sudah dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Yowari, Jayapura.
“Kami berharap pihak kepolisian mengusut tuntas kasus kematian ini. Kami ikhlas kematiannya tetapi kami juga berharap agar kepolisian bekerja keras mengungkap motif di balik kematian ini,” kata Yanuarius.
Sebelumnya, media ini memberitakan, seorang pria ditemukan dalam kondisi tak bernyawa di kawasan Jalan Tabita, Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua, Selasa (25/8).
Korban berinisial TD, ditemukan dalam keadaan tergantung di area pembatas lantai dua di samping tempat tinggalnya. Penanganan di tempat kejadian perkara (TKP) dipimpin Perwira Pengawas Ipda Sudirman bersama personel piket fungsi Reskrim dan Unit Identifikasi Polres Jayapura.
Kapolres Jayapura AKBP Dionisius Vox Dei Paron Helan, SIK, MH, M.Tr.Mil melalui Kasat Reskrim Polres Jayapura AKP Axel Panggabean, S.Tr.K, SIK mengatakan, pihak kepolisian langsung merespons laporan masyarakat dengan mendatangi lokasi dan melakukan langkah-langkah kepolisian.
“Setelah menerima informasi terkait penemuan seorang warga yang meninggal dunia, personel piket Reskrim bersama Tim Identifikasi Polres Jayapura segera mendatangi tempat kejadian perkara untuk melakukan pemeriksaan dan olah TKP,” ujar Panggabean di Jayapura, Papua, Selasa (25/8).
Menurut Panggabean, berdasarkan informasi yang diperoleh, sekitar pukul 08.00 WIT petugas menerima laporan mengenai adanya penemuan seseorang yang telah meninggal dunia di kawasan Tabita. Selanjutnya, pada pukul 08.10 WIT, personel piket Reskrim bersama tim identifikasi bergerak menuju lokasi.
Setibanya di TKP, petugas menemukan korban dalam kondisi sudah tidak bernyawa. Petugas kemudian melakukan olah TKP dan pemeriksaan terhadap kondisi korban serta lokasi sekitar untuk kepentingan penyelidikan.
Usai dilakukan proses olah TKP, jenazah korban selanjutnya dievakuasi ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Yowari untuk penanganan lebih lanjut sambil menunggu kedatangan pihak keluarga.
Panggabean menambahkan, pihaknya masih melakukan pendalaman terhadap peristiwa tersebut serta berkoordinasi dengan pihak keluarga dan para saksi yang berada di sekitar tempat kejadian.
“Polres Jayapura telah mengambil langkah-langkah kepolisian sesuai prosedur, termasuk melakukan olah TKP, meminta keterangan saksi-saksi dan melakukan pemeriksaan lebih lanjut terhadap korban untuk memastikan seluruh fakta terkait peristiwa tersebut,” katanya. (*)










