DAERAH  

Pemerintah Melalui BNPB Salurkan Dana Tunggu Hunian untuk Warga Korban Banjir di Pidie Jaya

Pemerintah Pusat melalui melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) saat menyalurkan dana tunggu hunian (DTH) kepada warga terdampak banjir dengan kategori rumah rusak berat di Kabupaten Pidie Jaya, Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam, Rabu (31/12). Foto: Istimewa

MEUREUDU, ODIYAIWUU.com — Pemerintah Pusat melalui melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyalurkan dana tunggu hunian (DTH) kepada warga terdampak banjir dengan kategori rumah rusak berat di Kabupaten Pidie Jaya, Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam, Rabu (31/12).

Sebanyak 27 kepala keluarga (KK) dari Desa Blang Awe, Manyang Cut, Beurawang, dan Meunasah Lhok, Kecamatan Meureudu, tercatat sebagai penerima bantuan tersebut.

“Para penerima DTH merupakan warga yang saat ini memilih tinggal sementara bersama kerabat atau menyewa rumah kontrakan sambil menunggu pembangunan hunian tetap selesai,” ujar Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan (Kapusdatinkom) BNPB Abdul Muhari melalui keterangan yang diperoleh di Jakarta, Minggu (4/1).

Penyerahan buku rekening dan kartu anjungan tunai mandiri (ATM) dilaksanakan Rabu (31/12) pukul 15.00 WIB di Bank Syariah Indonesia (BSI) Cabang Meureudu 2, Pidie Jaya, Nanggroe Aceh Darussalam.

Sebelum menerima buku rekening DTH dari pihak bank, warga terlebih dahulu menandatangani surat tanda terima DTH bermeterai serta melampirkan fotokopi kartu tanda penduduk (KTP) dan kartu keluarga (KK). Dokumen tersebut turut ditandatangani oleh keuchik (kepala desa) dengan cap basah, perwakilan BPBD Kabupaten Pidie Jaya, dan Babinsa.

Melalui mekanisme ini, bantuan DTH disalurkan langsung di muka untuk tiga bulan dengan besaran Rp 600.000 per KK per bulan. Dengan demikian, total bantuan yang diterima masing-masing penerima mencapai Rp 1.800.000.

Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban warga terdampak selama masa transisi dari tanggap darurat menuju pemulihan.

Penyaluran DTH ini merupakan bagian dari upaya kolaboratif antara pemerintah pusat dan daerah dalam memastikan pemulihan sosial dan ekonomi masyarakat terdampak bencana banjir di Pidie Jaya berjalan secara berkelanjutan dan tepat sasaran.

Kegiatan tersebut didampingi Pelaksana Tugas Direktur Pemulihan dan Peningkatan Sosial Ekonomi dan Sumber Daya Alam BNPB, Tenaga Ahli BNPB, Bintara Pembina Desa (Babinsa) serta Keuchik Desa Manyang Cut. (*)