MPLS di SMA Negeri 1 Tiom, Pegiat Literasi Sepi Wanimbo Serahkan Buku Bertema Papua

Kepala Seksi Kurikulum SMA/SMK Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Lanny Jaya sekaligus pegiat literasi Papua Pegunungan Sepi Wanimbo saat menyerahkan buku karyanya di sela-sela acara MPLS di SMAN 1 Tiom, Lanny Jaya, Papua Pegunungan, Selasa (14/7). Foto: Istimewa

TIOM, ODIYAIWUU.com — Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Tiom Kabupaten Lanny Jaya, Provinsi Papua Pegunungan, Selasa-Kamis (14-16/7) mengadakan kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bagi para siswa dan siswi tahun ajaran 2026.

Selama MPLS para siswa dan siswi akan diberikan sejumlah materi oleh para guru, pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lanny Jaya, pihak gereja, dan polisi. Profil SMAN 1 Tiom juga akan menjadi materi yang akan disajikan bagi para siswa dan siswi.

Kegiatan MPLS diawali dengan doa dan diikuti dengan materi bertema Remaja yang Berkarakter Takut akan Tuhan yang disampaikan pimpinan gereja lokal Pendeta Beribus Tabuni. Dalam kesempatan tersebut, gembala Tabuni mengajak anak muda agar selama menempuh studi selalu mendekatkan diri dengan Tuhan melalui doa.

“Saya meminta anak-anak agar selama studi jangan melupakan Tuhan tetapi nomorsatukan Tuhan. Hal ini penting karena kunci keberhasilan ada di dalam Tuhan. Ketika kita di luar Tuhan hidup akan jadi sia-sia. Saya minta para siswa dan siswi selalu mendekatkan diri melalui doa dan pelayanan kepada Tuhan agar kelak kita menjadi orang sukses,” kata Pendeta Tabuni.

Kepala Seksi Kurikulum SMA/SMK Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Lanny Jaya Sepi Wanimbo dalam kesempatan itu menyampaikan materi bertema Peran Strategis Pendidikan dalam Membentuk Generasi Unggul dan Berkarakter. Sepi juga menyampaikan tiga jenis pendidikan yaitu pendidikan formal, non-formal, dan informal memegang peran sangat penting.

“Tiga bagian pendidikan ini sangat penting bagi generasi muda. Karena itu, saya mengharapkan agar anak-anak belajar dengan tekun, fokus dan serius untuk mengejar cita-cita demi masa depan,” ujar Sepi.

Menurut Sepi, pendidikan merupakan jaminan bagi masa depan masyarakat, bangsa, dan negara serta gereja. Para siswa dan siswi sebagai calon pemimpin tidak hanya belajar di ruang kelas atau sekolah tetapi di mana saja, baik di rumah maupun di tengah masyarakat.

“Ilmu pengetahuan itu pertama kali kita peroleh dari orang tua kita di honai. Dari sana awal kita belajar tentang arti kasih dan persaudaraan, sejarah, teladan, bahasa, budaya, dan lain-lain. Pengetahuan dan teladan kemudian diperluas di sekolah dan di tengah masyarakat,” ujar Sepi, yang juga penulis buku dan pegiat literasi Papua Pegunungan.

Sepi juga menambahkan, saat berada di rumah anak-anak juga diajarkan nilai-nilai kejujuran, kedamaian, keadilan dan kasih. Orangtua menjadi guru pertama yang memberi contoh dan teladan serta menanamkan kasih sebelum anak tumbuh kembang melalui pendidikan jenjang di atasnya.

“Bapa dan ibu guru akan setia mengajar, mendidik, mengasihi, dan memotivasi kalian semua. Karena itu, harus rajin belajar agar menjadi pribadi yang pintar dan rendah hati meraih cita-cita,” kata Sepi.

Sepi juga meminta anak-anak membiasakan diri meluangkah waktu luang membaca buku dan berdiskusi dengan teman-teman maupun para guru. Ia juga mengajak para siswa dan siswi mengujungi perpustakaan untuk membaca buku.

“Saya liat hampir seluruh tanah Papua ini sangat kekurangan buku bacaan. Oleh sebab itu bagi pimpinan sekolah jika ada peluang mohon datangkan buku-buku kontekstual Papua agar menjadi bahan bacaan para siswa,” ujar Sepi.

Dalam kesempatan tersebut, Sepi juga menyerahkan sejumlah buku bertema Papua karya para penulis asli bumi Cenderawasih. Buku-buku tersebut antara lain Kebudayaan Suku Lani, Mengapa Mereka Ditolak dari Tanah Leluhurnya, dan Prabowo dan Tantangan Penyelesaian Konflik Papua.

Kepala SMAN 1 Tiom Denny Wenda menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas sajian materi dan sumbangan buku karya putra asli Papua. “Buku yang telah disumbangkan ini akan membantu kami jadi bahan muatan local,” ujar Denny.

Ketua Panitia MPLS Kilaus Wenda mengatakan, masa pengenalan lingkungan sekolah akan berlangsung selama dua hari. “Kami meminta doa dan dukungan semua pihak agar kegiatan ini berjalan sukses,” kata Wenda. (*)