TIMIKA, ODIYAIWUU.com — Pemerintah Kabupaten Dogiyai di bawah kepemimpinan Bupati Yudas Tebai, S.Pd, M.Si dan Wakil Bupati Yuliten Anouw, SE tetap berkomitmen mendorong sumber daya manusia (SDM) bidang pendidikan dan kesehatan demi kemajuan masyarakat dan daerah.
Upaya mendorong dua sektor vital tersebut dilakukan melalui peningkatan kualitas SDM dan pembangunan sarana-prasarana. Meski demikian, sektor-sektor lain juga menjadi perhatian Pemkab Dogiyai sehingga semua sektor bergerak secara holistik demi kemajuan daerah dan pelayanan sosial kemasyarakatan.
“Sektor pendidikan menjadi prioritas utama kami melalui pembangunan fasilitas pendidikan, peningkatan mutu tenaga pendidik, serta penguatan kualitas peserta didik,” ujar Bupati Tebai di sela-sela acara Forum Strategis Percepatan Pembangunan Papua di Hotel Horison Diana, Timika. kota Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Selasa (12/5).
Menurut Tebai, mantan Kepala Dinas Pendidikan Dogiyai, penguatan SDM tenaga pendidik telah menjadi program berkelanjutan sejak beberapa tahun terakhir. Dalam beberapa waktu belakangan Pemkab Dogiyai melalui Dinas Pendidikan mengirim guru-guru dalam tiga angkatan untuk mengikuti peningkatan kapasitas dan pelatihan.
“Sejak 2018 Pemkab Dogiyai sudah menjalankan program peningkatan kapasitas guru. Hingga saat ini sudah ada tiga angkatan tenaga pendidik yang kami kirim untuk meningkatkan kompetensinya,” kata Tebai, mantan guru SMA Negeri 1 Mulia, Kabupaten Puncak Jaya, Papua Tengah.
Selain peningkatan kualitas guru, Pemkab Dogiyai juga menjalin kerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi di Indonesia. Di antaranya Universitas Cenderawasih (Uncen) Jayapura dan Universitas Katolik (Unika) Parahyangan Bandung, Jawa Barat.
“Kerja sama dengan dua perguruan tinggi ini fokus mendukung peningkatan kualitas guru dan mencetak calon tenaga pendidik yang siap kembali mengabdi di Dogiyai,” ujar Bupati Tebai, Magister (S2) Ilmu Pemerintaha lulusan Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Jatinangor, Bandung tahun 2014-2017.
Tebai menambahkan, ipaya peningkatan kualitas SDM di bidang pendidikan diikuti pula pembangunan infrastruktur pendidikan. Misalnya dengan membangun ruang kelas baru serta fasilitas pendukung lainnya secara bertahap setiap tahun.
Para pelajar maupun mahasiswa juga menjadi sentra perhatian Pemkab Dogiyai dengan menyediakan pemodokan memadai yang sudah berjalan sejak 2017–2018. Pemondokan bagi pelajar dan mahasiswa asal Dogiyai saat ini juga menyebar di berbagai kota studi.
Misalnya, asrama pelajar dan mahasiswa di sejumlah kota di Indonesia seperti Yogyakarta, Semarang, Jakarta, Malang, Makassar, dan Gorontalo. Sementara di wilayah tanah Papua juga terdapat di Jayapura, Manokwari, Sorong, dan Nabire. Di Timika akan dibangun tahun depan.
“Anak-anak kami yang studi di luar Papua maupun di dalam Papua sudah kami asramakan agar mereka fokus belajar dan setelah selesai bisa kembali membangun daerah,” kata Bupati Tebai, sarjana Bahasa Inggris jebolan FKIP Uncen, Jayapura.
Selain sektor pendidikan, kata Tebai, Pemkab Dogiyai juga memberikan perhatian terhadap sektor Kesehatan. Saat ini, Dogiyai memiliki satu rumah sakit daerah dan 15 Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) di mana sebagian besar sudah terakreditasi.
“Saat ini Pemkab Dogiyai sedang berupaya meningkatkan status rumah sakit dari tipe D menjadi tipe C guna meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan. Kami berharap tahun depan rumah sakit bisa naik status menjadi tipe C agar layanan semakin optimal,” kata Tebai.
Menurutnya, pelayanan kesehatan 24 jam sudah diterapkan di rumah sakit serta Puskesmas di Mowanemani, kota Kabupaten Dogiyai. Sementara untuk wilayah kampung, pelayanan disesuaikan dengan kondisi geografis dan kebutuhan masyarakat setempat.
“Saat ini Pemkab Dogiyai sedang menyiapkan lima tenaga dokter untuk melanjutkan pendidikan spesialis. Langkah ini kami lakukan untuk mengatasi keterbatasan tenaga medis, khususnya dokter spesialis di daerah. Dokter umum sudah cukup banyak. Sekarang kami siapkan mereka untuk sekolah spesialis agar pelayanan kesehatan di Dogiyai semakin baik,” ujar Tebai.
Tebai menambahkan, pembangunan sektor pendidikan dan kesehatan ibarat dua sisi dari satu mata uang logam, tak terpisahkan, bila bicara soal SDM. Kemajuan daerah diakui sangat ditentukan kualitas SDM yang dimiliki daerah bersangkutan. (*)










