TIMIKA, ODIYAIWUU.com — Ketua Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua Dr Velix Vernando Wanggai, SIP, MPA, Sabtu (2/5) meninjau Sekolah Rakyat Terintegrasi 76 di Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah.
Dalam rangkaian dalam rangkaian kunjungan kerja di tanah Amungsa, bumi Kamoro sejak Kamis (29/4), selain membuka pelatihan Program Artificial intelligence (AI) Ignition Road to Timika yang digagas PT Freeport Indonesia (PTFI) bersama Grasberg Academy, tokoh muda nasional asal tanah Papua dan mantan Penjabat Gubernur Papua Pegunungan, juga meninjau Sekolah Rakyat Terintegrasi 76 Mimika.
Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah pusat memastikan percepatan pembangunan sumber daya manusia (SDM) Papua berjalan optimal, khususnya melalui sektor pendidikan yang inklusif dan terintegrasi.
Dalam peninjauan tersebut, Velix didampingi Kepala Dinas Sosial Kabupaten Mimika Hasan Kemong serta Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Yulita Kudiai. Mereka melihat secara langsung kesiapan infrastruktur serta konsep pengembangan sekolah yang dirancang sebagai pusat pembinaan generasi muda Papua.
Program Sekolah Rakyat Terintegrasi sendiri merupakan salah satu inisiatif strategis dalam kerangka Otonomi Khusus Papua yang difokuskan pada peningkatan akses pendidikan berkualitas, terutama bagi masyarakat rentan dan wilayah terpencil.
Model sekolah ini, kata Velix, doktor lulusan Universitas Padjadjaran, Bandung, Jawa Barat, mengintegrasikan pendidikan formal dengan pembinaan karakter, keterampilan hidup (life skills) serta dukungan sosial.
Velix menegaskan, pembangunan sekolah berbasis integrasi seperti ini menjadi kunci dalam mencetak generasi emas Papua yang unggul, mandiri, dan berdaya saing. Pendidikan diakui Velix adalah fondasi utama pembangunan Papua.
“Sekolah Rakyat Terintegrasi di Mimika ini diharapkan menjadi role model dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang tidak hanya mengajar, tetapi juga membina dan memberdayakan,” ujar Velix Wanggai melalui keterangan tertulis yang diperoleh di Jakarta, Minggu (3/5).
Secara nasional, lanjut Velix, pemerintah melalui berbagai kementerian terus mendorong penguatan pendidikan berbasis komunitas dan vokasi sebagai bagian dari strategi peningkatan kualitas SDM Indonesia menuju bonus demografi 2045.
“Papua menjadi salah satu prioritas utama dalam program tersebut, seiring dengan implementasi Otonomi Khusus jilid II yang menitikberatkan pada sektor pendidikan, kesehatan, dan ekonomi masyarakat,” kata Velix, tokoh muda dan putra asli Papua kelahiran Jayapura 16 Februari 1972.
Sementara Kadis Sosial Mimika Hasan Kemong menjelaskan, Sekolah Rakyat Terintegrasi 76 ini diharapkan mampu menjawab berbagai tantangan sosial, termasuk penanganan anak-anak dari keluarga kurang mampu agar tetap mendapatkan akses pendidikan yang layak.
“Kami berharap fasilitas ini nantinya tidak hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga pusat pembinaan sosial bagi anak-anak di Mimika,” ujar Hasan Kemong.
Kemong menambahkan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika berkomitmen untuk terus bersinergi dengan pemerintah pusat guna memastikan pembangunan berjalan tepat waktu dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Dengan adanya dukungan lintas sektor ini Sekolah Rakyat Terintegrasi 76 Mimika diharapkan menjadi salah satu tonggak penting dalam mendorong kemajuan pendidikan dan kesejahteraan masyarakat Papua secara berkelanjutan. (*)










