LABUAN BAJO, ODIYAIWUU.com — Presiden Republik Indonesia H. Prabowo Subianto, Rabu (26/8) tiba di Bandar Udara Internasional Komodo, Labuan Bajo, kota Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur.
Dari Labuan Bajo, ujung barat Pulau Flores, Kepala Negara selanjutnya bertolak menuju Kabupaten Nagekeo untuk meninjau langsung kondisi masyarakat yang terdampak gempa bumi magnitudo 7.7 di Flores.
Kedatangan Presiden menjadi bentuk nyata kehadiran negara di tengah masyarakat yang sedang menghadapi masa sulit akibat bencana gempa bumi yang meluluhlantakkan Nusa Bunga pada Sabtu (15/8) pagi.
Presiden dijadwalkan melihat langsung kondisi warga, sekaligus memastikan penanganan dan dukungan pemerintah bagi masyarakat terdampak berjalan secara optimal.
Presiden Prabowo Subianto sempat memimpin rapat koordinasi di Posko Penanganan Bencana Alam NTT Komando Daerah (Kodam) IX/Udayana di Nagekeo, Pulau Flores.
Dalam rapat tersebut, Prabowo didampingi sejumlah menteri terkait seperti Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo dan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia.
Selain itu, Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian dan Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo. Hadir pula Gubernur NTT Melkiades Emanuel Laka Lena serta sejumlah kepala daerah.
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto melaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto mengenai dampak gempa NTT dalam rapat di Posko Penanganan Gempa NTT di Nagekeo.
Dalam laporannya, Suharyanto mengatakan, berdasarkan data per Rabu (26/8), korban meninggal dunia akibat gempa NTT sebanyak 105 jiwa. “Bapak Presiden, kami laporkan. Untuk yang meninggal dunia ada 105 jiwa,” ujar Suharyanto.
Selain korban meninggal dunia, Suharyanto juga melaporkan mengenai korban luka, dan infrastruktur yang rusak akibat gempa NTT. Dikatakan, terdapat 1.678 orang luka-luka, dan jumlah pengungsi saat ini sebanyak 179.037 orang.
Selanjutnya, jumlah rumah rusak yang terdata sejauh ini sebanyak 81.436 unit. Suharyanto juga menyebut bahwa tiga kabupaten terdampak yang paling parah meliputi Kabupaten Manggarai, Manggarai Timur, dan Nagekeo.
Presiden Prabowo Subianto sebelumnya, Sabtu (15/8) mengirim bantuan presiden (banpres) berupa sembilan bahan pokok (sembako) sebanyak 50.000 paket untuk didistribusikan ke masyarakat terdampak bencana gempa bumi Pulau Flores.
Pengiriman bantuan tersebut merupakan wujud komitmen pemerintah untuk bergerak cepat menangani warga terdampak gempa di Flores seperti Kabupaten Manggarai Barat. Manggarai, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, Sikka, dan Flores Timur.
“Saat ini telah diberangkatkan ke Maumere (kota Kabupaten Sikka) berupa 50.000 paket sembako dari Banpres untuk masyarakat terdampak bencana di Pulau Flores,” ujar Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya melalui keterangan tertulis Badan Komunikasi (Bakom) Pemerintah RI di Jakarta, Sabtu (15/8).
Presiden Prabowo, ujar Teddy, juga menugaskan beberapa pejabat pusat untuk langsung ke Labuan Bajo, kota Kabupaten Manggarai Barat dan Maumere. Mereka yang ditugaskan, yakni Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Menteri Dalam Negeri, Menteri Pekerjaan Umum, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), dan Kepala Basarnas.
Selain itu, Wakil Menteri Kesehatan, Wakil Menteri Sosial serta tim dari PLN, Pertamina, Telkom, dan Bulog. “Presiden Prabowo telah memerintahkan seluruh jajaran untuk bergerak cepat melakukan penanganan dan memastikan masyarakat yang terdampak mendapatkan bantuan yang dibutuhkan,” kata Teddy.
Suharyanto mengatakan, banpres yang dikirim Prabowo segera didistribusikan kepada warga yang membutuhkan. “Ini segera kami akan kirimkan untuk membantu kebutuhan logistik awal di daerah bencana,” ujar Suharyanto dalam konferensi pers di Jakarta, Sabtu (15/8) siang.
Selain sembako, pemerintah bakal memastikan pemenuhan berbagai kebutuhan dasar warga terdampak gempa. Bantuan yang disiapkan meliputi makanan, minuman, air bersih, tenda atau tempat berlindung, genset serta kebutuhan darurat lainnya.
Pemerintah juga terus mengoptimalkan persediaan logistik yang tersedia di wilayah sekitar lokasi bencana. Suharyanto menjelaskan, Kementerian Sosial dalam satu hingga dua hari ke depan akan menggeser persediaan dari kabupaten-kabupaten tetangga yang terdampak lebih ringan atau tidak terdampak gempa.
Salah satu wilayah yang memiliki persediaan logistik adalah Flores Timur. Kementerian Sosial dan BNPB masih menyimpan sejumlah kebutuhan dasar di gudang logistik, sehingga dapat segera dimanfaatkan untuk membantu masyarakat terdampak.
Persediaan tersebut sebelumnya disiapkan sebagai cadangan untuk penanganan masyarakat terdampak erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki. “Di gudang masih banyak barang-barang, dan untuk sementara ini akan kita geser ke daerah terdampak bencana gempa bumi,” ujar Suharyanto. (*)










