MANADO, ODIYAIWUU.com — Mahasiswa asal Tolikara yang terhimpung dalam organisasi Ikatan Mahasiswa Tolikara (IMT) di Manado, Sulawesi Utara, Senin (19/3) menyalurkan bantuan sosial bagi warga terdampak atau korban musibah kebakaran di Distrik Karubaga, Kabupaten Tolikara, Provinsi Papua Pegunungan.
Musibah kebakaran menghanguskan rumah serta kios mengakibatkan sejumlah warga masyarakat mengalami luka-luka dan kerugian material sangat besar. Musibah itu tidak hanya menyedot perhatian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tolikara dan berbagai pihak di daerah ambil bagian dalam aksi solidaritas sosial bagi korban.
Keprihatinan atas musibah kebakaran itu menggugah mahasiswa asal Tolikara di berbagai kota studi di Indonesia. Sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat di kampung halaman, mahasiswa asal Tolikara di Sulawesi Utara juga melakukan aksi penggalangan bantuan dan donasi pada Jumat-Sabtu (13-14/2) di Manado.
“Dari aksi penggalangan donasi dan bantuan di Manado, kami berhasil mengumpulkan uang sebesar Rp 20.000.000 dari masyarakat di kota Manado. Bantuan ini kami serahkan langsung bersama sejumlah alumni IMT Manado kepada perwakilan warga terdampak kebakaran,” ujar Ketua Umum IMT Manado Tenggimus Weya melalui keterangan tertulis dari Manado, Sulawesi Utara, Jumat (20/3).
Menurut Tenggimus Weya, bantuan berupa uang tersebut disalurkan di Posko Induk dalam bentuk sembilan bahan pokok (sembako). Bantuan tersebut, lanjutnya, secara teknis disalurkan kepada masyarakat terdampak kebakaran di Distrik Karubaga.
“Kami berdoa dan berharap agar bantuan ini sedikit membantu meringankan beban masyarakat yang terdampak musibah kebakaran. Bantuan ini juga sekaligus merekatkan persaudaraan antara mahasiswa asal Tolikara di tanah rantau dengan warga masyarakat di kampung halaman,” kata Tenggimus lebih lanjut.
Menurut Tenggimus, proses penyaluran bantuan ini sedikit mengalami keterlambatan karena terhambat bantuan transportasi dari pemerintah. Namun, berkat doa dan usaha pengurus IMT Manado beserta anggota bantuan tersebut diantar melalui transportasi udara dari Manado ke Jayapura. Kemudian, dilanjutkan menggunakan mobil ke Karubaga.
“Saya atas nama pengurus menyampaikan terima kasih kepada seluruh mahasiswa IMT Manado yang sudah bekerja keras menggalang donasi. Kami juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat dan para donatur, simpatisan serta serta pihak-pihak yang telah memberikan dukungan dan bantuan dalam aksi solidaritas kemanusiaan ini,” ujarnya. (*)










