ENDE, ODIYAIWUU.com — Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Dr Suharyanto, S.Sos, MM, Rabu, (19/8) menyebut beredar informasi yang mengatakan bahwa akan ada gempa susulan berkekuatan lebih besar dari gempa utama 7,7 magnitudo merupakan informasi hoaks
Suharyanto mengatakan hal tersebut saat berkunjung ke Kabupaten Ende dan memimpin pertemuan bersama Tim Satuan Tugas (Satgas) Bencana Kabupaten Ende di Posko Bencana, Kantor BPBD Ende, Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur.
“Karena nanti saya akan bertemu masyarakat setelah ini. Silakan diarahkan ke titik mana, saya akan berbicara langsung saja ke masyarakat bahwa hoaks-hoaks terkait adanya bencana gempa susulan yang lebih besar dari 7,7 magnuto itu hoaaks,” ujar Suharyanto melalui keterangan tertulis di Ende, Flores, NTT, Rabu (19/8).
Menurut Suharyanto, dalam ilmu apapun dan dalam sejarah terjadinya gempa belum pernah terjadi gempa susulan yang kekuatannya lebih besar dari gempa utama.
“Apalagi ada yang mengatakan tsunami. Ko, gempa utamanya sudah lewat, mana ada tsunami. Jadi tsunaminya lebih besar dari kemarin yang hanya 1 meter. Itu nggak mungkin,” kata Suharyanto lebih lanjut.
Suharyanto menyarankan, informasi semacam ini perlu disampaikan ke masyarakat agar masyarakat tidak termakan dengan berita-berita hoaks yang tidak bertanggung jawab.
“Tadi pada saat kita memberikan perhatian di Sikka, saat kita memberikan perhatian sempat terjadi gempa. Memang masyarakat langsung histeris tetapi begitu lihat kita diam, tidak goyang, dan lari. Tidak apa-apa,” kata Suharyanto.
Menurut Suharyanto, gempa susulan semacam begitu tidak akan berhenti selama Tiga Minggu ke depan berdasarkan informasi yang disampaikan Kepala BMKG. ”Masa kita nunggu tiga Minggu. Baru Satu Minggu saja banyak hal-hal yang sudah kita lewatkan. Fasilitas publik, pelayanan. Masa kita harus menunggu dua minggu lagi,” katanya.
“Ini yang harus dijelaskan ke masyarakat. Tinggal yang mengungsi komunal dan juga mandiri itu bisa berkurang. Kalau tidak berarti memang rumahnya rusak, baik rusak ringan sedang, dan berat,” lanjut Suharyanto.
Suharyanto beserta jajarannya sebelumnya menggelar rapat bersama Tim Satgas Bencana Kabupaten Ende dihadiri Bupati Ende Yosef Benediktus Badeoda, Wakil Bupati Dominikus Minggu Mere, Dandim 1602/Ende, Wakapolres Ende, Kepala BPBD Provinsi NTT, dan Kepala BPBD Kabupaten Ende.
Usai rapat, Suharyanto bersama rombomgan dan Tim Satgas Bencana Kabupaten Ende langsung meninjau lokasi korban terdampak gempa Flores di Kecamatan Ende, tepatanya di Desa Peozakaramba. (*)










