TIMIKA, ODIYAIWUU.com — Bupati Kabupaten Mimika Johannes Rettob, Wakil Bupati Emanuel Kemong, dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Sabtu (15/8) malam menggelar pertemuan bersama seluruh pemangku kepentingan (stakeholder) di Timika, kota Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah.
Dalam pertemuan yang diselenggarakan menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tahun 2026 tersebut, John Rettob mengajak seluruh stakeholder memperkuat persatuan dan bersama-sama menjaga keamanan serta ketertiban daerah.
Dalam pertemuan sekaligus menjadi wadah silaturahmi dan jamuan makan malam selain unsur Forkopimda hadir pula pimpinan TNI-Polri, lembaga adat, partai politik (parpol), organisasi sosial kemasyarakatan, tokoh agama, perempuan, pemuda, dan tokoh masyarakat.
Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban sekaligus menjadi ruang bagi berbagai unsur masyarakat untuk membangun komunikasi, bertukar pandangan sekaligus menyatukan komitmen menjaga Mimika tetap aman, damai, dan kondusif.
Bupati John Rettob mengatakan, keamanan dan ketertiban masyarakat merupakan fondasi penting bagi keberlangsungan pemerintahan dan pembangunan. Karena itu, pemerintah membutuhkan dukungan seluruh tokoh dan kelompok masyarakat yang memiliki peran serta pengaruh di tengah warga.
“Melihat situasi yang ada saat ini, kami berharap kita semua yang hadir di sini, selaku ketua organisasi, ketua paguyuban, pengurus partai politik, organisasi kemasyarakatan serta Bapak-Ibu sekalian yang memiliki massa dan pengaruh di masyarakat, kiranya dapat membantu pemerintah daerah,” ujar John Rettob melalui keterangan tertulis di Timika, Papua Tengah, Minggu (16/8).
Menurut John Rettob, dinamika sosial yang berkembang di tengah masyarakat menyertai jajaran pemerintah menunaikan berbagai agenda belakangan, termasuk kegiatan unjuk rasa dan pawai, perlu dihadapi dengan kepala dingin melalui komunikasi yang intensi dan berkualitas serta koordinasi yang baik antara semua stakeholder.
Pemerintah, ujar John Rettob, tidak mungkin bekerja sendiri. Namun, kolaborasi antara pemerintah, aparat keamanan, tokoh masyarakat, dan berbagai stakeholder menjadi kunci untuk memastikan setiap persoalan dapat dikelola secara bijaksana.
“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Kita harus berkolaborasi, berkomunikasi, dan berkoordinasi untuk bersama-sama membangun daerah sekaligus menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat,” kata John Rettob.
Pertemuan tersebut, lanjut John Rettob, juga memiliki arti penting karena membuka ruang komunikasi yang lebih dekat antara pemerintah daerah dan para tokoh masyarakat. Dari ruang seperti inilah, berbagai aspirasi, persoalan maupun informasi yang berkembang di tengah masyarakat dapat disampaikan secara langsung.
Apalagi, peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI tinggal menghitung hari. John Rettob berharap agar momentum peringatan ulang tahun kemerdekaan tahun ini tidak sekadar dirayakan dengan kegiatan seremonial, tetapi juga diisi dengan semangat persaudaraan dan kepedulian untuk menjaga daerah.
“Momentum kemerdekaan harus kita sambut bersama dengan suasana yang aman, damai dan penuh persaudaraan,” ujar John Rettob lebih lanjut.
Sedangkan Wakil Bupati Mimika Emanuel Kemong dalam kesempatan tersebut mengatakan, kepemimpinan bersama Bupati John Rettob telah memasuki tahun kedua. Meski demikian, kata Emanuel, masih terdapat berbagai pekerjaan rumah yang membutuhkan perhatian dan penyelesaian secara bersama-sama.
Karena itu, lanjut Emanuel, komunikasi langsung dengan unsur Forkopimda dan para tokoh masyarakat menjadi bagian penting dalam menjalankan pemerintahan. Para tokoh dinilai memiliki posisi strategis sebagai jembatan komunikasi yang efektif dan produktif antara pemerintah dan masyarakat.
“Kita datang dari berbagai latar belakang budaya, adat, dan lain sebagainya. Momen ini menghadirkan para tokoh untuk menjadi jembatan serta menyampaikan informasi yang tepat kepada warga masyarakat melalui ikatan kerukunan dan wadah masing-masing,” ujar Emanuel.
Emanuel menilai, keberagaman Mimika merupakan kekuatan yang harus terus dirawat dan dimaksimalkan demi kemajuan masyarakat dan daerah. Berbagai persoalan yang muncul di tengah masyarakat tidak seharusnya menjadi alasan untuk memperlebar perbedaan, melainkan menjadi momentum untuk memperkuat dialog dan mencari jalan keluar bersama.
“Tidak semua persoalan bisa diselesaikan oleh satu pihak. Kita perlu terbuka, duduk bersama dan mencari solusi yang bisa diterima serta dilaksanakan bersama,” kata Emanuel lebih lanjut.
Silaturahmi tersebut pada akhirnya bukan hanya tentang pertemuan pemerintah dengan para tokoh masyarakat. Lebih dari itu, forum tersebut menjadi pengingat bahwa menjaga Mimika merupakan tanggung jawab bersama.
Di tengah keberagaman suku, agama, adat, organisasi, dan latar belakang sosial, persatuan menjadi modal penting untuk memastikan Mimika terus bergerak maju.
Semangat kebersamaan itu diharapkan semakin terasa saat masyarakat Mimika menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan RI sekaligus merayakan kemerdekaan dengan penuh sukacita tetapi tetap menjaga kedamaian, ketertiban, dan semangat persaudaraan sebagai modal sosial membangun Mimika. (*)










