JAKARTA, ODIYAIWUU.com — Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Kemenko Polkam) Republik Indonesia, Selasa (11/8) menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Lintas Kementerian dan Lembaga (K/L) di Kantor Kemenko Polkam, Jalan Medan Merdeka Barat, Gambir, Jakarta Pusat.
Rakor yang diinisasi Menteri Polkam Jenderal TNI (Purn) Djamari Chaniago dihadiri juga Deputi Bidang Koordinasi Politik Dalam Negeri Mayjen TNI Dr Heri Wiranto, SE, MM, M.Tr.(Han), Bupati Jayawijaya Atenius Murip, SH, MH, Ketua Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua Dr Velix Vernando Wanggai, SIP, MPA, dan Wakil Bupati Lanny Jaya Fredi Ginia Tabuni, ST.
Bupati Atenius Murip dalam kesempatan tersebut menyajikan materi terkait situasi dan kondisi Jayawijaya pascakonflik di Wamena beberapa waktu lalu. Materi terdiri dari beberapa bagian. Bagian pertama, berisi pengantar, gambaran umum, maksud dan tujuan, keluaran/hasil.
Bagian kedua memuat intisari yang terdiri dari kronik konflik sosial, dampak/akibat konflik sosial, dan inventarisasi data korban (manusia dan material). Bagian ketiga terkait berbagai upaya penanganan dan penanggulangan yang dilakukan pemerintah baik Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Pegunungan maupun Kabupaten Jayawijaya, tantangan pemerintah daerah, mengapa negara harus hadir dan rekomendasi.
Selain itu, di akhir sajian materi disertakan lampiran berupa upaya rekonsiliasi oleh Gubernur Provinsi Papua Pegunungan Dr John Tabo, SE, MBA, dokumen foto dan visual kunjungan pasca konflik, isi surat perdamaian serta kegiatan yang dipublikasi media oleh wartawan atau jurnalis.
Bupati Atenius dalam rakor tersebut mengatakan, negara harus hadir memberikan bantuan terutama rekonstruksi rumah warga yang telah terbakar. Saat ini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayawijaya tidak memiliki alokasi dana yang besar untuk merekonstruksi hampir 300-unit rumah warga yang terbakar selama konflik sosial.
“Pada kesempatan yang baik ini, kami memohon kepada bapak dan ibu perwakilan kementerian dan lembaga untuk mengambil keputusan dan bergerak cepat. Warga saya sudah mengungsi empat bulan. Hati kami menangis melihat situasi yang berat ini. Sekali lagi kami mohon bantuan bapak, ibu sekalian. Langkah cepat bapak dan ibu merupakan bukti kehadiran negara untuk warga negara di Jayawijaya dan Papua Pegunungan,” ujar Bupati Murip.
Bupati Murip juga memberikan data rinci per kampung dan distrik rumah warga terbakar pada konflik sosial dimaksud yang menjadi lokus rakor ini. Data dinas di Jayawijaya yang turun langsung ambil pada 22 Mei 2026 mencatat, banyak rumah warga yang terbakar di sejumlah distrik.
Di Distrik Wouma ada beberapa rumah; Wesakin 99 rumah, Logonoba 79 rumah; Wouma 56 rumah; Pipitmo 15 rumah, dan Hubikiak 27 rumah. Ada beberapa rumah warga yang belakangan baru tercatat. Totalnya sekitar 300-an lebih rumah.
Atenius atas nama Pemerintah Kabupaten Jayawijaya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Menko Polkam yang diwakili Dr Heri, yang menginisiasi pertemuan ini sehingga berjalan lancar dan sukses.“Saya juga menyampaikan terima kasih kepada ibu dan bapak perwakilan kementerian dan lembaga, Bapak Velix Wanggai, Bapak Wakil Bupati Lanny Jaya serta ibu dan bapal peserta rakor. Kami akan tetap menunggu langkah-langkah selanjutnya,” kata Bupati Murip.
Dalam rakor tersebut, Bupati Murid juga menyampaikan pihaknya sudah mengimbau seluruh masyarakat Jayawijaya dan Papua Pegunungan serta seluruh elemen tetap berdoa dan mendukung langkah-langkah yang diambil Pemda berkoordinasi dengan Kementerian Polkam serta kementerian dan lembaga lainnya sehingga Jayawijaya tetap aman, nyaman, dan damai mulai saat ini dan di masa akan datang.
“Kami juga memohon ibu dan bapak sekalian agar membantu mendoakan masyarakat Jayawijaya. Semoga langkah-langkah koordinatif yang kami lakukan dengan niat tulus ini dapat membawa hasil nyata terutama rekonstruksi dan rehabilitasi pascakonflik di Wamena dan Jayawijaya. Tuhan berkati. Wa wa wa (terima kasih),” ujar Murip. (*)










