WAMENA, ODIYAIWUU.com — Kepolisian Resor (Polres) Jayawijaya, Senin (10/8) mengerahkan 312 personel untuk mengamankan pelaksanaan Karnaval Budaya Wamena di Kota Wamena, Jayawijaya, Provinsi Papua Pegunungan.
Kepala Bagian Operasi Polres Jayawijaya AKP Edi Tohir Sabara mengatakan, personel yang diterjunkan terdiri atas anggota Polres Jayawijaya dan 85 personel Brigade Mobil (Brimob).
Menurut Edi, Polres Jayawijaya menempatkan personel di sepanjang rute karnaval, terutama pada setiap persimpangan jalan yang menjadi titik pengamanan.
Selain mengamankan rute, personel Brimob juga ditempatkan pada sejumlah titik dengan kekuatan enam anggota di setiap lokasi hingga area akhir kegiatan.
“Jumlah personel yang Polres terjunkan dari sprint yang ada, 312. Itu terdiri dari anggota Polres dan anggota Brimob sebanyak 85 personel,” ujar Edi di Wamena, Jayawijaya, Papua Pegunungan, Senin (10/8).
Menurut Edi, pengamanan juga melibatkan personel TNI yang ditempatkan di sejumlah titik, termasuk kawasan luar atau ring luar kegiatan.
Personel TNI bertugas memantau pergerakan orang dan barang yang masuk ke kawasan kegiatan untuk mengantisipasi hal-hal mencurigakan.
Polres Jayawijaya juga menurunkan personel berpakaian sipil untuk melakukan pemantauan secara tertutup selama kegiatan berlangsung.
Edi menambahkan, pengamanan ekstra tersebut dilakukan karena situasi keamanan di Wamena masih menjadi perhatian setelah insiden penembakan yang melukai dua warga sipil pada Sabtu (8/8).
“Kami juga terjunkan tim-tim tertutup untuk memantau. Dari teman-teman TNI juga diterjunkan personel untuk memantau keluar masuknya orang maupun barang yang mencurigakan,” kata Edi lebih lanjut.
Edi mengapresiasi masyarakat yang mengikuti karnaval dan pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) karena tetap menjaga ketertiban selama kegiatan berlangsung.
Menurut Edi, kerja sama masyarakat dengan aparat keamanan menjadi faktor penting dalam menjaga situasi tetap kondusif.
“Alhamdulillah aman terkendali. Itu berkat kerja sama masyarakat. Mau satu batalyon yang mengamankan satu event, tetapi kalau tidak ada kerja sama dari masyarakat, situasi kondusif begini tidak akan bisa terjadi,” kata Edi. (*)










