DAERAH  

Kasat Pol Pamong Praja dan Linmas Tolikara Yonias Weya Yikwa Serukan Pentingnya Menjaga Perdamaian

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja dan Perlindungan Masyarakat Kabupaten Tolikara, Provinsi Papua Pegunungan Yonias Weya Yikwa, SE. Foto: Istimewa

KARUBAGA, ODIYAIWUU.com —‎ Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) dan Perlindungan Masyarakat (Linmas) Kabupaten Tolikara Yonias Weya Yikwa, SE, Senin (26/10) menyampaikan seruan pentingnya membangun dialog antar pihak yang bertikai di Distrik Karubaga, Provinsi Papua Pegunungan.

Menurut Yonias Weya Yikwa, seruan tersebut lahir sehubungan dengan situasi konflik sosial yang terjadi di wilayah Tolikara yang berujung menimbulkan duka mendalam bagi warga masyarakat Karubaga.

Seruan keprihatinan disertai doa dan harapan kiranya kasih dan kemurahan Tuhan hadir di tengah masyarakat, khususnya kelompok yang bertikai sehingga damai bersemi kembali.

‎”Kami berdiri bersama masyarakat Tolikara dan memandang bahwa pendekatan kemanusiaan dan dialogis merupakan langkah yang sangat krusial untuk segera didorong oleh semua pemangku kepentingan,” ujar Yonias Weya Yikwa di Karubaga, kota Kabupaten Tolikara, Papua Pegunungan, Senin (26/10).

Yonias Weya Yikwa ‎mengusulkan sejumlah poin kepada pihak yang bertikai dan masyarakatt luas yang merindukan kedamaian, persaudaraan, saling mengasihi sebagai sesama anak bangsa Papua yang lahir di atas tanah Injil Tolikara.

‎Pertama, mengutamakan dialog dan tindakan konkrit perdamaian. Yonias memohon kepada pemerintah daerah untuk memfasilitasi pertemuan damai yang melibatkan tokoh adat, tokoh gereja, tokoh masyarakat, unsur TNI-Polri, dan perwakilan warga dari kedua belah pihak yang bertikai.

“Kami meyakini bahwa solusi damai tanpa kekerasan hanya dapat dicapai melalui dialog yang setara dan saling menghormati,” kata Yonias Weya.

‎Kedua, menjamin hak dasar dan pemulihan warga. Yonias memohon agar bantuan logistik kebutuhan pangan, layanan kesehatan, dan akses pendidikan tetap dapat berjalan bagi warga yang terdampak situasi keamanan. Pemulihan kondisi sosial dan ekonomi warga harus menjadi prioritas bersama.

‎Ketiga, penegakan hukum dan evaluasi yang holistik, adil, dan transparan. Pihaknya mendorong aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas penyebab pertikaian dan tindak kekerasan terhadap warga dari kedua belah pihak secara profesional, adil, dan transparan guna mencegah aksi balas dendam di kemudian hari.

Seruan ini ia sampaikan disertai doa kepada Tuhan, kiranya hati dari kedua belah pihak yang bertikai dapat dilembutkan untuk mendengar jeritan hati masyarakat yang merindukan ketenangan.

“Kami yakin dan percaya kepada Tuhan, kedamaian sejati hanya dapat dibangun di atas fondasi keadilan, saling menghargai, dan dialog yang setara. ‎Tuhan menolong dan memberkati tanah Tolikara,” ujar Yonias. (*)