SUGAPA, ODIYAIWUU.com — Pesawat milik PT Asian One Air dengan nomor lambung PK-LTF, Sabtu (24/10) pagi tergelincir di Bandara Bilorai, Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, Provinsi Papua Tengah.
Peristiwa naas tersebut berujung dua anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI) mengalami luka-luka akibat benturan fisik. Sedangkan para penumpang lainnya dilaporkan selamat.
Kepala Kepolisian Resor Intan Jaya Kompol Sofian Corneles A Samakori membenarkan insiden tersebut. Kini, lanjut Samakori, pihak Polres Intan Jaya tengah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
“Benar. Tadi pagi ada pesawat tergelincir. Tidak ada korban jiwa atas kejadian itu. Tetapi ada dua orang dilaporkan terluka,” ujar Kapolres Kompol Sofian Corneles A Samakori di Sugapa, kota Kabupaten Intan Jaya,Papua Tengah, Sabtu (24/10)
Sofian Corneles Samakori menambahkan, pesawat Asian One Air tersebut diawaki Captain Pilot Riza dan didampingi Ko-Pilot Captain Andi. Pesawat tersebut membawa delapan orang penumpang.
“Jadi penumpang pesawat ini ada tiga anggota Koramil 1718/Sugapa, satu orang anggota Polres Intan Jaya, dan empat lainnya merupakan masyarakat sipil,” kata Sofian Corneles Samakori lebih lanjut.
Menurut Kapolres Sofian Corneles Samakori, insiden terjadi ketika pesawat melakukan pendaratan. Dari keterangan pilot ia mengaku tidak menyangka ban pesawat dibawanya terlepas saat menyentuh landasan.
“Lalu saksi lain, seperti penumpang juga merasakan adanya bunyi dan hentakan dari bagian bawah pesawat ketika hendak mendarat. Kondisi tersebut diduga berkaitan dengan insiden yang kemudian menyebabkan pesawat keluar dari jalur pendaratan,” katanya.
Sofian Corneles Samakori menjelaskan, pilot selanjutnya membelokkan kemudi ke arah kiri hingga pesawat masuk ke area rawa-rawa di sisi landasan. Meski mengalami insiden, tidak ada laporan mengenai tanda peringatan dari dalam pesawat sebelum kejadian tersebut.
“Dua TNI terluka yakni Serka Matheus luka di bagian pinggang, sedangkan Koptu Johar mengalami luka di bagian kepala akibat benturan,” kata Sofian Corneles Samakori.
Sofian Corneles Samakori menegaskan, pihaknya langsung mengambil langkah penanganan setelah menerima informasi mengenai kejadian tersebut.
“Sampai saat ini, kami masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab insiden tergelincirnya pesawat tersebut, termasuk adanya informasi ban pesawat dikabarkan lepas ketika hendak melakukan pendaratan,” ujar Sofian Corneles Samakori. (*)










