ENAROTALI, ODIYAIWUU.com — Kebakaran yang melanda Pasar Paniai, Senin (7/9) pukul 00.25 WIT menghanguskan 49 rumah dan kios. Sebanyak 148 orang terdampak dilaporkan mengungsi ke Markas Kepolisian Sektor (Polsek) Paniai Timur, Masjid dan rumah keluarga.
“Data terbaru kebakaran terdapat 49 rumah dan kios. Sementara jumlah korban yang mengungsi sebanyak 148 orang,” ujar Kepala Kepolisian Resor (Polres) Paniai AKBP Roycke HF Betaubun di Enarotali, kota Kabupaten Paniai, Provinsi Papua Tengah, Senin (7/9).
Roycke Betaubun menjelaskan, pihak kepolisian masih melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) lokasi kebakaran. Selain itu juga polisi masih melakukan koordinasi dengan tim Laboratorium Forensik Kepolisian Daerah (Polda) Papua.
“Sedang kita lakukan olah TKP dan lagi berkoordinasi dengan tim laboratorium forensik (Labfor) dari Polda Papua, karena Polda Papua Tengah ini masih belum ada tim labfor jadi masih berkoordinasi dengan tim labfor dan Tim DVI dari Polda Papua,” kata Betaubun.
Betaubun melanjutkan, Bidokes Polda Papua didatangkan untuk melakukan identifikasi 11 korban kebakaran. Polisi juga melakukan koordinasi dengan pihak keluarga agar jenazah tidak dimakamkan terlebih dahulu.
“Kami masih berkoordinasi dengan keluarga untuk ditahan dahulu jenzah sambil diidentifikasi karena 90 persen itu memang terbakar dan tidak bisa diidentifikasi,” kata Betaubun lebih lanjut.
Betaubun juga memastikan bahwa tidak ada keterlibatan kelompok kriminal bersenjata dalam kebakaran itu. Polisi masih mengumpulkan CCTV di lokasi kejadian
“Ini sementara CCTV masih kami kumpulkan di dekat TKP. CCTV yang ada di masyarakat, yang ada di kantor-kantoran itu sementara kami masih kumpulkan termasuk juga saksi-saksi mata untuk memperkuat itu semua juga, kita masih kumpulkan,” ujarnya.
Menurutnya, korban kebakaran merupakan masyarakat pendatang yang berasal dari Makassar dan Toraja. Polisi juga akan menggelar perkara kasus tersebut.
“Sementara untuk jumlah pasien yang dirawat di RSUD Paniai ini masih kita data. Jumlah korban pengungsi dari 49 unit rumah ada yang di Polsek, Masjid dan rumah warga,” kata Betaubun.
Betaubun melanjutkan, untuk korban luka-luka masih dilakukan pendataan karena masih menjalani perawatan medis. Korban tertidur dari luka ruangan dan luka berat.
“Sementara yang luka-luka ini masih terdata di rumah sakit, sedang lakukan pendataan yang perawatan. Kita lagi pendataan ini kan perawatan itu kan ada luka sedang, luka berat, luka ringan. Tapi juga kita masih ada pendataan terkait dengan mereka yang mengalami depresi,” katanya.
Media ini sebelumnya memberitakan, kebakaran hebat melanda kawasan pasar di Kampung Bapouda, Distrik Paniai Timur, Paniai, Papua Tengah, Senin (7/9) sekitar pukul 00.25 WIT.
Kepala Sub Bidang Penerangan Masyarakat Humas Polda Papua Tengah Kompol Henry J Manurung membenarkan peristiwa kebakaran yang berujung menelan korban jiwa.
Sebanyak 11 orang ditemukan tewas akibat amukan si jago merah dan sedikitnya 40 rumah kios dilaporkan hangus. Api menjalar dengan cepat dan merambat ke sejumlah rumah kios yang berdempetan.
“Benar, telah terjadi kebakaran di kawasan pasar di Kampung Bapouda, Distrik Paniai Timur, yang mengakibatkan puluhan rumah terbakar dan 11 orang meninggal dunia,” ujar Manurung di Nabire, kota Provinsi Papua Tengah, Senin (7/9).
Untuk memadamkan kobaran api, aparat kepolisian mengerahkan satu unit kendaraan taktis (Rantis) Water Canon. Petugas berjibaku memadamkan api hingga akhirnya berhasil dikendalikan sekitar pukul 03.30 WIT.
“Besarnya kobaran api serta kondisi rumah kios yang saling berdempetan membuat proses pemadaman berlangsung cukup lama,” kata Manurung lebih lanjut.
Setelah api berhasil dipadamkan, aparat melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah rumah kios yang terbakar. Dalam pemeriksaan tersebut, petugas menemukan 11 korban dalam kondisi meninggal dunia dengan luka bakar.
“Seluruh jenazah kemudian dievakuasi ke RSUD Paniai untuk proses penanganan lebih lanjut. Dari 11 korban, lima di antaranya merupakan orang dewasa, masing-masing berinisial Na (70), Wa (36), Ha (30), RF (28), dan He (30),” ujar Manurung.
Sementara itu, enam korban lainnya masih anak-anak, yakni As (9), Ab (6), Ad (5), Ar (9), Ic (6), dan AY (2). Henry menjelaskan hingga kini penyebab pasti kebakaran belum diketahui. Kepolisian masih melakukan penyelidikan dengan mengumpulkan keterangan dari para saksi serta melakukan pemeriksaan di lokasi kejadian.
“Penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan. Kami masih mengumpulkan keterangan dari para saksi dan melakukan pemeriksaan di tempat kejadian perkara untuk mengetahui penyebab kebakaran tersebut,” kata Manurung. (*)










