DAERAH  

Yanto Amuntoda Didapuk Peserta Musda Nahkodai IKL Sorong, Provinsi Papua Barat Daya

Ketua Ikatan Keluarga Lembata Sorong Yanto Amuntoda bersama pengurus usai Musda di Sorong, Provinsi Papua Barat Daya, Minggu (25/10). Foto: Istimewa

SORONG, ODIYAIWUU.com — Musyawarah Besar (Mubes) Ikatan Keluarga Lembata di Sorong dan sekitarnya, Minggu (25/10) memilih Yanto Amuntoda memimpin wadah kedaerahan itu di Sorong dan sekitarnta, Provinsi Papua Barat Daya.

Mubes bertajuk Taan Tou, Soga Naran Lembata (Satu Hati Mengangkat Nama Lembata-Red) menjadi momentum penting bagi keluarga besar asal Kabupaten Lembata, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) yang berdomisili di Sorong dan sekitarnya guna memperkuat semangat persatuan, mempererat tali persaudaraan serta menentukan arah organisasi.

Terpilihnya Amuntoda, pria asal Kedang, ujung timur Pulau Lembata, diharapkan dapat membawa Ikatan Keluarga Lembata Sorong semakin solid dalam membangun kebersamaan dan menjaga nilai-nilai kekeluargaan di tengah kehidupan masyarakat yang beragam.

Mubes menjadi ruang bagi anggota untuk menyampaikan aspirasi serta merumuskan langkah-langkah organisasi dalam mempererat hubungan antaranggota keluarga asal nusa paus, pulau yang terkenal dengan tradisi lefa, perburuan paus, mamalia laut, yang sudah mendunia tersebut.

Terpilihnya Amuntoda menahkodai wadah tersebut sekaligus kepemimpinan baru diharapkan menjadi wadah pemersatu bagi warga asal Lembata. Juga mendorong partisipasi aktif pengurusa dan anggota dalam berbagai kegiatan sosial dan kemasyarakatan demi kemajuan Sorong khususnya dan Papua Barat Daya umumnya.

Amuntoda dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh perwakilan peserta Mubes mempercayakan dirinya sebagai ketua. Ia berharap kerja sama seluruh anggota untuk gotong royong membangun orgnisasi yang sudah lama tidak memiliki kepengurusan tetap.

“Mari bapa, ibu, anak-anak muda semua, kita bergandeng tangang membangun Lembata di tanah Moi ini,” ujar Amuntoda melalui keterangan tertulis yang diperoleh di Sorong, Papua Barat Daya, Senin (26/10).

Mubes diikuti perwakilan dari tiga tungku penyokong Lembata yakni Nuba Pito Nara Lema, Kedang dan Lepan Bata Rua Roma. Lembata merupakan salah satu kabupaten di tanah Flobamora yang memiliki kekayaan alam, tradisi adat, dan kehidupan masyarakat yang erat dengan nilai-nilai kekeluargaan.

Kabupaten ini terdiri dari sembilan kecamatan yaitu Kecamatan Ile Ape, Ile Ape Timur. Nagawutun, Wulandoni, Nubatukan, Lebatukan, Omesuri, dan Buyasuri. Lembata juga terkenal dengan tradisi lefa di desa nelayan Lamalera yang berhadapan muka dengan pesona Laut Sawu.

Kabupaten sekaligus pulau mungil ini juga terkenal sebagai gudang para misionaris dan intelektual yang mengabdi tidak hanya di dalam tetapi luar negeri. Ratusan misionaris, baik imam, suster, bruder, dan frater menjalani misi di lima benua.

Pulau kecil di ujung timur perairan Pulau Flores ini juga merupakan gudang para tukang, guru, penulis, dan wartawan yang mengabdi di berbagai daerah di Indonesia. Sebut saja ahli bahasa dan dosen Universitas Indonesia Prof Dr Gorys Keraf dan mantan wartawan Kompas Marcel Beding.

Berikut mantan Menteri Lingkungan Hidup Dr Alex Sonny Keraf; perintis pers Alex Koker Beding; ahli komunikasi lintas budaya Undana Prof Dr Aloysius Liliweri, MS; Dekan Fakultas Sastra Universitas Sanata Dharma Prof Dr Yoseph Yapi Taum; anggota DPR RI H.da Sulaeman Hamzah; dan lain-lain. (*)