Puluhan Guru Bahasa Inggris dari Tiga Kabupaten Ikut Pelatihan Guna Mengubah Wajah Pembelajaran

Para guru Bahasa Inggris dari tiga kabupaten masing-masing Kabupaten Nabire, Dogiyai, dan Deiyai saat mengikuti kegiatan tatap muka pelatihan peningkatan kapasitas untuk memperbarui metode pembelajaran di VCD Hotel Yahor, Nabire, kota Provinsi Papua Tengah, Sabtu (17/10). Foto: Istimewa

NABIRE, ODIYAIWUU.com — Sebanyak 60 guru Bahasa Inggris dari tiga kabupaten masing-masing Kabupaten Nabire, Dogiyai, dan Deiyai, Senin-Sabtu (12–17/10) mengikuti kegiatan tatap muka pelatihan peningkatan guru bahasa Inggris (English Teachers Training) untuk memperbarui metode pembelajaran bertempat di VCD Hotel Yahor, Nabire, kota Provinsi Papua Tengah.

Program pelatihan yang diselenggarakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan bekerja sama dengan SAPA Foundation berfokus pada penguatan kemampuan pedagogik dan penerapan pembelajaran yang aktif, interaktif, dan kontekstual.

Acara pelatihan bertajuk bertajuk Program Pelatihan Peningkatan Kapasitas Guru Bahasa Inggris dibuka Herman Anou, S.Sos, MIP mewakili Dinas Pendidikan Provinsi Papua Tengah.

“Kegiatan secara virtual akan berlangsung mulai 1 Oktober hingga 10 Desember 2026. Setiap peserta dijadwalkan mengikuti rangkaian kegiatan dengan total durasi 264 jam pembelajaran,” ujar Herman Anou.

Menurutnya, peserta tiap kelompok terdiri atas 20 guru dan dua fasilitator dari masing-masing kabupaten. Keterlibatan tiga kabupaten ini diharapkan memperkuat kolaborasi antarguru sekaligus memperluas penerapan metode pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan siswa di daerah masing-masing.

Rangkaian pelatihan diawali dengan kegiatan daring (online training) pada 1–7 Oktober 2026 selama 24 jam. Tahap berikutnya ialah pelatihan tatap muka di Nabire selama 48 jam. Materinya meliputi penguatan pedagogik, praktik mengajar (micro-teaching) serta pendampingan melalui coaching.

Setelah menyelesaikan pelatihan tatap muka, para guru kembali ke wilayah masing-masing. Pelatihan dilanjutkan pada 20 Oktober hingga 9 Desember 2026 dengan pendampingan langsung dari fasilitator wilayah. Tahap ini mencakup 132 jam pembelajaran atau 33 hari efektif. Seluruh rangkaian program dijadwalkan berakhir pada 10 Desember 2026.

Petrus Dogomo, guru Bahasa Inggris SMAN 1 Dogiyai yang mengikuti kegiatan tersebut mengatakan, pelatihan memberikan pengalaman baru dalam mengembangkan pembelajaran yang berpusat pada aktivitas siswa.

“Metode pembelajaran berbasis tugas, task-based learning dan pembelajaran berbasis masalah, problem-based learning dapat membantu siswa menggunakan bahasa Inggris secara lebih praktis,” ujar Petrus Dogomo.

Menurut Petrus, melalui kedua pendekatan tersebut, siswa didorong untuk berbicara, berdiskusi dalam kelompok, menyampaikan pendapat serta menyelesaikan tugas berdasarkan persoalan yang dijumpai dalam kehidupan sehari-hari.

Herman Anou menambahkan, program Pemprov Papua Tengah melalui Dinas Pendidikan bekerja sama dengan SAPA Foundation sangat penting guna meningkatkan kualitas para pendidik Bahasa Inggris dalam rangka mencetak anak-anak berkualitas.

Selain itu, mencetak anak-anak yang mampu berkomunikasi dalam bahasa Inggris dengan benar sekaligus mempersiapkan generasi penerus Papua yang berkompeten.

Penerapan metode kontekstual dapat dilakukan melalui simulasi wawancara sederhana, presentasi kelompok, percakapan sehari-hari hingga pembahasan persoalan lingkungan sekitar.

Dengan demikian, ujar Anou, siswa diharapkan tidak hanya memahami teori tetapi juga memiliki keberanian dan keterampilan berkomunikasi dalam bahasa Inggris.

Meski demikian, perubahan pembelajaran membutuhkan penerapan yang konsisten setelah pelatihan berakhir. Pendampingan fasilitator, pertukaran pengalaman antarguru dan evaluasi berkala menjadi bagian penting untuk menjaga keberlanjutan program.

Keberhasilan pelatihan pada akhirnya perlu diukur melalui perubahan nyata di ruang kelas. Misalnya, meningkatnya keaktifan siswa, keberanian berbicara, kemampuan menyusun kalimat, dan keterampilan menyampaikan gagasan.

Herman Anou mengatakan, melalui program tersebut Pemprov Papua Tengah bersama SAPA Foundation mendorong penguatan kapasitas guru sebagai bagian dari upaya meningkatkan mutu pendidikan

“Tantangan berikutnya ialah memastikan keterampilan yang diperoleh para peserta benar-benar diterapkan untuk memperluas kesempatan belajar dan meningkatkan kemampuan Bahasa Inggris siswa di Nabire, Dogiyai, dan Deiyai,” ujar Anou. (Ernest Pugiye)