MANOKWARI, ODIYAIWUU.com — Ratusan mahasiswa asal Kabupaten Yahukimo yang tengah melanjutkan kuliah di Manokwari, sejak (3/10) tidak lagi tinggal di pemondokan resmi di Manokwari, kota Provinsi Papua Barat yang selama ini dibiayai Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Yahukimo, Provinsi Papua Pegunungan.
Ratusan mahasiswa tersebut terpaksa mengosongkan asrama dan rumah kontrakan setelah menunggak biaya atau sewa pemondokan selama stahun lebih. Selama ini Pemkab Yahukimo belum membayar biaya sewa asrama atau pemondokan guna membantu kelancaran proses perkuliahan mereka.
Untuk sementara waktu, saat ini para mahasiswa tersebut ditampung di gedung Gereja Injili di Tanah Papua (GIDI) Manokwari. Pimpinan Gereja GIDI Manokwari dan jemaat berbaik hati membuka pintu gereja sebagai tempat penampungan darurat.
“Selama 15 bulan pemerintah lalai membayar kontrakan sehingga kami terpaksa meninggalkan tempat yang selama ini kami tempati,” ujar Obeth —nama rekaan— perwakilan mahasiswa asal Yahukimo melalui keterangan yang diperoleh di Manokwari, Papua Barat, Sabtu (3/10).
Padahal, lanjut Obeth, mahasiswa Yahukimo adalah aset Pemkab Yahukimo dan masyarakat yang tengah berjuang meraih pendidikan di berbagai perguruan tinggi di Manokwari. Para mahasiswa diakui Obeth mempunyai hak untuk mendapatkan dukungan penuh dari pemerintah daerah.
Menurut Obeth, saat ini ratusan mahasiswa asal Yahukimo tengah melanjutkan kuliah di Universitas Papua (Unipa) dan sejumlah perguruan tinggi swasta lain di Papua Barat.
Jumlahnya diperkirakan mencapai ratusan orang dan kini aktivitas perkuliahan mereka terancam terganggu akibat keterlambatan pembayaran biaya pemondokan dari Pemkab Yahukimo.
Pihak mahasiswa menilai, Pemkab Yahukimo lalai dalam memenuhi hak dasar mahasiswa, yakni dukungan tempat tinggal. Mereka mendesak Bupati Yahukimo dan Dinas Pendidikan untuk segera menanggapi serius dan bertanggung jawab agar kesulitan yang mereka hadapi berlarut-larut.
Situasi ini dinilai Obeth memprihatinkan dan berpotensi merusak masa depan sumber daya manusia (SDM) Kabupaten Yahukimo. Jika pemerintah daerah tidak menanggapi serius, Bupati dan Dinas Pendidikan dinilai telah gagal menyiapkan SDM daerah 10 sampai 20 tahun mendatang.
“Selama setahun lebih kami kehilangan tempat tinggal. Kondisi ini sangat mengganggu aktivitas kuliah kami. Kami berharap pemerintah daerah segera turun tangan, melunasi tunggakan kontrakan, dan memberikan kepastian tempat tinggal yang layak agar kami dapat kembali fokus kuliah,” ujar Obeth. (*)










