MOWANEMANI, ODIYAIWUU.com — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Dogiyai melalui Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga mengirim enam belas orang calon mahasiswa guna melanjutkan kuliah di Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) Bandung, Jawa Barat.
Pengiriman calon mahasiswa guna melanjutkan studi di Bandung merupakan tindak lanjut nota perjanjian kerja sama (Memorandum of Agreement/MoA) Program Kerja Sama Pemerintah Daerah Kabupaten Dogiyai dan Universitas Katolik Parahyangan.
“Beberapa dekade belakangan persoalan ketersediaan pendidik dan tenaga kependidikan di semua satuan pendidikan membutuhkan sentuhan serius,” ujar Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Dogiyai David Goo, S.Pd di Mowanemani, kota Kabupaten Dogiyai, Papua Tengah, Jumat (16/10).
Menurut David, setelah melalui pertemuan formal sebelumnya dengan pihak Unpar, Bupati Yudas Tebai, S.Pd, M.Si, memutuskan anak-anak kita dikirim untuk kuliah di kampus, Unpar.
David menjelaskan, para calon mahasiswa sebelumnya mengikuti serangkaian tahapan seleksi sebelumnya kemudian dietapan peserta yang akan dikirim melanjutkan pendidikan di Unpar, Bumi Parahyangan di tanah Pasundan.
“Proses seleksi kami lakukan secara bertahap, dimulai dari pemeriksaan kelengkapan administrasi hingga pelaksanaan tes kompetensi dasar. Seleksi ini kami lakukan secara terbuka dan ketat dengan harapan usai menyelesai dapat menjawab kebutuhan daerah,” kata David lebih lanjut.
David menegaskan, dalam beberapa dekade belakangan persoalan ketersediaan pendidik dan tenaga kependidikan di semua satuan pendidikan menjadi perhatian serius Pemkab Dogiyai melalui dinas yang dipimpinnya.
“Kualifikasi pendidik dan tenaga kependidikan dalam rangka pengembangan karir guru dan mutu pendidikan telah dilakukan melalui beberapa program seperti Program Sarjana Kependidikan Guru Dalam Jabatan, PSKGDJ dan Rekognisi Pembelajaran Lampau, RPL. Namun, itu bukan akhir dari proses pendidikan yang membutuhkan sebuah sikłus yang selalu berputar sesuai dengan arah dan perkembangan pendidikan di masa kini,” ujarnya.
David menambahkan, program dan kegiatan tersebut lahir dari evaluasi menyeluruh terhadap sebuah kegiatan. Setiap kegiatan memiliki keunikannya, baik kelebihan dan kekurangan dalam pengelolaannya. Dalam rangka menata setiap potensi-potensi maka lahirlah sebuah program kerjasama.
“Kegiatan tersebut merupakan kerjasama Pemda Dogiyai dan Unpar dalam rangka mengisi kekosongan serta menata mutu dan kualitas pendidikan di Dogiyai. Kerjasama ini merupakan program meregenerasi pendidik dan tenaga kependidikan melalui putra-putri asal Dogiyai,” ujar David.
David menambahkan, kerjasama Pemda Dogiyai dan Unpar adalah program yang menjadi pilihan atas beberapa pertimbangan dari sekian perguruan tinggi yang telah dikunjungi.
“Program kerjasama memberikan kesempatan berpendidikan kepada calon pendidik dan tenaga kependidikan. Pemda Dogiyai melalui Bapak Bupati membebaskan semua biaya perkuliahan dan memfasilitasi tempat tinggal selama para mahasiswa menempuh Pendidikan,” katanya.
David juga menjelaskan, dari peserta yang mengikuti seleksi ditetapkan 20 orang yang memenuhi syarat. Namun, setelah hasil kelulusan diumułnkan ada lima calon yang mengundurkan diri karena memilih jurusan lain di luar keguruan sehingga digantikan dengan lima orang pada nornor urut selanjutnya,
“Dari lima orang pengganti hanya satu orang yang telah melapor dan akan bertolak menuju Bandung. Sehingga total peserta sebanyak enam belas orang. Kami mengucapkan selamat kepada para peserta yang akan diberangkatkan. Kami juga berdoa dan berharap agar adik-adik calon mahasiswa memanfaatkan waktu kuliah dengan sungguh-sungguh sehingga kelak kembali mengabdi di daerah,” kata David. (*)










