Siswa Tunas Bangsa Kupang Studi Tour di Perth, Australia: Siapkan Diri Jadi Pemimpin Masa Depan

Siswa dan siswi SMP serta SMA Tunas Bangsa Kupang, Nusa Tenggara Timur, saat mengikuti Program Studi Tour Internasional di Perth, Australia Barat. Study tour akan berlangsung Kamis-Minggu (3–20/9). Foto: Istimewa

PERTH, ODIYAIWUU.com — Sejumlah siswa dan siswi SMP serta SMA Tunas Bangsa Kupang mendapatkan kesempatan mengikuti program studi tour internasional untuk belajar langsung di lingkungan pendidikan Australia sekaligus mengenal budaya, kedisiplinan, teknologi dan pola kehidupan masyarakat di negara lain.

Semangat utama Sekolah Komunitas Kristen Tunas Bangsa Kupang bertema Learning Today, Leading Tomorrow – Belajar Hari Ini, Memimpin Esok Hari dalam program studi tour internasional akan berlangsung di Perth, Australia Barat, Kamis-Minggu (3–20/9).

Paras siswa di didampingi langsung Ketua Yayasan Sekolah Komunitas Kristen Tunas Bangsa Kupang Melsiana (Melsye) Pelokila. Selama berada di Perth, para siswa mengikuti berbagai rangkaian kegiatan pendidikan di Emmanuel Christian Community School, yang merupakan sister school Sekolah Komunitas Kristen Tunas Bangsa.

Program ini dirancang bukan sekadar perjalanan ke luar negeri, tetapi menjadi bagian dari proses pembelajaran untuk memperluas wawasan, membangun kepercayaan diri dan memberikan pengalaman internasional kepada para siswa.

Melsye mengatakan, pendidikan yang berkualitas tidak cukup hanya mengandalkan pembelajaran di ruang kelas. Siswa perlu diberikan kesempatan untuk melihat dan mengalami secara langsung bagaimana pendidikan serta kehidupan masyarakat berjalan di negara lain.

Menurutnya, pengalaman selama berada di Perth dapat menjadi inspirasi bagi siswa untuk membangun pola pikir yang lebih terbuka sekaligus memahami pentingnya disiplin, tanggung jawab, kemandirian dan penghargaan terhadap ilmu pengetahuan.

“Kegiatan ini kami lakukan untuk mendukung siswa agar mendapatkan pengalaman pembelajaran yang lebih luas. Mereka tidak hanya belajar dari teori, tetapi juga melihat langsung budaya belajar, budaya kerja, kedisiplinan dan perkembangan teknologi yang nantinya dapat menjadi inspirasi untuk diterapkan sesuai konteks di daerah kita,” ujar Melsye dari Perth, Australia Barat, Sabtu (12/9).

Melsye mengatakan, kesempatan tersebut harus dimanfaatkan sebagai bagian dari investasi pendidikan jangka panjang. “Ini bukan sekadar pergi ke luar negeri. Anak-anak harus pulang membawa pengalaman, pengetahuan, keterampilan dan perubahan perilaku. Mereka harus mampu mengambil hal-hal positif yang mereka lihat di sana untuk menjadi inspirasi dalam kehidupan dan pembelajaran di daerah kita,” katanya.

Selama di Perth, siswa Tunas Bangsa mengikuti kegiatan pendidikan bersama siswa di Emmanuel Christian Community School. Interaksi tersebut memberikan pengalaman berbeda karena para siswa dapat melihat secara langsung suasana pembelajaran di sekolah Australia.

Kirna, salah satu siswa SMP Tunas Bangsa yang mengikuti studi tour, mengaku senang mendapatkan kesempatan belajar dan berinteraksi dalam lingkungan pendidikan internasional.

“Selama berada di Perth, kami mendapat kesempatan belajar bersama dan mengikuti sejumlah kegiatan sekolah di Emmanuel Christian Community School,” kata Kirna.

Menurut Kirna, pengalaman tersebut memberikan banyak hal baru yang tidak hanya berkaitan dengan kegiatan belajar di sekolah, tetapi juga kehidupan sehari-hari di Perth.

Para siswa juga berkesempatan mengenal berbagai sisi Kota Perth. Mereka melihat secara langsung budaya disiplin masyarakat, keteraturan, pemanfaatan teknologi serta pola kehidupan yang berbeda dengan lingkungan mereka di Kupang.

Pengalaman tersebut membuat siswa tidak hanya menjadi wisatawan, tetapi juga belajar memahami nilai-nilai yang berada di balik kemajuan sebuah kota dan sistem pendidikan.

Melsye menambahkan, pengalaman internasional penting bagi generasi muda karena dapat membuka cakrawala berpikir dan menumbuhkan keberanian untuk melihat masa depan secara lebih luas.

“Anak-anak harus memiliki pengalaman internasional. Mereka perlu melihat bahwa dunia pendidikan itu luas. Apa yang mereka lihat dan pelajari selama di sini dapat menjadi bekal untuk membangun cara berpikir yang lebih terbuka, disiplin dan memiliki orientasi masa depan,” kata Melsye.

Ia berharap pengalaman di Perth tidak berhenti sebagai kenangan setelah siswa kembali ke Kupang. Nilai-nilai positif yang mereka lihat selama mengikuti program harus diterapkan dalam kehidupan dan proses belajar di sekolah.

Menurut Melsye, siswa perlu membawa pulang bukan hanya foto dan cerita perjalanan, tetapi juga perubahan cara berpikir, sikap dan semangat untuk terus belajar.

Melsye menambahkan, tagline Learning Today, Leading Tomorrow – Belajar Hari Ini, Memimpin Esok Hari menjadi pesan penting dalam program studi tour internasional tersebut.

Tagline ini menggambarkan keyakinan bahwa pengetahuan, keterampilan dan pengalaman yang diperoleh siswa hari ini merupakan fondasi untuk membentuk kepemimpinan mereka di masa depan.

Melsye berharap pengalaman belajar di Australia dapat menumbuhkan karakter siswa yang lebih mandiri, disiplin, terbuka terhadap perbedaan budaya dan memiliki keberanian untuk menghadapi tantangan global.

Dengan demikian, studi tour internasional Sekolah Komunitas Kristen Tunas Bangsa di Perth bukan sekadar perjalanan pendidikan. Program ini menjadi bagian dari upaya sekolah dan yayasan menyiapkan generasi muda yang berwawasan global, berkarakter, memiliki pengalaman internasional dan siap memimpin masa depan. (*)