DAERAH  

Solidaritas Pemuda Sulawesi Utara Papua Barat Daya Bantu Rp 20,2 Juta untuk Korban Gempa NTT

Ketua IPSU Papua Barat Daya Jakson Samo dan para pengurus saat menyerahkan bantuan untuk warga terdampak bencana gempa bumi Flores melalui  Ketua Umum IKL Kota Sorong Kornelis Kopong Ola bersama jajaran pengurus seperti Wikris Ribu, Etty Wukak beserta sejumlah pengurus di Kota Sorong, Papua Barat Daya, Senin (31/8). Bantuan tersebut secara teknis akan diteruskan IKL Kota Sorong untuk warga terdampak bencana gempa di Flores. Foto: Istimewa

SORONG, ODIYAIWUU.com — Bencana gempa bumi yang melanda Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur sejak Sabtu (15/8) menguras juga keprihatinan para pemuda Sulawesi Utara di Papua Barat Daya.

Pasca gempa berkekuatan magnitude 7,7 diikuti gempa susulan hingga saat ini para pemuda Sulawesi Utara di tanah rantau bumi Cenderawasih yang terhimpun dalam Ikatan Pemuda Sulawesi Utara (IPSU) Provinsi Papua Barat Daya menggelar aksi penggalangan dana di Kota Sorong.

Aksi penggalangan dana sebagai wujud konkrit rasa kemanusiaan bagi warga terdampak, para pemuda dari Bumi Nyiur Melambai yang berlangsung selama tiga hari di kawasan Lampu Merah Kilo Meter 10 Kota Sorong. Aksi tersebut berhasil mengumpulkan dana sebesar Rp 20,2 juta,

Selain bantuan berupa uang tunai, IPSU Papua Barat Daya juga mengumpulkan pakaian layak pakai dari sub-sub organisasi IPSU yang tersebar di provinsi yang kini dipimpin Gubernur Elisa Kambu, S.Sos dan Wakil Gubernur H. Ahmad Nausrau, S.Pd.I, MM.

Bantuan tersebut kemudian diserahkan langsung melalui Ketua Umum Ikatan Keluarga Lamaholot (IKL) Kota Sorong Kornelis Kopong Ola bersama jajaran pengurus IKL Kota Sorong. Bantuan ini selanjutnya akan diteruskan kepada sesama saudara atau warga terdampak bencana di Pulau Flores, NTT.

“Atas nama pengurus dan anggota IKL Kota Sorong saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kepedulian para pengurus dan anggota IPSU Papua Barat Daya yang bersolider membantu sesama warga terdampak gempa di Pulau, NTT,” kata Kopong Ola, putra Adonara kelahiran Honihama.

Sedangkan pengurus IKL Kota Sorong lainnya, Agata Ure Wukak Parera, SM juga menyambut baik niat tulus IPSU Papua Barat Daya yang ambil bagian dalam solidaritas membantu warga terdampak gempa Flores. Aksi nyata para pemuda tersebut adalah wujud nyata solidaritas yang melampaui sekat apapun.

“Kami berdoa kiranya kepedulian ini mendapat berkat berlimpah dari Tuhan. Semoga pula warga terdampak gempa tetap semangat menghadapi musibah ini. Berbagi dalam situasi sulit merupakan panggilan kemanusiaan. Terima kasih, pengurus dan anggota IPSU  Papua Barat Daya,” kata Etty Wukak, sapaan akrab Agata Ure Wukak Parera.

Ketua Umum IPSU Papua Barat Daya Jakson Samo mengatakan, aksi tersebut merupakan bentuk kepedulian dan solidaritas dari sesama warga di tanah rantau kepada masyarakat yang sedang menghadapi musibah gempa.

Menurut Jakson Samo, kepedulian terhadap korban bencana tidak boleh dibatasi oleh perbedaan suku maupun daerah asal. Ia berharap berbagai organisasi paguyuban kedaerahan di Kota Sorong dan Papua Barat Daya dapat terus membangun kebersamaan dan saling membantu.

“Sebagai organisasi kami berharap sekaligus mengajak, mari kita saling tolong-menolong di saat sesama saudara mengalami musibah seperti yang terjadi di NTT khususnya di Flores,” ujar Jakson.

Jakson juga mengajak sesama warga di tanah rantau berkolaborasi dan bergandengan tangan. Jangan melihat korban dari suku mana pun maupun asal usul, tetapi mari melihat korban terdampak sebagai urusan kemanusiaan yang membutuhkan keterlibatan semua pihat.

“Kami juga mendoakan warga korban tetap sehat dan semangat meski tinggal di tenda-tenda pengungsian. Kami berharap agar bantuan yang kami kumpulkan, termasuk pakaian layak pakai dapat sampai kepada warga terdampak gempa Flores dan dapat meringankan beban yang mereka alami saat ini,” katanya.

Sementara itu, Pembina dan Pendiri IPSU Papua Barat Daya James Nixon Senewe menjelaskan, penggalangan dana dilakukan selama tiga hari. Dari aksi tersebut, pengurus dan anggota berhasil menghimpun dana sebesar Rp 20,2 juta.

“Selama tiga hari kita telah berhasil mengumpulkan dana sebesar Rp 20.200.000. Di samping itu, dari sub-sub IPSU yang tergabung di Papua Barat Daya juga ada yang membawa pakaian layak pakai untuk disumbangkan kepada saudara-saudara kita yang terkena bencana di NTT,” kata James.

Wikris Ribu dari Bidang Hukum dan HAM IKL Kota Sorong menyampaikan apresiasi kepada masyarakat Kota Sorong dan Kabupaten Sorong yang telah menunjukkan rasa simpati dan empati melalui aksi penggalangan dana tersebut.

“Atas nama IKL Kota Sorong, saya mengucapkan terima kasih banyak kepada masyarakat Papua Barat Daya, khususnya Kota Sorong dan Kabupaten Sorong atas simpati dan rasa empati melalui aksi Lampu Merah,” kata Wikris.

Wikris berharap agar bantuan yang telah dikumpulkan dapat segera direalisasikan dan diterima oleh saudara-saudara terdampak bencana di Flores.

Wikris juga mengungkapkan keprihatinannya terhadap kondisi masyarakat di Flores. Berdasarkan informasi yang diterima, aktivitas gempa bumi masih terjadi dengan intensitas sedang hingga kecil.

“Kami merasa sedih untuk saudara-saudara kami di sana. Dari tanah rantau kami selalu mengirimkan doa untuk mereka. Semoga badai ini cepat berlalu dan bencana gempa bumi ini secepatnya segera berakhir,” kata Wikris.

Aksi penggalangan dana IPSU PBD tersebut menjadi bentuk nyata solidaritas masyarakat perantauan di Kota Sorong. Selain membantu meringankan beban warga terdampak, aksi sosial tersebut juga diharapkan memperkuat semangat persaudaraan, gotong royong, dan kepedulian lintas suku di Papua Barat Daya. (*)