DAERAH  

Tino Mote Kecewa Tak Dilibatkan Pemprov Papua Tengah Dalam Jambore XII Kwarnas Pramuka 2026

Wakil Ketua Andalan Kwartir Cabang (Kwarcab) Pramuka Kabupaten Deiyai, Provinsi Papua Tengah Tino Mote (kanan). Foto: Istimewa

NABIRE, ODIYAIWUU.com — Wakil Ketua Andalan Kwartir Cabang (Kwarcab) Pramuka Kabupaten Deiyai Tino Mote mengaku kecewa terhadap Gubernur Meki Fritz Nawipa beserta jajaran Pemerintah Provinsi yang tak melibatkan dirinya sebagai kaka senior Pembina Pramuka Kwarcab Meeuwao Dide mendampingi tim Kwarda Pramuka Papua Tengah dalam Jambore Nasional XII Tahun 2026 Kwartir Nasional Gerakan Pramuka di Cibubur, Jakarta Timur.

“Sebagai kaka senior saya merasa kecewa dengan Gubernur Papua Tengah beserta jajaran karena tidak dilibatkan ikut dalam peserta Kwarda Pramuka Papua Tengah mulai dari persiapan hingga ambil bagian dalam ajang Jambore Nasional ke XII ini Kwarnas Pramuka di Cibubur, Jakarta,” ujar Tino Mote di Nabire, Papua Tengah, Rabu (19/).

Padahal, menurut Tino, yang pernah menjabat Ketua Dewan Kerja Cabang Pramuka Paniai tahun 2000-2010, Jambore ke XII Kwarnas Pramuka merupakan momentum strategis mendorong potensi generasi muda Papua Tengah berpartisipasi aktif menunjukkan kemampuannya agar kelak peka terhadap berbagai persoalan kemanusiaan yang tengah terjadi di wilayah Meepago (Papua Tengah).

“Saya selaku perintis Kwarcab Pramuka Meeuwao Dide benar-benar merasa kecewa karena beberapa kabupaten tidak ikut serta dalam Jambore Nasional ke XII Kwarnas Pramuka tahun 2026,” kata Tino.

Padahal, Jambore ini merupakan ajang pembinaan potensi generasi muda Papua Tengah dalam hal karakter hidup kemasyarakatn saat ini dan di masa akan datang. Papua Tengah, lanjut Tino, selalu dilanda konflik kekerasan tinggi sehingga adik-adik generasi muda mesti diberi porsi perhatian lebih dalam momentum seperti Jambore Nasional Kwarnas Pramuka di tingkat nasional.

“Pengalaman menjadi Ketua Gerakan Pramuka Paniai dan kini mengurus Pramuka Deiyai malah membawa manfaat bagi perkembangan generasi muda di daerah seperti Paniai, Deiyai, Dogiyai, dan Inta Jaya. Karakter adik-adik di kabupaten ini berkembang sangat baik sejak saya memimpin Pramuka Paniai selama sepuluh tahun dan kini memimpin Pramuka Deiyai,” ujar Tino.

Menurutnya, Jambore Nasional XII Kwarnas Pramuka tahun 2026 ini momentum strategis mendidik adik-adik generasi muda Papua Tengah dalam mental-spiritual, karakter, jiwa kepemimpinan, wirausaha, dan kemandirian dalam hidup sosial kemasyarakatan.

Kwarnas Gerakan Pramuka resmi menyelenggarakan Jambore Nasional XII Tahun 2026 di Bumi Perkemahan dan Graha Wisata Pramuka (Buperta) Cibubur, Jakarta Timur, Kamis-Kamis (13-20/8).

Ajang perkemahan akbar tersebut dibuka langsung Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia Kak Erick Thohir bersamaan dengan momentum peringatan Hari Pramuka ke-65.

Jamnas XII 2026 diikuti 19.833 peserta dari 41 kontingen, yang mencakup utusan 35 Kwarda dari seluruh Indonesia, Gudep di perwakilan RI di luar negeri seperti Riyadh, Jeddah, Kinabalu, Kairo, dan Kuala Lumpur.

Selain itu, utusan dari negara sahabat di antaranya Sri Lanka, Mauritius, Australia, Timor Leste, Malaysia, Taiwan, dan Brunei Darussalam. Total warga perkemahan Jambore Nasional 2026 mencapai hampir 25.000 orang yang terdiri dari panitia kegiatan, pembina pendamping, pimpinan kontingen daerah dan cabang serta seluruh komponen seluruh Indonesia.

Penyelenggaraan Jambore dihadiri juga Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka Komjen Pol (Purn) Drs Budi Waseso, undangan dari berbagai kementerian dan lembaga, jajaran pimpinan Kwarnas, jajaran majelis pembimbing hingga para Ketua Kwarda, Kwacab, dan Kwartir Ranting. (*)