DAERAH  

PMKRI Timika Kumpulkan Rp 18 Juta untuk Korban Bencana Flores, Juita: Terima Kasih Warga Mimika

Para Pengurus dan Anggota Perhimpunan Mahasiwa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Santa Theresia Cabang Timika saat menggelar aksi kemanusiaan berupa penggalangan dana untuk membantu warga terdampak gempa di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur, Senin (17/8). Foto: Istimewa

TIMIKA, ODIYAIWUU.com — Pengurus dan Anggota Perhimpunan Mahasiwa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Santa Theresia Cabang Timika, Minggu-Senin (16-17/8) menggelar aksi kemanusiaan berupa penggalangan dana untuk membantu warga terdampak gempa di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur.

Aksi penggalangan dana hari pertama dilakukan di lampu merah Budi Utomo, depan Timika Mall dan area Katedral Tiga Raja Timika. Kemudian pada hari kedua berlangsung di Lampu Merah Budi Utomo Ujung dan Timika Mall. Aksi sosial tersebut berhasil menghimpun dana sebesar 18.366.000.

“Atas nama para pembina, penasehat, pengurus dan rekan-rekan anggota saya menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada para simpatisan, donatur, dan warga Mimika yang membantu dan mendukung kami dalam aksi sosial ini,” ujar Ketua Presidium PMKRI Santa Theresia Cabang Timika Seravina Nuryanti Juita di Timika, Papua Tengah, Senin (17/8).

Menurut Juita, aksi tersebut merupakan bentuk solidaritas kepada sesama umat dan warga korban di Pulau Flores, menyusul gempa tektonik magnitude 7,7 yang menerjang Pulau Bunga pada Sabtu (15/8) pagi.

Juita juga memohon maaf kepada warga Mimika bila selama dua hari melakukan aksi penggalangan dana tersebut, membuat warga terutama para pengendara maupun warga yang melintas di sekitar lokasi penggalangan dana.

Menurut Juita, atas nama pengurus dan anggota PMKRI Santa Theresia sekali lagi ia menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh warga Mimika yang telah berpartisipasi memberikan dukungan dan bantuan. Pihaknya berdoa dan berharap semoga bantuan yang terkumpul dapat meringankan beban sesama saudara terdampak gempa di Flores.

“Kami juga memohon doa kiranya bantuan ini sedikit meringankan beban yang diderita korban. Kami juga memohon doa kiranya warga terdampak bencana sehat selalu dan mendapat perhatian dari pemerintah dan berbagai pihak. Sekali lagi, terima kasih untuk warga Mimika yang telah membantu aksi ini,” kata Juita.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan, berdasarkan pemutakhiran data dampak gempa bumi hingga Senin (17/8) tercatat sebanyak 68 orang meninggal dunia dan 213 lain mengalami luka-luka.

Deputi Bidang Pencegahan BNPB Dr Abdul Muhari, S.Si, MT mengatakan, korban jiwa tersebar di tujuh kabupaten terdampak yaitu Kabupaten Manggarai Barat. Manggarai, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Kabupaten Manggarai mencatat angka tertinggi dengan 26 korban jiwa diikuti Manggarai Timur sebanyak 24 orang.

“Data yang kami peroleh hingga saat ini sebanyak 68 jiwa. Sekali lagi, 68 jiwa yang meninggal,” ujar Abdul Muhari dalam konferensi pers daring di Jakarta, Senin (17/8).

Abdul Muhari mengatakan, rincian sebaran korban meninggal dunia di wilayah Flores yaitu Manggarai 26 orang, Manggarai Timur 24 orang, Nagekeo 8 orang, Sikka 4 orang, Ende 2 orang, Manggarai Barat 2 orang, dan Ngada 2 orang.

Menurut Abdul Muhari, BNPB bersama tim gabungan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) masih terus bersiaga di tujuh kabupaten tersebut untuk memantau kemungkinan ada korban tambahan.

Meskipun tidak semua wilayah melaporkan ada warga yang hilang, ujar Abdul Muhari, proses pencarian tetap dilakukan secara intensif. Terkait infrastruktur dasar, layanan kelistrikan di Pulau Flores menunjukkan progres signifikan.

Seluruh trafo (11 unit) yang sempat terdampak kini telah berfungsi kembali. Dari total 566.797 pelanggan PLN yang terdampak, sebanyak 99,5 persen telah kembali menikmati aliran listrik, sementara 2.732 pelanggan lainnya masih dalam proses penanganan.

Di sektor telekomunikasi, PT Telkom melaporkan jaringan di Pulau Flores telah pulih hingga 95,4 persen. Fokus pemulihan saat ini diarahkan ke Manggarai Timur yang tingkat pemulihannya baru mencapai 76,3 persen.

Abdul Muhari juga memaparkan data aktivitas seismik pascagempa utama. Hingga saat ini, tercatat sebanyak 1.576 gempa susulan. “Terdapat gempa dengan magnitudo 6,2 sebanyak satu kali dan magnitudo kecil lain sebanyak tiga kali,” ujar Abdul.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia telah mengambil langkah cepat dengan mengirimkan dua unit rumah sakit lapangan ke Ruteng, kota Kabupaten Manggarai dan Kabupaten Nagekeo. Selain itu, dua tim emergency medical team (EMT) diterjunkan untuk memperkuat layanan kesehatan di Ende, Nagekeo, Manggarai Barat, dan Sikka.

Untuk mempercepat penanganan di lapangan, sebanyak 1.467 personel gabungan dari TNI, Polri serta Kementerian dan lembaga terkait telah dikerahkan. Pemerintah juga mengoperasikan 10 unit alutsista dan armada udara guna menjangkau wilayah terisolasi.

“Lima unit armada udara ditempatkan di Labuan Bajo dan lima lain disiagakan di Maumere untuk mempercepat distribusi bantuan logistik,” ujar Abdul. (*)