KARUBAGA, ODIYAIWUU.com — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tolikara akan melaksanakan Festival Etnik Religi Tolikara Tahun 2026 selama dua hari, Rabu-Kamis (12-13/8) di Karubaga, kota Kabupaten Tolikara, Provinsi Papua Pegunungan.
Bupati Tolikara Willem Wandik, S.Sos mengajak wisatawan mancanegara maupun wisatawan domestik untuk datang di Tanah Injil Tolikara dan menyaksikan langsung festival etnik yang sudah diagendakan sebagai agenda budaya rutin daerah.
Bupati Wandik, mantan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia, juga mengharapkan para wisatawan berbaur di tengah masyarakat melihat dari dekat aneka kekayaan pernak pernik khas kerajinan tangan masyarakat lokal, terutama kaum perempuan dan ibu-ibu asli tanah Papua.
Selain itu, wisatawan juga leluasa menikmati langsung pesona alam, kekayaan budaya serta kehidupan religius masyarakat Tolikara yang menyebar di berbagai distrik (kecamatan) maupun kampung-kampung (desa) di Tanah Injil Tolikara.
Bupati Wandik menambahkan, festival tersebut dipersiapkan sebagai agenda tahunan untuk memadukan pelestarian budaya, sejarah masuknya Injil, dan promosi pariwisata daerah agar Tolikara tidak hanya dikenal di dalam negeri namun hingga ke mancanegara.
“Festival Etnik Religi bukan sekadar sebuah perhelatan budaya, tetapi menjadi momentum bagi Tolikara untuk memperkenalkan wajah Papua yang damai, ramah, dan penuh persaudaraan kepada Indonesia bahkan dunia,” kata Bupati Wandik melalui keterangan tertulis dari Karubaga, kota Kabupaten Tolikara, Papua Pegunungan, Senin (10/8).
Wandik juga mengundang wisatawan, baik wisatawan mancanegara maupun domestik dari berbagai daerah di Indonesia untuk datang ke Tolikara. Kehadiran wisatawan juga menjadi kesempatan berharga melihat langsung eksotisme alam pegunungan, keramahan masyarakat serta kekayaan budaya yang dimiliki daerah.
“Saya perlu menyampaikan bahwa masyarakat Tolikara sudah siap menjadi tuan rumah yang baik bagi seluruh tamu yang hadir. Keramahan, rasa persaudaraan, dan semangat kebersamaan menjadi nilai yang akan ditunjukkan selama pelaksanaan festival,” ujar Wandik, tokoh muda nasional dari timur Indonesia.
Selain itu, kata Wandik, mantan Ketua Umum Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI), Tolikara adalah rumah untuk semua. Siapa pun yang datang akan disambut dengan penuh sukacita dan rasa persaudaraan. Ia Bersama jajarannya dan masyarakat ingin agar setiap tamu yang datang akan Kembali ke tempat asalnya dengan membawa pulang pengalaman terbaik dari Tolikara, Bumi Nawi Arigi.
Wandik menjelaskan, Festival Etnik Religi 2026 akan menyuguhkan berbagai atraksi budaya, tari-tarian yang tidak ditemukan di daerah lain. Mulai dari tarian kolosal sejarah masuknya Injil di Lembah Tolikara, tradisi Lendawi yang merupakan warisan budaya masyarakat pegunungan, atraksi Tandem Paralayang hingga pameran budaya, kuliner khas, produk UMKM serta pertunjukan seni yang menggambarkan identitas masyarakat Tolikara.
Menurutnya, selain menjadi ruang pelestarian budaya dan penguatan nilai-nilai religius, festival kebanggaan pemerintah dan masyarakat tersebut juga diharapkan mampu menggerakkan roda perekonomian masyarakat melalui sektor pariwisata, ekonomi kreatif, kuliner, kerajinan tangan hingga usaha mikro yang dikelola masyarakat lokal.
“Saya bersama Bapak Wakil Bupati Tolikara beserta jajaran pemerintah dan masyarakat optimistis kehadiran wisatawan akan memberikan dampak positif terhadap upaya peningkatan pendapatan masyarakat sekaligus memperkuat citra Tolikara sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di Papua Pegunungan,” ujar Wandik.
Bupati Wandik juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama jajaran TNI-Polri di daerah menjaga keamanan, kebersihan, dan kenyamanan selama pelaksanaan festival sehingga pengunjung yang datang mendapatkan kesan terbaik selama berada di Tolikara.
“Festival ini adalah kebanggaan kita bersama. Mari kita tunjukkan bahwa Tolikara adalah daerah yang damai, religius, kaya budaya, dan terbuka bagi siapa saja yang ingin mengenal Papua lebih dekat,” ujar Wandik, Wakil Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrat.
Bupati Wandik juga mengundang masyarakat Indonesia dan dunia untuk tidak melewatkan momen bersejarah untuk menyaksikan langsung Festival Etnik Religi Tolikara Tahun 2026.
“Ayo ke Tolikara. Nikmati sensasi Festival Etnik Religi yang hanya ada di Bumi Nawi Arigi. Datang sebagai tamu, pulang sebagai saudara,” ujar Wandik. (*)










