WAMENA, ODIYAIWUU.com — Pihak Komando Daerah Militer (Kodam) XVII/Cenderawasih mengecam aksi penembakan terhadap dua warga di sekitar pintu masuk Festival Budaya Lembah Baliem (FBLB) ke-34 Tahun 2026 di Kampung Walesi, Distrik Walesi, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, Sabtu (8/8).
Kepala Penerangan Kodam Cenderawasih Kolonel Inf Tri Purwanto, SIP mengatakan, aksi penembakan tersebut diduga merupakan bentuk keputusasaan kelompok Organisasi Papua Merdeka (OPM) Komando Daerah Pertahanan (Kodap) III/Ndugama yang semakin terdesak oleh aktivitas satuan tugas TNI di wilayah tersebut.
Tri Purwanto menjelaskan, aktivitas Satuan Tugas (Satgas) TNI yang terus dilakukan dalam menjaga keamanan dan melindungi masyarakat telah mempersempit ruang gerak kelompok bersenjata.
Aksi penembakan tersebut dinilai sebagai upaya menunjukkan eksistensi sekaligus mengganggu situasi keamanan di tengah berlangsungnya kegiatan festival. Pihak Kodam Cenderawasih mengecam aksi penembakan tersebut.
“Kami melihat tindakan tersebut sebagai bentuk keputusasaan kelompok OPM yang semakin terdesak oleh aktivitas Satgas TNI. Namun, kami pastikan aparat keamanan tidak akan memberikan ruang bagi kelompok tersebut untuk mengganggu keamanan masyarakat,” ujar Tri Purwanto di Jayapura, Papua, Kamis (8/8).
Menurut Tri, aksi penembakan tersebut diduga dilakukan oleh anggota OPM Kodap Ndugama sekitar pukul 12.50 WIT di lokasi yang berjarak sekitar 500 meter dari pintu masuk festival.
Dalam kejadian tersebut, kata Tri, dua warga terkena rekoset tembakan dan telah mendapatkan penanganan medis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Wamena. Keduanya dalam kondisi sadar.
Kedua korban masing-masing berinisial LMK (43 tahun), laki-laki, dan S (45 tahun), seorang perempuan. Keduanya merupakan warga Jayawijaya. Pasca kejadian, aparat keamanan TNI-Polri langsung melakukan pengejaran terhadap pelaku sekaligus memperkuat pengamanan di sekitar lokasi festival.
Langkah tersebut, lanjut Tri, dilakukan untuk memastikan masyarakat dan peserta festival tetap dapat beraktivitas dengan aman sampai pada acara penutupan, Sabtu (8/8).
Tri mengatakan, Panglima Kodam Cenderawasih Mayjen TNI Febriel Buyung Sikumbang sudah memerintahkan Danrem 172/PWY beserta jajaran TNI di wilayah Jayawijaya untuk segera mengambil langkah pengamanan, membantu masyarakat, dan peserta festival sekaligus melakukan pengejaran terhadap pelaku.
“Pangdam Cenderawasih telah memerintahkan Danrem 172/PWY beserta jajaran untuk segera mengambil langkah pengamanan, membantu masyarakat dan peserta festival serta melakukan pengejaran terhadap pelaku. Kami pastikan situasi saat ini aman dan terkendali,” kata Tri.
TNI bersama Polri, lanjut Tri, terus melakukan pengamanan secara sinergis di wilayah Jayawijaya. Masyarakat dan peserta festival diimbau tetap tenang serta tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya.
“Kami menjamin keamanan masyarakat dan kegiatan FBLB berlangsung dengan aman sampai di acara penutupan. Kami mengimbau masyarakat tetap tenang dan segera melaporkan kepada aparat keamanan apabila mengetahui adanya informasi atau aktivitas mencurigakan di lingkungannya,” ujar Tri.
Tri menambahkan, TNI akan terus menjaga keamanan masyarakat, mendukung kelancaran kegiatan festival serta melakukan tindakan sesuai ketentuan terhadap pihak yang berupaya mengganggu keamanan. Situasi pascakejadian hingga saat ini terpantau aman dan terkendali.










