Wakil Ketua MRP Papua Pegunungan Benny Mawel Ajak Warga Dukung Noken sebagai Warisan Budaya

Wakil Ketua Majelis Rakyat Papua (MRP) Provinsi Papua Pegunungan Benny Mawel saat menghadiri sekaligus membuka acara Festival dan Bazar Murah di Kampung Walesi, Distri Walesi, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, Senin (20/7). Foto: Dok Benny Mawel

WAMENA, ODIYAIWUU.com — Wakil Ketua Majelis Rakyat Papua (MRP) Provinsi Papua Pegunungan Benny Mawel, Senin (20/7) menghadiri sekaligus membuka acara Festival dan Bazar Murah di Kampung Walesi, Distri Walesi, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan.

Festival dan bazar murah sembilan bahan pokok (sembako) bersubsidi dan hasil kebun warga masyarakat dari Koperasi Merah Putih. Benny mengaku, saat mendengar sambutan Ketua Koperasi Merah Putih Amatus Yelipele dalam festival bertajuk Satu Noken, Sejuta Harapan ia merasa terharu dan bangga.

“Dalam satu noken itu mama dan bapa menaruh banyak harapan. Ada harapan hidup, kesehatan, kecerdasan, dan harapan produktivitas tersimpan dalam noken,” ujar Benny Mawel di Wamena, Jayawijaya, Papua Pegunungan, Senin (20/7).

Benny mengaku menghadiri festival dan bazar tersebut guna mendukung inisiatif masyarakat menjemput dan mengelola Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) secara mandiri. Ia juga mengharapkan kehadiran pemerintah daerah sekaligus mengajak masyarakat agar ke kebun mengolah tanah.

“Kalau masyarakat sudah mulai (mengolah tanah) pemerintah tinggal mendukung dan pasti sukses dan bertahan disbanding kalau pemerintah memaksa masyarakat ke kebun maka pasti tidak jalan karena beda motivasinya,” kata Benny lebih lanjut.

Karena itu, masyarakat yang terhimpun dalam KDMP Welesi menanti kehadiran pemerintah kabupaten dan provinsi melalui program dan dana otsus pemberdayaan ekonomi kerakyatan.

“Masyarakat sedang jualan dalam festival dan bazar murah ini sedang menanti kehadiran kita hari ini dan besok untuk mendukung mereka dengan membeli jualan mereka berupa sayuran, umbi-umbian, dan hasil ternak ayam dan kelinci,” ujar Benny.

Benny juga berharap agar Koperasi Desa Merah Putih Kampung Welesi menjadi contoh kampung-kampung di seluruh Kabupaten Jayawijaya dan seluruh kampung di Papua Pegunungan.

“Ayo mari kita dukung warga masyarakat dengan menghadiri festival dan bazar sembako murah di Welesi. Kita beli produk mama-mama Papua. Kita baku dukung agar maju bersama menuju Papua Pegunungan yang mandiri dan sejahtera,” kata Benny.

Noken (tas khas Papua) diakui sebagai Warisan Budaya tak Benda (Intangible Cultural Heritage) Organisasi Bidang Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) atau United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (Unesco).

Noken sebagai Warisan Budaya tak Benda Unesco tercantum dalam Pasal 2 Ayat 2 Konvensi untuk Perlindungan Warisan Budaya atau Convention for The Safeguarding of The Intangible Cultural Heritage tahun 2003.

Pencetus noken sebagai salah satu Warisan Budaya tak Benda Unesco Titus Pekei mengatakan, pada peringatan Hari Warisan Dunia (International Day of Monuments and Sites) Jumat (18/4 2025), ia memberi catatan penting terkait noken Papua sebagai salah satu warisan dunia.

Peringatan Hari Warisan Dunia yang digagas International Council on Monuments and Sites (Icomos) dan Unesco bertujuan menjaring atensi komunitas global pentingnya menjaga kelestarian situs warisan dunia yang tersebar di berbagai negara.

“Tahun 2025 tema International Day of Monuments and Sites yang ditetapkan oleh Icomos adalah Disaster and Conflict Resilient Heritage. Tema ini mengingatkan masyarakat dunia arti penting melindungi warisan dari ancaman bencana alam maupun konflik sosial,” ujar Titus Pekei. (*)