MALANG, ODIYAIWUU.com — Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa ingin murid-murid asal Papua yang tergabung dalam Program Afirmasi Pendidikan Menengah (Adem) menganggapnya ibu ketika berada di Jatim.
Khofifah menyampaikan hal tersebut saat memberikan pembekalan dan serah terima murid Adem Papua wilayah Jatim Tahun Ajaran 2026/2027 mengutip Kompas.com di Kota Malang, Sabtu (11/7).
Mulanya, Khofifah mengingat pertemanannya dengan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak periode 2014-2019 Prof Yohana Susana Yembise yang merupakan guru besar atau profesor perempuan pertama yang berasal dari tanah Papua.
“Waktu itu beliau tanya, ibu pakaian seperti ibu beli di mana? Saya berikan bahannya, saya tunjukkan penjahitnya supaya cocok dengan ukuran. Saya kawan pertama Prof Yo di Jakarta,” kata Khofifah lebih lanjut.
Oleh sebab itu, Menteri Pemberdayaan Perempuan era Presiden KH Abdurrahman Wahid, ingin murid-murid Papua yang berkesempatan menempuh pendidikan di Jatim dapat terinspirasi oleh perjuangan dan kemandirian yang diraih oleh Prof Yembise.
“Oleh karena itu anak-anakku yang dari Papua, saya lah mamak kalian saat kalian dididik di Jawa Timur. Saya pesan sekolah lah sebaik-baiknya, perbanyaklah mencari ilmu,” kata Khofifah, anggota DPR RI dari Partai Persatuan Pembangunan tahun 1992-1997.
Khofifah berharap murid-murid Papua dapat meraih pendidikan setinggi-tingginya di Jawa Timur. Tahun ini juga terdapat 53 murid Adem Papua yang diterima di Perguruan Tinggi Negeri jalur prestasi.
Jumlah peserta program Adem Papua Tahun Ajaran 2026/2027 di Jawa Timur sebanyak 152 orang dari berbagai daerah di Papua. Mereka, akan mengikuti kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) pada Senin (11/7).
Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur Aries Agung Paewai mengatakan, tujuan MPLS bagi peserta Adem Papua agar mereka siap menempuh pendidikan di Jatim.
“Mereka diberi pembekalan, pengetahuan dan berbagai pembekalan disiplin dan sekalian bisa menyesuaikan dengan kehidupan di Jatim,” kata Aries.
Aries mengatakan, mereka juga dididik oleh TNI AD tentang materi wawasan kebangsaan seperti bela negara, cinta Tanah Air, kedisiplinan, kepemimpinan, motivasi belajar dan kebiasaan hidup.
“Sebanyak 152 peserta didik Papua ada di Kota Malang, Kota Batu, Kabupaten Malang, Pasuruan, Kota Kediri, Madiun, Probolinggo, Tuban, Jember dan Nganjuk,” ujar Aries. (*)










