Dekranasda Tolikara Harumkan Nama Daerah di HUT ke-46 Dekranas 2026 di Kota Anging Mamiri

Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Tolikara Elisabet Yulanda Flassy Wandik, SE, MM bersama tim saat mengikuti rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-46 Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) di Trans Studio, Makassar, kota Provinsi Sulawesi Selatan, Rabu-Minggu (8-12/7). Foto: Istimewa

KARUBAGA, ODIYAIWUU.com — Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Tolikara ambil bagian dalam rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-46 Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) di Trans Studio, Makassar, kota Provinsi Sulawesi Selatan, Rabu-Minggu (8-12/7).

Keterlibatan Dekranasda Tolikara dalam acara HUT tersebut menjadi momentum penting dalam memperkenalkan kekayaan budaya, karya kerajinan serta potensi ekonomi kreatif Tolikara kepada masyarakat Indonesia.

Ketua Dekranasda Tolikara Elisabet Yulanda Flassy Wandik, SE, MM yang memimpin langsung seluruh tim dan Kepala Dinas Koperasi Issan Sambur, pimpinan organisasi kepemudaan serta pimpinan sanggar tampil membanggakan dengan mempromosikan berbagai produk unggulan daerah.

Mulai dari batik tulis khas Tolikara, aneka kerajinan tangan hingga 23 motif kain khas Tolikara yang mengangkat filosofi kehidupan masyarakat, kekayaan alam, adat istiadat, dan identitas budaya Papua Pegunungan.

Keikutsertaan ini merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tolikara dalam mendukung pengembangan ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal sekaligus memperluas promosi produk usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) agar mampu bersaing di pasar nasional bahkan internasional.

Sekretaris Daerah Tolikara Dr Yosua Noak Douw, S.Sos, M.Si, MA menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada Ketua Dekranasda beserta seluruh tim yang telah membawa nama baik Tolikara dalam ajang nasional tersebut.

Menurut Yosua, kehadiran Dekranasda Tolikara bukan sekadar mengikuti pameran, melainkan menjadi strategi nyata untuk memperkenalkan identitas budaya daerah, memperluas jaringan pemasaran, membangun kemitraan serta membuka peluang investasi bagi pengembangan industri kerajinan lokal.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Tolikara kami menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada Ketua Dekranasda beserta seluruh tim yang telah bekerja keras memperkenalkan potensi kerajinan dan budaya Tolikara di tingkat nasional. Ini merupakan langkah strategis untuk mengangkat produk lokal agar semakin dikenal, dicintai, dan memiliki daya saing yang tinggi,” ujar Yosua di Karubaga, kota Kabupaten Tolikara, Papua Pegunungan, Kamis (9/7).

Yosua menegaskan, keberhasilan memperkenalkan batik tulis, kain khas, dan berbagai produk kerajinan Tolikara harus menjadi awal dari upaya yang lebih besar dalam membangun industri kreatif daerah yang berkelanjutan.

Menurutnya, melalui pembinaan yang berkesinambungan, peningkatan kualitas produk, inovasi desain, dan penguatan manajemen usaha serta perluasan akses pasar. Pemkab Tolikara juga berkomitmen melahirkan perajin-perajin yang kreatif, mandiri, profesional, dan mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.

“Keikutsertaan pada HUT Dekranas ke-46 juga memberikan kesempatan bagi para perajin Tolikara untuk bertukar pengalaman, memperluas jejaring dengan berbagai daerah di Indonesia, mempelajari inovasi terbaru dalam industri kerajinan serta meningkatkan kualitas produk agar sesuai dengan kebutuhan pasar,” kata Yosua, doktor muda lulusan Universitas Cenderawasih, Jayapura.

Penampilan 23 motif kain khas Tolikara menjadi daya tarik tersendiri karena setiap motif mengandung nilai filosofis yang menggambarkan sejarah, kehidupan sosial, kekayaan alam, serta kearifan budaya masyarakat Tolikara.

Menurut Yosua, hal tersebut menjadi bukti bahwa kerajinan daerah tidak hanya memiliki nilai ekonomi tetapi juga merupakan warisan budaya yang harus dijaga dan diwariskan kepada generasi mendatang.

Yosua berharap agar momentum HUT Dekranas 2026 dari Makassar, kota bertajuk Anging Mamiri menjadi inspirasi bagi seluruh pelaku UMKM, pengrajin, generasi muda, dan masyarakat Kabupaten Tolikara untuk terus berkarya, berinovasi, serta mengembangkan produk-produk unggulan daerah.

“Pemerintah Kabupaten Tolikara akan terus mendukung pengembangan ekonomi kreatif melalui pemberdayaan UMKM, pembinaan perajin, promosi produk lokal, dan penguatan kerja sama dengan berbagai pihak. Kami ingin produk-produk khas Tolikara tidak hanya dikenal di Papua, tetapi menjadi kebanggaan Indonesia bahkan mampu menembus pasar dunia,” kata Yosua.

Melalui partisipasi aktif dalam HUT Dekranas ke-46 tahun 2026, Tolikara kembali menunjukkan komitmennya dalam melestarikan budaya lokal sekaligus menjadikan sektor kerajinan sebagai salah satu pilar pembangunan ekonomi masyarakat yang berkelanjutan, inklusif, dan berdaya saing. Dari Tolikara untuk Indonesia, dari budaya lokal menuju pasar nasional dan dunia. (*)