JAKARTA, ODIYAIWUU.com — Organisasi sayap Partai Gerindra, Gerakan Kristiani Indonesia Raya (Gekira), Kamis (4/6) menggelar serangkaian bakti sosial menjelang pelaksanaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) di Jakarta Juni mendatang.
Bakti sosial dilakukan dengan menyalurkan bantuan kepada masyarakat marjinal, panti asuhan, dan penyandang disabilitas di Ciledug (Tangerang, Banten), Koja (Jakarta Utara), serta Duren Sawit (Jakarta Timur).
Kegiatan yang sarat nilai kemanusiaan ini dipimpin langsung oleh Ketua Panitia Rakernas Gekira Melki M Suawah dan Bendahara Rakernas Kiki Hutagalung bersama seluruh panitia. Di Tangerang, bantuan disalurkan melalui Yayasan Daud Ministry yang membina penyandang disabilitas, khususnya tuna netra.
Melki mengatakan, kegiatan sosial ini merupakan wujud nyata komitmen Gekira dalam mengedepankan nilai-nilai kepedulian dan solidaritas sosial.
“Ini adalah bagian dari rangkaian Rakernas Gekira yang akan digelar pada 12–14 Juni mendatang di Novotel, Pulau Mas. Bagi kami, kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan bukan sekadar program, melainkan nilai fundamental yang terus dijunjung tinggi oleh Gekira sebagai organisasi sayap Partai Gerindra,” ujar Melki di Jakarta, Jumat (5/6).
Menurut Melki, Gekira ingin hadir dan berbagi dengan masyarakat yang membutuhkan. Ia berharap agar bantuan tersebut dapat bermanfaat dan menjadi berkat bagi para penerima.
Melki menambahkan, kegiatan tersebut sejalan dengan semangat Ketua Umum Gekira Nikson Silalahi dan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, yang selalu menekankan pentingnya kepedulian terhadap masyarakat kecil dan kelompok rentan.
“Bapak Prabowo dan Pak Nikson selalu mengingatkan kami bahwa kehadiran organisasi harus dirasakan langsung oleh rakyat, terutama mereka yang paling membutuhkan,” ujar Melki lebih lanjut.
Sementara itu, pimpinan Yayasan Daud Ministry Sugito, menyampaikan apresiasi mendalam atas kepedulian Gekira. Sugito berterima kasih atas perhatian dan bantuan dari Gekira. “Bantuan ini sangat berarti bagi mereka yang membutuhkan,” kata Sugito yang juga seorang tuna netra, dengan mata berkaca-kaca.
Menyentuh Hati di Kampung Beting
Usai kegiatan di Tangerang, tim bakti sosial Gekira melanjutkan perjalanan penuh empati ke wilayah padat penduduk di Tanjung Priok, Jakarta Utara. Rombongan Gekira menyambangi Komunitas Kampung Beting, sebuah wilayah yang menyimpan banyak cerita perjuangan warga untuk bertahan hidup. Kehadiran organisasi sayap Partai Gerindra ini diterima langsung oleh Ketua RW 019 Ricardo Hutahaean.
Ricardo menyampaikan apresiasi mendalam atas perhatian nyata yang diberikan Gekira. “Wilayah RW 019 ini sekitar 80 persen warganya masuk dalam desil 1 sampai 4 Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) Kementerian Sosial. Ini menunjukkan betapa tingginya tingkat kerentanan sosial di wilayah kami,” kata Ricardo.
Menurutnya, mayoritas warga Kampung Beting merupakan keluarga miskin dan rentan miskin yang menggantungkan hidup sebagai buruh harian lepas, pemulung, hingga tenaga bongkar muat di kawasan pelabuhan dan pasar.
“Oleh sebab itu, uluran bantuan dari Gekira dinilai sangat tepat sasaran dan bermanfaat bagi masyarakat setempat,” katanya.
Dengan nada berharap, Ricardo menambahkan, bantuan seperti ini tidak berhenti sampai di sini saja. Masih banyak anak-anak yang membutuhkan perhatian, termasuk 12 anak putus sekolah dan 14 anak yang terancam putus sekolah. “Kami berharap lewat Gekira mereka bisa mendapatkan akses pendidikan kembali melalui Program Sekolah Rakyat,” ujarnya.
Wakil Ketua Umum Bidang Persekutuan Umat Kristiani Gekira Rienova Serry Donie saat menyerahkan bantuan secara simbolis, menegaskan bahwa kegiatan bakti sosial ini adalah manifestasi nyata dari komitmen organisasi terhadap kemanusiaan.
“Kegiatan ini adalah wujud kepedulian dan pengabdian kami kepada sesama. Kami ingin hadir langsung di tengah masyarakat, mendengarkan apa yang menjadi kebutuhan mereka, serta memberikan bantuan yang diharapkan mampu meringankan beban hidup warga,” kata Rienova, mantan anggota DPRD Kota Depok dua periode.
Kehangatan di Yayasan Elsafan
Rangkaian aksi bakti sosial Gekira berakhir dengan kunjungan penuh kehangatan ke Yayasan Elsafan yang berlokasi di Duren Sawit, Jakarta Timur. Yayasan yang didirikan oleh penderita tuna netra ini dikenal sebagai lembaga yang menampung anak-anak tuna netra dari berbagai daerah di Indonesia sekaligus menjadi tempat pengembangan bakat bagi anak-anak berkebutuhan khusus.
Kehadiran tim bakti sosial Gekira disambut dengan penuh antusias dan sukacita oleh para penghuni yayasan. Suasana semakin haru dan hangat ketika anak-anak tuna netra menampilkan bakat musik mereka.
Mereka bernyanyi bersama dengan ceria serta berinteraksi langsung secara akrab dengan para kader Gekira yang hadir. Momen ini menjadi bukti bahwa keterbatasan fisik tidak menghalangi semangat untuk berkarya dan berbagi kebahagiaan.
Selain menyerahkan bantuan paket sembako, rombongan Gekira juga membawa pesan moral bahwa mereka tidak sendirian dalam menghadapi keterbatasan.
“Kehadiran kami di sini adalah untuk menyampaikan pesan bahwa masyarakat peduli dan mencintai kalian. Setiap anak adalah istimewa dan memiliki potensi yang luar biasa,” ujar Ariston Silalalhi, kader Gekira.
Ketua Panitia Rakernas Gekira Melki Suawah menutup agenda dengan menyampaikan bahwa seluruh rangkaian bakti sosial ini merupakan bagian dari implementasi semangat gotong royong dan nilai-nilai kepedulian yang konsisten dikembangkan oleh Gerakan Kristiani Indonesia Raya.
“Kami percaya bahwa perubahan sosial dimulai dari kepedulian kita terhadap sesama. GEKIRA akan terus berkomitmen untuk menjadi organisasi yang tidak hanya berbicara, tetapi juga bertindak nyata untuk mengangkat harkat dan martabat masyarakat yang membutuhkan. Ini adalah panggilan hati dan tanggung jawab moral kami sebagai bagian dari masyarakat Indonesia,” kata Melki.
Kegiatan bakti sosial ini menjadi bukti konkret bahwa Gekira tidak hanya fokus pada aspek organisasi dan politik, tetapi juga menempatkan kemanusiaan dan kepedulian sosial sebagai prioritas utama dalam setiap gerak langkahnya. (*)










