WAMENA, ODIYAIWUU.com — Panglima Komando Daerah Militer (Kodam) XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Febriel Buyung Sikumbang, SH, MM, Minggu (17/5) mendampingi Wakil Menteri Dalam Negeri Dr Ribka Haluk, S.Sos, MM serta jajaran Forkopimda Papua Pegunungan meninjau langsung para pengungsi di Kabupaten Jayawijaya.
Kehadiran Febriel bersama aparat keamanan merupakan wujud kepedulian terhadap warga terdampak konflik sosial antar dua kelompok masyarakat asli Papua di Distrik Wouma, Jayawijaya,
Kunjungan tersebut juga bentuk kepedulian pemerintah terhadap masyarakat yang terdampak pasca aksi saling serang di wilayah Wouma.
Di lokasi pengungsian, rombongan menyapa langsung warga, mendengarkan keluhan masyarakat sekaligus memberikan dukungan moril kepada para pengungsi yang masih merasakan dampak konflik sosial tersebut.
Kehadiran Febriel, Ribka, Wakil Gubernur Papua Pegunungan Dr Ones Pahabol, dan Forkopimda diharapkan mampu memberikan rasa aman sekaligus menumbuhkan harapan akan terciptanya perdamaian di Papua Pegunungan.
“TNI bersama pemerintah daerah terus berupaya membantu penanganan situasi serta menjaga stabilitas keamanan agar masyarakat dapat kembali menjalani aktivitas dengan aman dan nyaman,” ujar Febriel melalui keterangan tertulis dari Wamena, Jayawijaya, Papua Pegunungan, Senin (18/5)
Sementara itu Ribka Haluk mengatakan, pemerintah hadir untuk memastikan masyarakat terdampak mendapatkan perhatian, perlindungan, serta penanganan yang cepat dan tepat.
“Kunjungan ini juga menjadi bagian dari langkah pemerintah dalam mempercepat proses penyelesaian konflik melalui pendekatan dialog, kemanusiaan, dan koordinasi bersama seluruh pihak terkait,” kata Ribka.
Selain memberikan dukungan moril, kata Ribka, pemerintah bersama aparat keamanan terus melakukan pemantauan situasi di lapangan guna memastikan kondisi keamanan tetap kondusif dan para pengungsi memperoleh penanganan yang layak.
“Melalui pendekatan persuasif dan humanis, diharapkan situasi di Jayawijaya dapat segera pulih sehingga masyarakat dapat kembali hidup berdampingan dengan damai, aman, dan harmonis,” kata Ribka, mantan Penjabat Gubernur Papua Tengah. (*)










