Pemuda Katolik Desak Presiden dan TNI-Polri Ungkap Motif Bom di Gereja Katolik Nabuni Intan Jaya

 Presiden Republik Indonesia H. Prabowo Subianto. Foto: Istimewa

NABIRE, ODIYAIWUU.com — Ketua Pemuda Katolik Komisariat Daerah (Komda) Papua Tengah Tino Mote menyesalkan insiden bom yang terjadi di Kampung Mbamogo, Distrik Agisiga, Kabupaten Intan Jaya, Provinsi Papua Tengah, Minggu (17/5) sekitar pukul 12.15 WIT.

Mote mendesak Presiden selaku Panglima Tertinggi Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto dan Kepala Kepolisian Republik Indonesia Jenderal Pol Drs Listyo Sigit Prabowo, M.Si memberikan atensi khusus menyusul bom yang terjadi di halaman Gereja Katolik Stasi Santo Paulus Nabuni, Kampung Mbamogo, Distrik Agisiga, Intan Jaya.

“Bom yang terjadi di halaman Gereja Stasi Nabuni sungguh melukai hati masyarakat Papua Tengah, khususnya umat Katolik Dekanat Moni-Puncak Jaya dan Keuskupan Timika umumnya. Kami mendesak Presiden selaku Panglima Tertinggi TNI serta Panglima TNI dan Kapolri segera memerintahkan aparat di Papua Tengah mengusut peristiwa kelam ini,” ujar Mote di Nabire, kota Provinsi Papua Tengah, Senin (18/5).

Menurut Mote, bom di halaman Gereja Stasi Nabuni sungguh melukai hati karena terjadi saat umat Katolik sedang mengikuti ibadah Minggu. Bom ini merupakan teror paling brutal oleh orang tak bertanggung jawab. Terkesan ada niat jahat pelaku mengganggu ibadah umat Katolik.

“Pemuda Katolik Papua Tengah meminta agar kasus bom di halaman Gereja Stasi Nabuni dibuka secara terang benderang sehingga tidak menimbulkan tanda tangan di tengah masyarakat, khususnya umat Katolik Moni-Puncak Jaya dan Keuskupan Timika. Kami berdoa dan berharap agar Presiden selaku Panglima Tertinggi TNI memperintahkan aparat keamanan mengungkap motif dan pelaku di balik aksi jahat ini,” kata Mote.

Mote juga meminta para wakil rakyat asal Papua Tengah, baik di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia maupun di Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia segera turun ke Intan Jaya pasca bom di halaman Gereja Stasi Santo Paulus Nabuni, Intan Jaya.

“Kami juga meminta para wakil rakyat asal Papua Tengah, baik di DPR maupun DPD RI memberikan atensi terkait di bom di Gereja Nabuni. Kalau bisa segera ke Intan Jaya untuk melihat korban dan mencari tahu apa motif di balik bom itu. Dengan demikian mereka (wakil rakyat) memiliki gambaran utuh kemudian menyampaikan kepada pucuk pimpinan TNI-Polri dalam rapat kerja di Senayan,” ujar Mote.

Mote menegaskan, Presiden bersama Panglima TNI-Polri beserta jajaran aparat keamanan di Papua Tengah perlu memberikan perhatian terkait jaminan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) menyusul tingginya intensitas konflik kekerasan yang melanda wilayah Meepago (Papua Tengah) belakangan.

Ancaman konflik kekerasan berujung banyak warga mengalami luka-luka, meninggal hingga warga mengungsi dari tempat tinggalnya. Bahkan belakangan, potensi ancaman terhadap tempat ibadah sudah terjadi seperti yang dialami umat Katolik di stasi Stasi Nabuni, Dekanat Moni-Puncak Jaya, Keuskupan Timika.

“Wilayah dekanat ini sangat luas. Para pelayan umat di dekanat ini, baik imam Katolik maupun katekis atau petugas gereja bekerja ekstra keras melayani umat yang menyebar di wilayah Kabupaten Intan Jaya, Puncak, dan Puncak Jaya. Karena itu peristiwa yang dialami umat di stasi Nabuni tidak boleh terulang lagi. Kami juga mengajak umat Katolik di Keuskupan Timika agar tetap setia dalam doa dan waspada terhadap pihak-pihak tertentu yang berniat jahat mengganggu ketenangan umat,” kata Mote.

Media ini sebelumnya memberitakan, insiden tragis menimpa sejumlah umat di Gereja Stasi Santo Paulus Nabuni Mbamogo, Paroki Santo Misael Bilogai, Dekanat Moni-Puncak Jaya, Intan Jaya, Keuskupan Timika, Papua Tengah, Minggu (17/5).

Pastor Dekan Dekanat Moni-Puncak Jaya RP Yanuarius Yance Yogi Pr membenarkan sebuah bom meledak di halaman Gereja Stasi Santo Paulus Nabuni Mbamogo, Paroki Misael Bilogai, Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah.

“Bom meledak di halaman Gereja Stasi Santo Paulus Nabuni Mbamogo. Empat umat menjadi korban terkena serpihan bom. Mereka yang jadi korban yakni Pit Pogau, Robert Nabelau, Pius Pogau dan Piter Nabelau,” ujar Pastor Yance Yogi di Bilogai, Intan Jaya, Papua Tengah, Minggu (17/5).

Menurut Pastor Yance, saat ini korban sedang dievakuasi oleh Tim Pastoran Paroki Bilogai. Hingga kini semua korban masih menjalani perawatan medis di Rumah Sakit (RS) Bilogai di Distrik Sugapa.

“Sekarang korban masih berada di Rumah Sakit Bilogai di Distrik Sugapa. Dua korban sudah dievakuasi. Sementara korban yang lain besok baru akan dievakuasi lagi,” kata Pastor Yanuarius, imam Katolik Keuskupan Timika dan putra asli Papua. (*)