WAMENA, ODIYAIWUU.com — Jumlah korban meninggal dunia buntut konflik dua kelompok warga di Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua Pegunungan mencapai 13 jiwa. Sementara 19 orang menderita akibat sabetan senjata tajam dan 789 lainnya mengungsi di lokasi yang lebih aman.
“Berdasarkan data terbaru korban perang suku yang meninggal dunia 13 orang. Sementara yang mengalami luka-luka sebanyak 19 orang,” kata ujar Kepala Seksi Hubungan Masyarakat (Humas) Kepolisian Resor (Polres) Jayawijaya Efendi Al Husaini di Wamena, Papua Pegunungan, Sabtu (16/5).
Menurut Husaini, korban luka dalam konflik tersebut kini tengah menjalani perawatan lebih lanjut di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Wamena. Data korban tersebut diperoleh dari pihak RSUD Wamena.
“Pihak rumah sakit menyebut, terdapat tiga korban yang mengalami luka berat. Sementara luka ringan berjumlah 16 orang,” ujar Husaini lebih lanjut.
Husaini menjelaskan, hingga saat ini pihak kepolisian belum mendata berapa jumlah bangunan yang dirusak atau dibakar saat konflik meletus berlangsung. Pihak kepolisian belum memasuki wilayah konflik tersebut.
“Untuk pengungsi total 789 orang dengan rincian 369 dewasa, 298 anak-anak, dan 122 lanjut usia, lansia. Sementara jumlah berdasarkan jenis kelamin 315 pria dan 476 wanita,” kata Husaini.
Sebelumnya, diberitakan media lokal, sebanyak 472 warga mengungsi imbas perang antarsuku terkait denda adat kasus kecelakaan lalu lintas menewaskan anggota DPR di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan. Ratusan warga itu mengungsi ke kantor polisi.
“Terjadi juga pengungsian di Markas Kepolisian Polres Jayawijaya, dengan jumlah pengungsi terdata sebanyak 472 orang,” ujar Husaini.
Husaini mengungkapkan konflik tersebut juga berujung dua orang meregang nyawa dan 19 lainnya mengalami luka-luka. Penyerangan dilakukan oleh kelompok Suku Lanny ke gabungan kelompok suku seperti Suku Hubla dan Suku Dani. (*)










