SERAMBAKON, ODIYAIWUU.com — Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Pegunungan Bintang, Jumat (15/5) menggelar Deklarasi Gerakan Banteng Mengajar di Kampung Wanbakon, Distrik Serambakon, Kabupaten Pegunungan Bintang, Provinsi Papua Pegunungan.
Deklarasi tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap pendidikan dan penguatan budaya literasi masyarakat di wilayah pedalaman Papua Pegunungan.
Dalam momentum deklarasi tersebut, DPC PDI Perjuangan Pegunungan Bintang diserahkan pula ratusan buku kepada pengelola Taman Baca Masyarakat Cahaya Ilmu Ap Tabim.
Bantuan buku itu menjadi bagian dari gerakan sosial pendidikan yang bertujuan memperluas akses belajar bagi anak-anak dan masyarakat kampung.
Ketua DPC PDI Perjuangan Pegunungan Bintang Yohanis Yamkin memimpin langsung kegiatan tersebut. Menurutnya, Gerakan Banteng Mengajar lahir dari kerinduan untuk menghadirkan pendidikan lebih dekat dengan masyarakat akar rumput.
“Pendidikan tidak boleh hanya terpusat di kota. Anak-anak di kampung juga memiliki hak yang sama untuk membaca, belajar, dan meraih masa depan yang lebih baik. Karena itu, kami memulai Gerakan Banteng Mengajar dari kampung-kampung,” ujar Yamkin di Wanbakon, Serambakon, Pegunungan Bintang, Papua Pegunungan, Sabtu (16/5).
Menurut Yamkin, gerakan tersebut tidak hanya berfokus pada pembagian buku, tetapi membangun kesadaran masyarakat tentang pentingnya pendidikan, kesehatan, dan ekonomi kerakyatan.
Gerakan Banteng Mengajar fokus pada tiga aspek utama, yakni pemberantasan buta aksara, penguatan ekonomi kerakyatan serta pembangunan pola hidup sehat dan pendidikan politik rakyat.
Ratusan buku yang diserahkan kepada pengelola taman baca tersebut terdiri dari buku pelajaran, cerita anak, pengetahuan umum hingga buku motivasi belajar. Bantuan itu diharapkan dapat membantu meningkatkan minat baca masyarakat, terutama anak-anak di Distrik Serambakon.
Di tengah keterbatasan fasilitas pendidikan dan akses bahan bacaan di wilayah pedalaman, keberadaan taman baca dinilai memiliki peran penting sebagai ruang belajar alternatif bagi masyarakat.
Pengelola Taman Baca Masyarakat Cahaya Ilmu Ap Tabim Benyamin Simindirki menyampaikan apresiasi atas perhatian dan dukungan yang diberikan DPC PDI Perjuangan Pegunungan Bintang terhadap gerakan literasi di kampung.
“Kami berharap bantuan seperti ini dapat terus berlanjut karena anak-anak di sini memiliki semangat belajar yang tinggi, tetapi akses buku masih sangat terbatas,” ujar Benyamin Simindirki.
Selain penyerahan buku, kegiatan juga diisi dengan edukasi literasi dasar, diskusi bersama masyarakat, dan ajakan untuk membangun budaya membaca di lingkungan keluarga maupun kampung.
Deklarasi Banteng Mengajar di Serambakon menjadi simbol dimulainya gerakan pendidikan kerakyatan yang diharapkan dapat berkembang ke berbagai distrik lain di Pegunungan Bintang.
Kegiatan ditutup dengan penyerahan simbolis buku kepada anak-anak dan pengelola taman baca serta foto bersama masyarakat dan kader partai. (laporan: Timotius Aomsen)










