Universitas Katolik Fajar Timur Papua Siap Cetak SDM Unggul, Silahkan Calon Mahasiswa Mendaftarkan Diri

Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Dr drg Aloisius Giyai, M.Kes. Foto: Istimewa

JAYAPURA, ODIYAIWUU.com — Para siswa dan siswi lulusan SMA maupun SMK di tanah Papua kini tak perlu lagi ribet berpikir jauh keluar daerah guna melanjutkan kuliah di berbagai akademi maupun perguruan tinggi di Pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi dan kota-kota lain di Indonesia.

Universitas Katolik (Unika) Fajar Timur Papua sudah resmi hadir di Kota Jayapura untuk menerima calon mahasiswa dan mahasiswi baru di perguruan tinggi baru itu sekaligus siap mencetak sumber daya manusia (SDM) unggul dan berkualitas agar kelak mengabdi di tanah Papua.

Kehadiran Universitas Katolik Fajar Timur ditandai dengan terbitnya Surat Keputusan (SK) Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia Nomor 30/B/O/2026 tertanggal 9 Januari 2026 tentang perubahan bentuk dari Sekolah Tinggi Filsafat Teologi (STFT) Fajar Timur menjadi universitas.

Perubahan status ini menjadi tonggak sejarah penting mengingat selama ini di tanah Papua belum memiliki universitas Katolik seperti halnya universitas Katolik yang sudah berdiri di sejumlah kota di Indonesia dan terkenal mencetak SDM unggul.

Karena itu, penantian panjang umat Katolik di keuskupan-keuskupan Regio Papua sejak 1980-an seperti Keuskupan Agung Merauke, Keuskupan Agats, Keuskupan Jayapura, Keuskupan Manokwari–Sorong, dan Keuskupan Timika, akhirnya terjawab. Universitas Katolik Fajar Timur atau Unika Fajar Timur resmi berdiri di Jayapura, kota Provinsi Papua.

Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Dr drg Aloisius Giyai, M.Kes mengatakan, lahirnya Universitas Katolik Fajar Timur merupakan jawaban atas kerinduan panjang umat Katolik di tanah Papua sejak tahun 1980-an.

Menurut dr Alo, perjuangan panjang tersebut mendapat dukungan penuh dari Uskup Keuskupan Jayapura Mgr Dr Januarius Teofilus Matopai You, Pr yang memberikan mandat kepada Dr Petrus Baktiar bersama tim untuk mewujudkan pendirian universitas.

“Selama ini di Papua belum ada universitas Katolik. Maka dengan keluarnya Surat Keputusan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia, kita patut bersyukur karena cita-cita umat akhirnya terwujud,” ujar dr Alo di Jayapura, Papua, Minggu (3/5).

Menurut dr Alo, Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Jayapura tahun 2020-2024, berdirinya Universias Katolik Fajar Timur merupakan peningkatan status dari Sekolah Tinggi Filsafat Teologia (STFT) Fajar Timur yang selama ini berada di bawah naungan gereja.

“Saat ini, Sekolah Tinggi Filsafat dan Teologi Fajar Timur menjadi Fakultas Teologi dan Pastoral di Universitas Katolik Fajar Timur. Sedangkan fakultas lainnya mulai dikembangkan,” kata dr Alo, tokoh awam Katolik tanah Papua dan Doktor Ilmu Pemerintahan jebolan Sekolah Pascasarjana Institut Ilmu Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Jakarta.

dr Alo menjelaskan, saat ini Universitas Katolik Fajar Timur memiliki sejumlah fakultas yaitu Fakultas Teknik, Ekonomi dan Bisnis, Farmasi serta Fakultas Teologi dan Pastoral. Kemudian, program studi yang tersedia yaitu Program Studi Teknik Sipil, Arsitektur, Akuntansi, dan Farmasi.

dr Alo menambahkan, Universitas Katolik Fajar Timur menawarkan sistem pendidikan yang berbeda dibanding perguruan tinggi lain. Pada tahun pertama, mahasiswa akan mengikuti program Unika college atau tahun pembinaan dasar sebelum masuk ke perkuliahan inti.

Program ini, lanjutnya, meliputi penguatan ilmu dasar, pembelajaran filsafat, etnografi Papua dan Melanesia. Kemudian Penguasaan bahasa yaitu Bahasa daerah, Inggris hingga Pasifik, literasi digital dan teknologi, termasuk kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), pembentukan karakter (character building) serta dan etika dan jiwa kewirausahaan.

“Sistem pendidikan akan didukung dengan pendidikan berpola asrama dan pembinaan langsung oleh pastor serta suster biarawati. Unika Fajar Timur menargetkan lulusannya tidak hanya siap bekerja tetapi mampu menciptakan lapangan pekerjaan,” ujar dr Alo.

Dokter lulusan Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya dan Magister (S2) Kesehatan Masyarakat Unair juga menjelaskan, para mahasiswa baru juga akan dibekali kemampuan analisis masalah lokal Papua secara ilmiah, termasuk keterampilan menulis dan jurnalistik berbasis data.

“Meski berbasis Katolik, kampus ini terbuka untuk semua kalangan. Namun, pihak kampus akan memprioritaskan calon mahasiswa yang direkomendasikan oleh paroki, dekenat, dan keuskupan di seluruh Tanah Papua,” kata Alo lebih lanjut

Selain itu, lanjut dokter kelahiran 8 September 1972 di Kampung Onago, Distrik Onago, Kabupaten Paniai (kini, Deiyai), Provinsi Papua Tengah, ke depan pihak Unika Fajar Timur juga berkomitmen membantu mahasiswa kurang mampu melalui skema keringanan biaya.

dr Alo juga mengatakan perihal lokasi kampus dan tempat penerimaan calon mahasiswa baru. Saat ini aktivitas perkuliahan akan berlangsung di Kampus A di STFT Fajar Timur dan kampus Kampus B di SMA Katolik Taruna Dharma, Kotaraja.

Sementara pembangunan kampus utama direncanakan di kawasan Holtekamp, Jayapura. Penerimaan mahasiswa baru telah resmi dibuka untuk tahun akademik 2026.

Melalui kesempatan ini, kata dr Alo, pihak kampus mengajak seluruh masyarakat Papua untuk memanfaatkan kehadiran Unika Fajar Timur.

“Orangtua dan masyarakat tidak perlu lagi kirim anak-anak mereka keluar tanah Papua. Sekarang pendidikan berkualitas sudah hadir di bumi Cenderawasih. Silahkan calon mahasiswa mendaftarkan diri di kampus ini,” kata dr Alo. (*)