SUGAPA, ODIYAIWUU.com — Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto diminta segera memberikan klarifikasi terkait perilaku yang diduga oknum berseragam yang memasuki halaman Gereja Katolik Katedral Tiga Raja Timika tanpa ijin saat perayaan Misa yang dipimpin Uskup Timika Mgr Dr Bernardus Bofitwos Baru, OSA.
“Bapak Panglima TNI atau Bapak Pangdam XVII/Cenderawasih segera memberikan klarifikasi terkait peristiwa yang diduga kuat dilakukan prajurit TNI di Gereja Katedral Tiga Raja Timika,” ujar Dekan Dekanat Moni-Puncak Jaya, Keuskupan Timika Pastor Yanuarius Yance Yogi Pr di Sugapa, Intan Jaya, Papua Tengah, Selasa (28/4).
Pastor Yance, imam diosesan putra asli Papua, juga mengaku kecewa dengan perilaku oknum prajurit TNI yang terjadi di Katedral Tiga Raja. Menurutnya, siapapun prajurit yang hendak memasuki halaman Katedral atau berniat bertamu ke pastoran harus tahu tata krama dan etika.
“Bukan main masuk saja lalu memantau Uskup atau para imam tanpa ijin bahkan memotret semaunya. Cara ini menunjukkan prajurit belum meresapi slogan TNI Manunggal dengan Rakyat. Kami meminta persoalan yang terjadi di Gereja Katedral Tiga Raja Timika segera diklarifikasi Bapak Panglima TNI maupun Bapak Pangdam Cenderawasih agar umat dan para gembala di Timika merasa nyaman dan damai,” kata Pastor Yance.
Menurut Pastor Yance, oknum berseragam bukan hanya masuk tanpa ijin dan memotret di halaman Katedral saat Uskup Bernardus memimpin Misa di gereja tersebut. Bahkan sebelumnya, sejumlah oknum prajurit juga memasuki halaman Katedral lalu masuk ke kamar tidur Pastor Paroki Katedral RD Amandus Rahadat Pr jelang kunjungan kerja Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka di Mimika.
“Kalau mau bertemu Pastor Paroki Katedral atau bertamu harus menyampaikan kepada Satpam Gereja terlebih dahulu. Bukan langsung masuk ke kamar tidur pastor. Ingat, imam itu pemimpin umat dan Gereja Katolik itu gereja universal, seluruh dunia. Cara-cara kurang beretika dan abai tata krama seperti ini harus ditinggalkan karena malah semakin menambah ketidakpercayaan kepada TNI,” kata Pastor Yance.
Oknum aparat keamanan diduga menerobos masuk ruang privat seorang pastor di lingkungan Gereja Katolik di Timika beberapa hari lalu. Aksi brutal oknum aparat tersebut tanpa koordinasi resmi dengan pihak Satpam Gereja Katedral Tiga Raja Timika.
Yayasan Lembaga Bantuan Hukum (YLBH) Papua Tengah mengecam oknum aparat keamanan yang diduga melakukan tindakan tak terpuji. Oknum tersebut diduga masuk hingga pintu kamar Pastor Amandus jelang kunker Wakil Presiden Gibran di Mimika. Aksi oknum aparat tersebut tanpa koordinasi dengan pihak Keuskupan Timika.
“Tindakan oknum aparat ini melanggar ruang privasi seorang imam Katolik. Cara-cara juga ini mencerminkan sikap arogan, tidak profesional, dan mencederai nilai-nilai penghormatan terhadap institusi keagamaan,” ujar Direktur YLBH Papua Tengah Yoseph Temorubun, SH di Timika, Papua Tengah, Selasa (28/4).
Menurutnya, memasuki halaman Gereja Katederal hingga berjalan ke kamar pastor tanpa izin adalah tindakan yang tidak dapat dibenarkan. Ini bukan hanya soal etika, tetapi juga menyangkut penghormatan terhadap kebebasan beragama dan ruang sakral.
Temorubun meminta Keuskupan Timika menyurati secara resmi Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto agar melakukan evaluasi serta memberikan sanksi tegas terhadap pimpinan satuan dari anggota yang diduga melakukan aksi tak terpuji prajurit itu.
“Negara harus hadir untuk melindungi masyarakat, bukan justru sebaliknya menimbulkan rasa takut di ruang privasi pastor atau tempat ibadah. Tindakan oknum aparat memasuki wilayah keagamaan berpotensi memicu ketegangan sosial di tengah masyarakat dan umat,” kata Temorubun lebih lanjut. (*)










